Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Teungku Juah; Iswanto Sudah Sepantasnya Diganti

Admin1 by Admin1
09/07/2023
in Nanggroe
0
Teungku Juah; Iswanto Sudah Sepantasnya Diganti

JANTHO – Mantan Ketua DPRK Aceh Besar, Saifuddin Daud atau Teungku Juah, menilai Pemerintah Aceh Besar di bawah kepemimpinan Muhammad Iswanto selaku penjabat bupati, dinilai kurang memberi dampak pembangunan dan kemajuan bagi daerah.

Teungku Juah meminta Kemendagri untuk menunjuk sosok baru yang bisa merangkul semua kalangan untuk kemajuan di Aceh Besar.

Hal ini diungkapkannya kepada wartawan, Minggu 9 Juli 2023.

“Sebaiknya mendagri menunjuk Pj baru yang mampu merangkul semua kalangan masyarakat Aceh Besar karena Aceh Besar ini luas dari kaki Seulawah hingga kaki Geureutei,” ujar Teungku Juah.

Kata dia, demikian juga disiplin tupoksi pengawai harus dimaksimalkan agar realisasi anggaran terserap sesuai tenggat waktu.

“Ini saya dengar terkait dana pokir dewan saja tebang pilih dicairkan, ini tidak baik bagi jalannya pemerintahan, karena kunci keberhasilan pemerintahan itu antara eksekutif dan legislatif harus bersinergi kompak dan harmonis. Dan dana Pokir itu bukan milik dewan, tapi itu untuk pembangunan milik masyarakat Aceh Besar secara kolektif,” ujarnya.

“Berhentilah melakukan One Man Show, karena PJ itu bukan bupati yang dipilih oleh akyat, dan semestinya kinerja yang harus ditonjolkan adalah kinerja hebat pemeritahan bukan kinerja individual. Pj bupati  ditunjuk oleh Pemerintah Pusat dengan berbagai aspek pertimbangan, melihat kinerja Iswanto setahun belakangan ini sudah tidak layak dipertahankan atau lanjutkan sebagai PJ karena DPRK sudah memboikot laporan LPJ dalam beberapa waktu yang lalu, sebagai mantan anggota dewan saya menilai ini reseden buruk dalam komunikasi pemerintahan.”

“Bagaimana dia mau bekerja untuk masyarakat Aceh esar dengan Sekda tidak bisa bersinergi, konon lagi dengan DPRK. Ini maindset kelola anggaran yang mementingkan kepentingan  kelompok daripada kepentingan masyarakat Aceh Besar secara luas. Barometernya apa? Jika yang bersangkutan bersinergi dengan Sekda secara apik otomatis sekda menolak diusul oleh DPRK sebagai calon PJ,” ujarnya.

“Aceh Besar sudah mundur selangkah dari kabupaten lain, hutang sudah menjadi beban daerah akibat salah kelola manajemen pemerintahan. Sebagai mantan Ketua DPRK, saya menyayangkan hal ini bisa terjadi karena Aceh Besar. 23 kecamatan bukan hanya satu kecamatan jadi membutuhkan keseimbangan untuk mewujudkan kesejahtraan dan pemerataan pembangunan dan dalam menghadapi tahun politik dalam pemilihan umum tentu menyerap anggaran yang tidak sedikit, tapi PJ kedepan harus berpikir keras bagaimana melobi pemerintah pusat dan kementrian untuk surplus dana dalam berbagai program.”

“Bila anggaran yang tersisa dikelola secara tidak profesional, dimana kita review tidak profesional ya dari hasil audit BPK, masalah aset pemerintah, ada aset digunakan oleh yang tidak berhak. Urusan cuma publikasi dan foto foto pun pakek mobil dinas, padahal bukan orang dinas, dan bukan kepentingan dinas, ini kan lucu dan ganjil. Dan bahkan ada persoalan kelebihan pembayaran paket kegiatan proyek, target PAD yang tidak tercapai. Ya kesimpulan dari saya, Iswanto sudah sepantasnya diganti dengan sosok PJ yang lebih komunikatif dan akomatif terhadap kepentingan non partisan kelompok atau group. Karena Aceh Besar adalah kabupaten penopang provinsi jangan salah urus, yang sudah ada sekarang terhutang, jangan sampai kolaps,” ujar dia lagi.

Previous Post

Gegana Ledakkan Benda Yang Diduga Bom di Langkahan

Next Post

Tutup Open Tournamen PBSI Aceh, Pj Bupati Abdya: Saya Bangga pada Safaruddin

Next Post
Tutup Open Tournamen PBSI Aceh, Pj Bupati Abdya: Saya Bangga pada Safaruddin

Tutup Open Tournamen PBSI Aceh, Pj Bupati Abdya: Saya Bangga pada Safaruddin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

IKAT Aceh Minta Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan Pembatasan Penerima JKA

02/05/2026
BKKBN Aceh Sasar 15.572 Akseptor dalam Layanan KB Serentak

BKKBN Aceh Sasar 15.572 Akseptor dalam Layanan KB Serentak

02/05/2026
Anggota Komunitas RGM Raih Penghargaan GTK Berprestasi dan Penulis di Bireuen

Anggota Komunitas RGM Raih Penghargaan GTK Berprestasi dan Penulis di Bireuen

02/05/2026
PSMS Yakin Rebut Kemenangan Ketiga dari Persiraja Banda Aceh

PSMS Yakin Rebut Kemenangan Ketiga dari Persiraja Banda Aceh

02/05/2026
BWS Sumatera I dan Kabinda Tekan Risiko Bencana Hidrometeorologi di Aceh

BWS Sumatera I dan Kabinda Tekan Risiko Bencana Hidrometeorologi di Aceh

02/05/2026

Terpopuler

Abi Roni Terpilih secara Aklamasi di Musprov FPTI Aceh 2026 – 2030

Abi Roni Terpilih secara Aklamasi di Musprov FPTI Aceh 2026 – 2030

01/05/2026

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Tunjuk Mulya Arfan Jadi Plt Kepala Disdukcapil

Teungku Juah; Iswanto Sudah Sepantasnya Diganti

Rencana KNMP di Susoh Jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Nelayan Palak Kerambil

Kinerja Pidie Jaya Menguat di Era Sibral Malasyi, Data BPS Tunjukkan Tren Positif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com