Banda Aceh – Ketua II Dewan Pimpinan Pusat ISKADA Aceh Rahmat Amjusfa menyesalkan ketidak adanya fasilitas yang mempuni dan lengkap di RSUD Meuraxa, tepatnya di poliklinik Gigi dan Mulut. Padahal RSUD tersebut merupakan RSUD Tingkat II (Kelas B) dibawah pemerintah Kota Banda Aceh.
“Padahal kita dirujuk ke rumah sakit ini, saya membawa rujukan dari Klinik Sentra Medika Harapan Bunda ke RS Meuraxa, guna mencabut gigi geraham. Dua hari saya bolak balik, setelah difoto rontgen dan antri berjam-jam, ternyata tidak bisa dilakukan Tindakan. Kata dokter dengan alasan bahwa alat bor-nya tidak ada alias tidak tersedia, maka saya dirujuk ke RS Zainal Abidin, ada beberapa orang mengalami hal yang sama dihari tersebut,” ungkapnya dengan nada sedikit kesal.
Dengan adanya kejadian seperti ini, Rahmat mengharapkan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk segera menangani persoalan tersebut, kasihan masyarakat yang sudah datang melakukan proses administarsi berhari-hari tapi tidak ada tindakan.
“Saya juga sudah melaporkan kejadian ini kepada Ketua DPRK Kota Banda Aceh Farid Nyak Umar.”
“Semoga dengan sedikit celotehan dari wakil kita tersebut persoalan ini bisa teratasi,” imbuhnya.










