SABANG – Sekjend Karang Taruna Aceh, Khairul Laweung, menyatakan Karang Taruna punya peran strategis untuk membangun Kota Sabang di segala aspek.
Katanya, Karang Taruna tidak hanya terbatas pada menangani masalah sosial, namun ada peran-peran lain yang juga strategis.
“Setidaknya ada lima peran Karang Taruna sebagai laboratorium Gotong Royong di Sabang, berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” kata Khairul Laweung pada acara yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Aceh di aula Dinas Kominfo Sabang, Rabu 16 Oktober 2019.
Khairul Laweung menjadi narasumber dalam acara sosialisasi Karang Taruna di Sabang.
Peran pertama, kata Khairul, Karang Taruna hadir untuk membantu berbagai permasalahan sosial di tengah-tengah masyarakat seperti memberikan bantuan pada masyarakat Sabang yang terkena bencana seperti kebakaran dan lain sebagainya. Selain itu, Karang Taruna juga hadir memberikan kontribusi maksimal membantu para penyandang disabilitas.
“Karang Taruna hadir melayani semua pihak dengan spirit niskama karma, atau pelayanan tanpa pamrih,” kata dosen UIN Ar-Raniry ini.
Peran Kedua, lanjut Khairul lagi, Karang Taruna berperan dalam melestarikan seni budaya Sabang, mulai dari tingkat gampong dan desa.
“Saya bangga Karang Taruna kawal seni budaya mulai dari tingkat gampong. Saya juga terharu anak anak di Sabang dari seluruh tingkatan mendapat bantuan beasiswa dari walikota sebanyak 2 juta masing masing anak. Ini menjadi contoh bagi kabupaten kota yang lain akan kepedulian sosial bagi generasi yang akan datang. Ini harus terus kita lestarikan,” ujar mantan Sekjend BEMA UIN Ar-Raniry ini.
Adapun peran ketiga, sambung Khairul, bahwa Karang Taruna berperan menjadi agen perubahan membangun pariwisata sehingga tidak hanya jadi penonton tapi jadi subjek pelaku pariwisata. Seperti misalnya dengan ikut membangun desa sadar wisata menuju desa wisata.
Khairul mencontohkan beberapa Karang Taruna tingkat desa di Bali yang hari ini menjadi kampung kreatif dan bisa bersaing di tingkat nasional.
“Karang Taruna harus mampu ikut membangun desa wisata dan memajukan pariwisata Sabang,” ujarnya.
Sedangkan peran ke empat Karang Taruna, yaitu cukup strategis dalam membangun dan menguatkan ekonomi kreatif di Sabang yang bisa digali dari sumber-sumber budaya Sabang dan nilai-nilai kearifan lokal Sabang. Misalnya di subsektor kuliner dengan makanan tradisional khas Sabang dan di subsektor fesyen seperti kain tenun dan kreatifitas dari tempurung.
Terlebih di era digital dan revolusi industri 4.0, Khairul menjelaskan banyak kemudahan untuk menjadi wirausaha muda dengan berbisnis secara online dengan berbekal smartphone. Sehingga hal ini kesempatan emas bagi anggota Karang Taruna untuk ikut menggarap peluang ekonomi kreatif.
“Kami ingin Karang Taruna tidak hanya jadi penonton tapi subjek pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Dari dulunya jadi pekerja ke depan harus mampu beri kontribusi bangun desa dari sisi pariwisatanya maupun ekonomi kreatifnya,” pinta Pemilik gelar Magister Agama ini.
Sementara peran kelima, yaitu tidak kalah penting pula adalah peran Karang Taruna dalam konteks politik. Secara struktur organisasi, Karang Taruna memang tidak ikut berpolitik tapi secara individu dibebaskan.
“Ketika ada kegiatan Karang Taruna di bidang politik baik di legislatif maupun eksekutif mari kita beri suport penuh dengan catatan melepaskan embel embel Karang Taruna dulu. Saya ajak kelima peran ini bisa dimaksimalkan Karang Taruna dengan spirit kemandirian,” katanya. []










