Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kasus Reynhard Sinaga Asal Indonesia Guncang Ekonomi Manchester

Admin1 by Admin1
10/01/2020
in Internasional
0

LONDON – Kasus pemerkosaan yang melibatkan Reynhard Sinaga masih terus menjadi perbincangan warga Inggris. Para pemilik klub malam dan pub menggelar pertemuan di Manchester, Inggris, kemarin. Mereka mendiskusikan dampak kasus pemerkosaan Reynhard terhadap prospek ekonomi malam hari.

Diskusi itu juga dihadiri perwakilan dari kepolisian, Asosiasi Bisnis Perdesaan, dan anggota Dewan Manchester. Para pemilik klub malam dan pub cemas pendapatan mereka akan menurun terkait adanya kasus pemerkosaan berantai. Jumlah konsumen pada malam hari dikhawatirkan menurun.

“Saya kira kami tidak boleh fokus pada kasus Reynhard dan beranggapan Manchester tidak lagi aman. Kota ini tetap aman untuk dikunjungi pada malam hari,” ujar Asisten Kepala Polisi Mabs Hussain, dikutip Manchester Evening News. “Kasus ini sangatlah langka. Reynhard juga beroperasi seorang diri,” sambungnya.

Manchester merupakan salah satu kota di Inggris yang tidak pernah tidur. Roda ekonomi terus berputar sampai malam hari. Sekitar 300 toko juga buka pukul 03.00 dini hari. Jumlah pengunjung Manchester pada malam hari sekitar 160.000 orang. Sebagian besar dari mereka datang ke tempat hiburan malam atau pub.

“Manchester merupakan kota ramah dan berwarna dengan keanekaragaman suku dan bangsa yang hidup berdampingan secara harmonis,” kata Hussain. “Apa yang kami hadapi saat ini hanyalah seorang pelaku kejahatan yang bejat. Dia telah memanfaatkan kebaikan dan merusak kepercayaan anak-anak muda di sini.”

Sacha Lord, pakar ekonomi dari Greater Manchester Combined Authority, mengatakan kecemasan yang diungkapkan pebisnis malam merupakan sesuatu yang wajar sebab kasus Reynhard mencengangkan. Namun, dia menegaskan bahwa Manchester merupakan kota yang aman, menyenangkan, dan ramah pada malam hari.

“Kami tidak boleh membiarkan tindakan keji satu orang mencemari reputasi Manchester. Saya berharap masyarakat dapat sedikit tenang setelah Reynhard kini ditahan di balik jeruji besi,” kata Sacha. “Manchester merupakan kota yang selalu sibuk dan menawarkan beragam pengalaman bernilai pada malam hari.”

Berdasarkan Pengadilan Manchester, Reynhard divonis seumur hidup. Dia terlibat dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria selama rentang waktu dua setengah tahun, sejak 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017. Dari 159 kasus, terdapat 136 kasus dengan sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Lisa Waters dari Pusat Bantuan Serangan Seksual, St Mary’s Sexual Assault Referral Centre, mengatakan dampak psikologis terhadap korban sulit dihindari. Sebagian korban sangat sulit melakukan kegiatan sehari-hari, tidak mau bekerja, tidak dapat melanjutkan studi, dan ada yang depresi hingga mencoba bunuh diri.

Profesor Ari F Syam, akademisi dan praktisi klinis, juga mengatakan bahwa korban sodomi secara paksa akan mengalami guncangan psikis. Selain itu, kesehatan fisiknya berpotensi menurun karena rentan mengalami penyakit infeksi seperti HIV, herpes simplex, hepatitis B, hepatitis C, dan human papiloma virus (HPV).

Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya menggambarkan Reynhard sebagai predator seksual. Hakim Suzanne memutuskan Reynhard wajib menjalani minimal 30 tahun masa tahanan sebelum boleh mengajukan pengampunan. Reynhard terus bersikeras hubungan seksual itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Menyusul putusan tersebut, Ian Rushton dari Crown Prosecut Service mengatakan bahwa Reynhard adalah pelaku pemerkosaan paling produktif di dalam sejarah kejahatan di Inggris dan mungkin di dunia. “Keinginan seksual pelaku berada di luar nalar. Jika tidak segera ditangkap, dia pasti akan terus beraksi,” kata Rushton.

Kontrol Obat Bius

Sementara itu, pemerintah Inggris bertindak cepat untuk mencari akar permasalahan agar kasus Reynhard Sinaga tidak terulang lagi. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah meningkatkan kontrol terhadap obat yang digunakan untuk membius korban.

Adalah Kementerian Dalam Negeri Inggris yang menyerukan pengkajian ulang tentang obat yang digunakan Reynhard. Obat itu disebut dengan nama GHB dan bisa mengakibatkan pingsan sehingga korban bisa diperkosa dengan mudah.

“Masa 10 tahun Reynhard memangsa pria muda sungguh menyakitkan,” kata Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel seperti dilansir Sky News. “Saya memberikan perhatian penuh penggunaan obat ilegal GHB untuk digunakan pada kejahatan ini dan meminta Dewan Penasihat Independen Penyalahgunaan Obat untuk mengkaji ulang apakah kontrol terhadap obat tersebut cukup kuat,” ujarnya.

GHB atau gamma-hydroxybutyrate dikenal sebagai ekstasi cairan dan digunakan untuk meningkatkan kualitas seks dan meningkatkan kegembiraan seseorang. Itu tergolong obat C yang biasanya dicampurkan pada minuman. Jika terlalu banyak mengonsumsi obat itu maka bisa mengakibatkan pingsan.

Sumber: sindonews.com

Tags: manchesterpemerkosaanreynhard
Previous Post

MUI: Istilah Perda Syariah Tak Dikenal dalam Konstitusi Indonesia

Next Post

Guru Hebat di Pedalaman Aceh Ini Bernama Sulastri

Next Post

Guru Hebat di Pedalaman Aceh Ini Bernama Sulastri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Kasus Reynhard Sinaga Asal Indonesia Guncang Ekonomi Manchester

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com