BANDA ACEH – Sejumlah warga Kota Banda Aceh masih mengeluh soal distribusi air dari PDAM yang dinilai tak kunjung menunjukan pembaikan pelayanan. Selain macet yang hampir berlangsung tiga Minggu, air juga berlumpur dan bau.
“Ini bisa dilihat sendiri. Airnya berlumpur dan bau,” ujar Rizal, 39 tahun, warga Lamgugop Kota Banda Aceh.
Kondisi ini, kata Rizal, berlangsung hampir beberapa hari terakhir. Sebelumnya memang macet total selama sepekan lebih.
“Kalau masalah komplain, hampir setiap hari. Tapi tak pernah ditanggapi. Makanya susah. Pak Amin sendiri sepertinya sudah tutup mata terkait hal ini,” ujar Rizal lagi.
Informasi yang diperoleh atjehwatch.com, persoalan yang dihadipi oleh Rizal sudah dikeluhkan oleh warga lainnya di Ulee Kareng selama hampir 3 pekan lebih. Namun hingga kini tak ada tindaklanjut dari manajemen serta wali kota Banda Aceh.
Kondisi air PDAM yang berlumpur dan bau ini membuat warga kesal.
“Bayar mahal-mahal tapi air berlumpur dan bau. Saat kita complain, wali kota minta bersabar dan manajemen tersenyum,” ujar Nurlelawati, warga Ulee Kareng yang mengaku sudah berulang kali mengadu soal buruknya pelayanan PDAM di Banda Aceh.
“Kami saat ini terpaksa beli air galon untuk keperluan sehari-hari,” katanya lagi. []







