Singkil – Pj Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat, Risman Zeg, memberikan hak jawab atas pemberitaan yang dimuat media ini hari Jum’at, 25 Agustus 2023 yang berjudul, “Stok oksigen di Puskesmas di duga habis, balita penderita sesak nafas di Pulau Banyak Barat meninggal dunia.”
Ada 3 poin hak jawab dan klarifikasi secara tertulis yang di terima media ini, Jum’at, 25 Agustus 2023.
“Mengenai pasien yang meninggal adalah pasiennya rujukan dan sudah dirawat di RSUD Aceh Singkil, dan 1 Minggu yang lalu dengan diagnosa sensitive kulit dan penanganannya selama di RSUD harus dibantu dengan tertentu dan harus selalu berada di ruangan dingin atau ber AC,” kata Pj. Kepala Puskesmas PBB, Risman Zega dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Jum’at, 25 Agustus 2023.
“Pada Rabu 23 Agustus, keluarga pasien memanggil staf Puskesmas untuk membantu yang sakit dan diminta ditangani di rumah Pasien. Tenaga kita menganjurkan supaya di bawa ke Puskesmas, namun keluarga pasien tetap bertahan untuk di rawat di rumah. Karena mengingat sumpah dan perikemanusiaan tenaga Puskesmas konsultasi sama dokter sampai memberi bantuan O2 dan dipasang di rumah pasien walaupun seharusnya itu melanggar aturan.”
“Mengingat kondisi Pasien semakin parah dan juga keterbatasan stok O2 di Puskesmas maka pasien dianjurkan untuk segera dirujuk kembali ke RSUD Aceh Singkil, namun keluarga pasien tidak member respon serius,” lanjutnya menyampaikan seperti tertulis pada nomor 2 hak jawab dan klarifikasi tersebut.
Sedangkan mengenai pemberitaan Puskesmas Pulau Banyak barat kekosongan stok oksigen itu, kata dia, tidak benar.
“Hanya kesalahan pegawai Puskesmas sendiri memberikan keterangan yang tidak benar kepada awak media, karena dapat dibuktikan bahwa hingga pasien meninggal dunia, selang oksigen masih terpasang di tubuh pasien artinya bukan disebabkan kekurangan oksigen,” seperti di tulis Pj. Kepala Puskesmas PBB di akhir hak jawab dan klarifikasinya.
Reporter : AA










