Aceh Selatan- Akses jalan tani rusak berat para petani keluhkan badan jalan yang longsor sangat sulit untuk dilalui bahkan ada beberapa orang yang jadi korban akibat terjatuh dan terpeleset.
Sebelumnya tidak sedikit masyarakat Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan melaporkan ke pihak yang berwenang, namun jalan tani yang rusak berat dan sulit dilalui itu belum juga ada perbaikan bahkan proposal pun sudah dilayangkan namun tidak juga kunjung diperbaiki.

Ayuzar, koordinator alat berat, mengatakan mendapat laporan dari warga bahwa mereka membutuhkan bantuan alat berat untuk memperbaiki jalan-jalan rusak dan longsor. Lalu Yuzar mengabarkan pesan warga kepada Abu Heri agar dapat membantu petani yang ada di Desa Mutiara.
Bak gayung bersambut, Abu Heri langsung meminta kepada Yuzar agar dapat membantu dan langsung membawa alat berat kelokasi agar segera membantu masyarakat yang mayoritas petani tersebut.
“Alhamdulillah beberapa kendala yang ada di lapangan sudah diselesaikan dan masyarakat sudah bisa melalui jalan tersebut dengan tenang dan tidak perlu was-was lagi masuk ke jurang,” kata Yuzar.

Abu Heri sangat cepat merespon keluhan dari maayarakat petani. Abu Heri intruksikan kepada para pekerja nya misalkan alat berat nya melintasi jalan nasional apabila masyarakat mencegat dan meminta bantuan. Abu Heri meminta kepada Yuzar dan operator nya agar bisa membantu kesulitan warga terutama masyarakat petani.
Ucapan rasa terimakasih masyarakat pun mengalir dan bentuk rasa syukur lahir dari ucapan warga yang melintas di jalan tersebut penuh haru.
Teungku Rizwan, salah satu tokoh masyarakat setempat juga sangat berterimakasih kepada Abu Heri yang sudi membantu masyarakat petani.
Selama ini Teungku Rizwan yang juga mantan tokoh GAM tersebut mengaku sudah berulangkali berihktiar dan meminta bantuan kepada semua pihak termasuk pemerintah agar memperhatikan jalan-jalan tani yang rusak berat.
“Namun baru kali ini bantuan seperti ini datang dari Abu Heri yang notaben-nya adalah rakyat biasa dan bukan dari kalangan pemerintah,” ucap Teungku Rizwan.
Gotong royong pun terjadi dari berbagai kalangan, Keuchik Sayudin pun juga turut membantu berupa minyak beberapa jirigen untuk kelancaran pengerjaan yang sedang dilakukan. Bantuan minyak tersebut inisiatif datang dari keuchik itu sendiri tanpa diminta oleh pihak alat berat lalu langsung ditangani oleh kepala Desa Mutiara tersebut.
“Ini adalah bukti partisipasi kita bersama dalam bergotong royong,” ucap keuchik yang baru saja dilantik tersebut.

“Selaku kepala Desa Mutiara yang baru, saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu petani kami di sini, khusus-nya kepada Abu Heri yang bersedia membantu alat berat nya untuk membantu warga. Sebenarnya sudah lama jalan tani yang rusak parah bahkan jauh sebelum ia menjadi kepala gampong tersebut.”
“Saya tidak tinggal diam juga kan! Jika ada yang datang membantu kami dan kami pun selaku pemimpin di gampong ini juga harus punya inisiatif untuk membantu alakadarnya misalkan seperti minyak alat berat tersebut,” kata Sayudin.
Sardi, selaku pedagang juga sangat bersyukur dengan adanya bantuan tersebut.
“Dengan diperbaiki jalan yang rusak maka petani pun mudah melaluinya,” kata dia.

“Bagi saya ini adalah karunia Allah yang luarbiasa bagi masyarakat disini,betapa tidak dengan jalan tani yang bagus maka perekonomian juga ikut bagus,” kata Sardi.
Bentuk rasa syukur juga datang dari Imuem Syiek Teungku Khairun yang memang setiap hari melintas di jalan yang rusak dan longsor tersebut. Teungku Khairun mengatakan bahwa ini adalah anugerah bagi petani yang tiap hari lalu lalang di jalan ini.
“Saya sebagai petani sekaligus Imuem Syiek di gampong ini benar-benar sangat berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu jalan kami. Kami ini rakyat kecil tidak tahu harus mengadu kemana saat kami dalam kesulitan seperti ini,” ucap Teungku Khairun.
“Banyak pujian tidak hanya datang dari berbagai tokoh saja, rakyat kecil pun ikut mengomentari positif dari apa yang sudah dibantu oleh Abu Heri,” tutup Teungku Khairun.










