Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Mahasiswa Papua: Tidak Ada Rasisme, Kami Nyaman Tinggal di Aceh

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
31/08/2019
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Mahasiswa asal Papua yang sedang menimba ilmu di Aceh menyatakan hingga saat ini merasakan masih aman dan nyaman tinggal di Aceh. Walaupun di Aceh, mereka merupakan penduduk minoritas.

Seperti diketahui, Aceh merupakan satu-satunnya provinsi yang menerapkan syariat Islam. Sedangkan mahasiswa Papua yang berada disini memiliki latar belakang suku, agama, ras, sosial dan budaya yang berbeda.

Kendati demikian, sebanyak 74 mahasiswa yang berasal dari Papua, menyatakan selama menimba ilmu di sejumlah Universitas di Aceh belum pernah mengalami diskriminasi oleh masyarakat di Aceh. Bahkan kehadiran mereka disambut baik oleh masyarakat di Bumi Serambi Mekkah ini.

Hal tersebut disampaikan Yuspani Asemki selaku Ketua HIMAPA (Himpunan Mahasiswa Papua Aceh), disela-sela kegiatannya di kampus Unsyiah, Banda Aceh, Jumat (30/8/2019).

Dirinya mengatakan, Aceh merupakan provinsi yang patut untuk dicontoh dalam hal toleransi.

“Walaupun kami memiliki latar belakang yang berbeda baik itu agama, budaya dan sosial, tapi orang Aceh menerima kami dengan terbuka,” katanya.

“Disini kami tak pernah merasakan rasisme dan lain-lain, sampai saat ini, kuliah kami berjalan lancar aman dan nyaman. Tidak pernah ada yang katain kami, tidak ada yang mengusik kami, bahkan juga tidak ada yang melarang-larang kegiatan kami lakukan,” tambahnya lagi.

Dari Aceh, Yuspani Asemki berpesan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar terus menjaga keharmonisan, tetap menjaga persatuan dan kesatuan sama lain agar rasisme antar sesame tidak terjadi lagi, seperti yang dialami oleh mahasiswa asal Papua di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Yang dilakukan berbagai tempat di Papua, masyarakat tidak terima karena telah menyakitkan hati kami sebagai warga Papua. Saya pikir itu wajar untuk membela identitas. Oleh sebab itu kami harapkan untuk kedepan jangan ada lagi, karena kita Indonesia,” ujarnya.

Dirinya juga menginginkan agar hubungan baik antara Aceh dan Papua tetap terus terjaga, aman, damai, dan tidak ada rasisme, sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.[]

Tags: acehmahasiswapapuarasismeunsyiah
Previous Post

Menunggu Dialog Jakarta – Papua, Referendum atau Otsus?

Next Post

Peringatan 1 Muharram, Walikota Banda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Pawai Karnaval

Next Post

Peringatan 1 Muharram, Walikota Banda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Pawai Karnaval

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

21/07/2026
FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

21/07/2026
BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026
Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

21/07/2026
Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

21/07/2026

Terpopuler

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

18/07/2026

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

Bupati Sarjani Mutasi 45 Pejabat dan Siapkan Evaluasi Berkala

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com