JALIN mungkin merupakan sebuah tempat yang tak asing lagi bagi warga di Aceh, termasuk nasional. Nama ini sering disorot oleh sejumlah media massa periode 2010 karena sempat menjadi markas pelatihan teroris. Pemberitaan tentang Jalin menjadi isu nasional selama beberapa bulan lamanya.
Namun itu dulu. Jalin yang angker kini berubah menjadi salah satu magnet wisata di Aceh.
Masyarakat, terutama para tetua gampong setempat, menyadari bahwa persepsi tentang Jalin perlu dirubah.
Kini, setelah hampir 13 tahun berlalu, Gunung Jalin berubah menjadi salah satu tempat ekowisata yang menarik untuk dikunjungi.
Ya, beberapa pengiat wisata, mampu menyulap Jalin menjadi salah satu lokasi wisata yang menarik dikunjungi.
Jalan menuju Jalin hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
Jalan menuju Jalin telah beraspal dan bisa dilalui dengan roda empat. Sekitar 10 hingga 15 menit jika perjalanan ditempuh dari Kota Jantho.
Kicauan burung dan rimbunnya perpohonan akan memanjakan mata sepanjang perjalanan.
Sungai Jalin mengalir jernih. Cagar alam terbentang luas sejauh mata memandang.
Syahrulrizal, seorang pemandu wisata, menyapa atjehwatch.com, saat tiba di lokasi. Mereka tergabung dalam komunitas Kahawa Adventure.
“Sini masih asri. Jauh dari hiruk pikuk kemacetan perkotaan. Cocok untuk wisata keluarga,” ujar pria yang akrab disapa Yahwa ini.
Menurutnya, Jalin menawarkan sejumlah wisata untuk keluarga. Salah satunya adalah Arung Jeuram.
“Mau coba Arung Jeuram di Sungai Jalin. Akan ada orang yang mendampingi. Lengkap dengan alat pengamannya,” ujarnya lagi.
Arung Jeuram di Sungai Jalin cukup menantang adrenalin. Di beberapa tempat, airnya mengalir deras sehingga pelahu karet meluncur dengan cepat. Namun kesigapan tim pemandu membuat perjalanan menjadi aman hingga titik terakhir.
Usai ber-arung jeuram, pilihan selanjutnya adalah mandi di sungai Jalin. Bagi pengunjung yang suka memancing, sungai Jalin juga menyimpan banyak ikan kerling dalam ukuran besar. Jika beruntung, ikan kerling ukuran besar, menjadi santapan makan siang bersama keluarga di tempat ekowisata tersebut.
Seorang tetua gampong di Jalin mengatakan Jalin telah lama tertinggal dibanding daerah lainnya di Aceh.
“Dari masa Belanda, Jalin itu sudah ada penduduknya. Dulu nama gampongnya adalah Seumayam. Jalin itu dusunnya. Jalin pernah dijadikan tempat markas Belanda. Kemudian konflik Aceh selama hampir 30 tahun juga membuat daerah ini terisolir. Belum lagi di 2010, Jalin diberitakan jadi lokasi pelatihan teroris,” ujar dia.
Kini katanya, kesadaran warga di Jalin mulai tumbuh. Mereka menyulap keaslian Jalin sebagai tempat ekowisata dengan bekerjasama dengan pengiat wisata di Aceh.
“Alhamdulillah. Warga di sini senang Jalin kini mulai menjadi lokasi ekowisata. Sungai Jalin jernih,” kata dia.
Bagaimana tertarik berkunjung ke Jalin? Bagi yang tertarik bisa menghubungi 08126955898 atas nama Syahrulrizal atau Yahwa. Dijamin pengunjung akan merasakan sensasi tersendiri saat bertandang ke tempat ini.










