Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kisah Getir Bocah Pengemis di Aceh

Admin1 by Admin1
20/09/2019
in Nanggroe
0
Kisah Getir Bocah Pengemis di Aceh

Foto liputan6.com

LHOKSEUMAWE – MS (9), diduga mendapat perlakuan tak manusiawi. Selain dipaksa mengemis, bocah di Aceh tersebut juga disiksa jika tidak membawa pulang uang hasil dari meminta-minta.

Pelaku penganiayaan diduga Muhammad Ismail (39), dan Uli Grafita (38). Keduanya adalah ayah tiri dan ibu kandung korban sendiri.

Ketiganya tinggal di rumah kontrakan di Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh. Bentuk penganiayaannya berupa memukul dan mengurung MS.

Ismail seorang wiraswasta, sementara istrinya ibu rumah tangga (IRT). Adapun MS, sudah lama putus sekolah, dan diduga menjadi mesin pencari uang bagi kedua orang tuanya.

MS kerap ditemui sedang mengemis di jalan dan sejumlah warung kopi Kota Lhokseumawe. Kepalanya dipukul serta tangannya diikat dengan rantai besi jika pulang dengan tangan hampa.

Seorang tetangga korban melaporkan perbuatan Ismail dan Grafita ke Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat. Keduanya pun digelandang ke kantor polisi sektor Banda Sakti, Rabu kemarin (18/9/2019).

“Pukul 16.15 WIB, korban dan yang diduga pelaku dibawa dan diserahkan ke Polres Lhokseumawe bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) guna pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kapolsek Banda Sakti, Iptu Irwansyah, dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Kamis.

Apa yang dialami MS menambah daftar kasus kekerasan terhadap anak di Serambi Makkah. Selama kuartal pertama tahun 2019 terjadi sebanyak 158 kasus di provinsi tersebut.

Angka ini berdasarkan data yang P2TP2A Aceh yang belum dimutakhirkan, yang terjadi di 23 kabupaten/kota termasuk yang ditangani P2TP2A, Polda, dan LBH Apik. Setidaknya, ada 4 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Lhokseumawe selama kuartal tersebut.

Paling banyak terjadi pada 2019 yakni perkosaan, sebanyak 34 kasus. Menyusul pelecehan seksual 33 kasus, kekerasan psikis 22 kasus, fisik, dan penelantaran 16 kasus, KDRT 11 kasus, ABH 9 kasus, hak asuh anak 4 kasus, incess dan sodomi 3 kasus, trafficking 2 kasus, eksploitasi ekonomi, dan seksual 1 kasus, lain-lain 16 kasus.

Angka kasus kekerasan terhadap anak yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir terjadi pada 2017 sebanyak 1105 kasus. Pada 2016 sebanyak 937 kasus, dan 736 kasus pada 2018.

Angka kasus pelecehan seksual termasuk tinggi dalam kurun waktu tiga tahun tersebut, pada 2016 terjadi sebanyak 177 kasus, 2017 sebanyak 240 kasus, dan 2018 sebanyak 203 kasus. Sementara kasus sodomi bertengger pada angka 47, 70, dan 8.

Sumber: liputan6.com

Tags: bocah pengemispengemis
Previous Post

Revisi UU Permasyarakatan, Napi Boleh Cuti dan Pergi ke Mal

Next Post

Sistem Pembelian Tebu, Bikin Maju Petani dan Pabrik Gula

Next Post
Sistem Pembelian Tebu, Bikin Maju Petani dan Pabrik Gula

Sistem Pembelian Tebu, Bikin Maju Petani dan Pabrik Gula

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

11/02/2026
AHY Minta Musda Demokrat Aceh Digelar Tanpa Gaduh, Utamakan Persatuan

AHY Minta Musda Demokrat Aceh Digelar Tanpa Gaduh, Utamakan Persatuan

10/02/2026
Kapolres Dampingi Brigjen Pol Noviar Tinjau Pengabdian Mahasiswa STIK Angkatan 83 di Pengungsian

Kapolres Dampingi Brigjen Pol Noviar Tinjau Pengabdian Mahasiswa STIK Angkatan 83 di Pengungsian

10/02/2026
Ibas Ajak Demokrat Aceh Solid, Tekankan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Ibas Ajak Demokrat Aceh Solid, Tekankan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

10/02/2026
Buka Muscab ke-IV HIPMI Abdya, Zaman Akli: HIPMI Bukan Hanya Organisasi Sosial, Tetapi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Meski Sedikit Alot, Akmal Qarasie Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum BPC HIPSI Abdya

10/02/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

11/02/2026

Meski Sedikit Alot, Akmal Qarasie Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum BPC HIPSI Abdya

Pendemo Tuntut Transparansi Pemkab Pijay Soal Bantuan Bencana

Bawa Ribuan Ekstasi ke Bali, Dua Pria Asal Aceh Diciduk di Pelabuhan Gilimanuk

Buka Muscab ke-IV HIPMI Abdya, Zaman Akli: HIPMI Bukan Hanya Organisasi Sosial, Tetapi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com