Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Bocah Keturunan RI Jadi Yatim Piatu tanpa Kewarganegaraan di Malaysia

Atjeh Watch by Atjeh Watch
24/04/2023
in Internasional
0
Bocah Keturunan RI Jadi Yatim Piatu tanpa Kewarganegaraan di Malaysia

Jakarta – Muhammad Yusri, bocah warga Indonesia (WNI) berusia 8 tahun yang tinggal di Malaysia, luntang-lantung tanpa status kewarganegaraan setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Pasalnya, Yusri tak punya kewarganegaraan karena kelahirannya belum dilaporkan dan pernikahan orang tuanya tak terdaftar.

Yusri merupakan anak dari ibu WNI dan ayah asal Malaysia. Ia menjadi yatim piatu setelah ayahnya meninggal pada 12 April lalu.

“Saya membangunkan Ayah namun dia tidak bangun, tangannya keras, tubuh Ayah dingin. Saya kemudian mematikan kipas angin dan keluar untuk memberi tahu bibi saya di sebelah rumah,” kata Yusri saat ditanya bagaimana ia menyadari ayahnya meninggal, seperti dikutip Malaysia Kini, Jumat (21/4).

Sebelum ayahnya meninggal karena serangan jantung, ibunya telah lebih dulu tutup usia yakni sekitar satu tahun yang lalu.

Kepergian kedua orang tuanya itu pun memberi beban berat bagi Yusri yang tak punya kewarganegaraan karena ‘kelalaian’ mereka.

Pernikahan ayah dan ibu Yusri tidak terdaftar. Sementara kelahirannya juga tidak melalui prosedur yang sesuai.

Yusri lahir di rumah dan dibesarkan di sebuah desa di Puchong, Selangor, sebelum mengikuti ayahnya ke Port Dickson, Negeri Sembilan, awal tahun ini. Kelahirannya pada 2015 silam tak langsung dilaporkan oleh orang tuanya karena faktor-faktor tertentu.

“Kami diberitahu alasannya adalah karena mereka mengalami kesulitan hidup pada waktu itu. Pada awal tahun ini, ayah Yusri memang mulai melakukan pencatatan kelahiran, tapi kami tidak begitu yakin sudah sampai mana prosesnya,” kata Haslinda (48), mantan istri ayah Yusri yang kini merawat dia.

“Setelah kematian ayah Yusri, kami menemukan beberapa salinan dokumen seperti formulir pendaftaran kelahiran, pernyataan saksi di bawah sumpah, dan laporan polisi terkait kelahiran Yusri yang dibuat oleh almarhum ayahnya,” ujarnya menambahkan.

Pendaftaran identitas Yusri sendiri bukan perkara mudah. Warga mesti melalui prosedur ketat yang ditetapkan oleh Departemen Registrasi Nasional (JPN) Malaysia.

Haslinda mengaku tak tahu banyak soal prosedur untuk mendaftarkan status kewarganegaraan Yusri. Ia pun berharap otoritas pemerintah terkait bisa membantunya mengurus kewarganegaraan Yusri.

“Saya memahami bahwa prosesnya tidak mudah dan kami berharap ada pihak-pihak yang dapat membantu mengelola dan menyederhanakan masalah ini, terutama instansi pemerintah terkait,” ucapnya.

Di usianya yang kedelapan ini, Yusri juga dikabarkan mulai ingin bersekolah seperti anak-anak lainnya. Haslinda pun bertekad untuk memastikan Yusri bisa mendapat pendidikan terbaik.

“Kami akan memastikan bahwa kebutuhannya memadai dan Insya Allah saya urus seperti merawat anak kandung,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail telah menyatakan komitmennya untuk membantu keluarga Haslinda, terutama Yusri.

“Insya Allah saya kelola, sekarang masih mengerjakan umrah,” katanya singkat awal pekan ini.

Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur sejauh ini belum memberikan tanggapan mengenai kabar Yusri. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha juga belum menanggapi pertanyaan CNNIndonesia.com.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

MUI Desak OKI-PBB Segera Hentikan Perang Saudara di Sudan

Next Post

TNI Sebut Pratu F Tewas Usai Jatuh ke Jurang saat Diserang KKB

Next Post
TNI Sebut Pratu F Tewas Usai Jatuh ke Jurang saat Diserang KKB

TNI Sebut Pratu F Tewas Usai Jatuh ke Jurang saat Diserang KKB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

17/04/2026
Ketua FJA Minta Legislatif Sisihkan Pokir Bangun Rumah untuk Dhuafa di Abdya

Ketua FJA Minta Legislatif Sisihkan Pokir Bangun Rumah untuk Dhuafa di Abdya

17/04/2026
Angin Puting Beliung Landa Tiga Desa di Aceh Tenggara

Angin Puting Beliung Landa Tiga Desa di Aceh Tenggara

17/04/2026
Satu Unit Rumah di Ulee Kareng Terbakar

Satu Unit Rumah di Ulee Kareng Terbakar

17/04/2026
Seorang Oknum Pria di Nagan Ditahan Polisi Atas Dugaan Kasus Asusila

Seorang Oknum Pria di Nagan Ditahan Polisi Atas Dugaan Kasus Asusila

17/04/2026

Terpopuler

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

16/04/2026

ABG di Aceh Diperiksa Polisi Usai Live Pamer ‘Aset Pribadi’ di Tiktok

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Bocah Keturunan RI Jadi Yatim Piatu tanpa Kewarganegaraan di Malaysia

Asa Janda Miskin di Gubuk Plastik, Uluran Tangan Dermawan hingga Perhatian Pemerintah Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com