Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Seragam Harapan Mertua

redaksi by redaksi
12/11/2019
in Feature
0
Seragam Harapan Mertua

Ilustrasi

PRIA muda itu duduk di pojok sebelah kiri salah satu Warkop dalam Kota Banda Aceh. Saat itu Senin malam 11 November 2019. Dua gelas kosong berada di depannya. Matanya terpaku pada layar handphone android miliknya. Ia seolah tenggelam dengan dunianya sendiri. Padahal suara riuh pengunjung di Warkop itu cukup membuat peka telinga.

“Sorry bang. Sibuk dengan handphone. Jadi tak sadar abang datang,” ujar pria muda itu ketika melihat kehadiran atjehwatch.com.

Ia tersenyum. Memanggil pelayan dan kembali memesan dua gelas kopi pancung untuk kami berdua.

“Adi sedang cek informasi CPNS 2019. Kalau ada dibuka formasi bahasa Inggris, rencananya mau ikut,” kata pria muda tadi.

Ya, pria muda tadi bernama Sufriadi. Ia akrab disapa Adi. Adi adalah seorang alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di salah satu universitas swasta di Kota Banda Aceh, sekitar dua tahun lalu.

Namun usai lulus, Adi tak mengajar. Pria asal Gayo ini justru menekuni bidang IT dan desain. Keahliannya di bidang desain dan IT cukup mampuni. Ini dilakoninya sejak masih berstatus mahasiswa. Adi juga pandai mengotak-atik laptop yang bermasalah.

“Tapi bagi orangtua dan calon mertua, ini bukan pekerjaan yang menjanjikan untuk masa depan. Jadi untuk tahun ini, saya diminta ikut tes CPNS,” ujar pria muda tadi dengan senyum kecut.

“Ayah pacar mensyaratkan seragam PNS agak bisa menikah. Apalagi ia baru saja lulus kuliah. Dealine dua tahun,” keluh Adi.

Apa yang disampaikan Adi sebenarnya bukan informasi baru di Aceh. Para orangtua masih menganggap status PNS memiliki level teratas dalam strata sosial. Beberapa di antara mereka, masih menjadikan seragam PNS sebagai syarat melamar.

Sementara pemerintah Aceh, belum begitu focus dalam membantu industri kreatif. Dari 17 triliun lebih APBA 2019 misalnya, hampir 40 persen digunakan untuk kebutuhan dan gaji pegawai negeri. Sementara sisanya lebih ke proyek infrastruktur, SPPD serta tunjangan lainnya.

Kondisi ini belum lagi ditambah dengan fee proyek untuk para pejabat yang duduk di SKPA dan SKPD. Ketergantungan ekonomi Aceh dari APBA juga cukup tinggi. Hal inilah yang akhirnya membuat para lulusan di perguruan tinggi berlomba-lomba mengikuti tes CPNS setiap tahunnya. Namun dari ribuan yang melamar, hanya puluhan yang beruntung dan akhirnya berhasil mendapatkan seragam PNS. Sedangkan sisanya, seperti alumni FKIP, terpaksa honor di sekolah-sekolah dengan bayaran yang jauh di bawah standar, namun berharap suatu saat akan diangkat jadi PNS.

Hanya satu dua orang-orang yang seperti Adi, yang memilih berwirausaha berdasarkan keahlian yang dimiliki. Hanya saja, aktivitas tadi juga belum dianggap sebagai pekerjaan.

“Saya coba ikut tes (CPNS-red), siapa tahu beruntung,” ujarnya lagi.

Seorang pelayan datang membawa dua gelas kopi pancung untuk kami. Adi langsung meneguk kopinya. Ini adalah gelas ketiga dari satu Warkop yang diminumnya malam ini. Adi sendiri, rencananya akan pindah ke Warkop lain, untuk menyelesaikan tugasnya merancang website usai pertemuan kami. []

Tags: acehcpns 2019
Previous Post

Pesona Hutan Manggrove di Kuala Langsa

Next Post

Haji Uma: Jangan Ada yang Membenturkan Saya dengan Mualem-Wali Nanggroe

Next Post
Harta Haji Uma ‘Eumpang Breuh’ Kini Capai Rp4,065 Miliar

Haji Uma: Jangan Ada yang Membenturkan Saya dengan Mualem-Wali Nanggroe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Didong Gayo

Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Didong Gayo

06/08/2026
Tukang Sampah di Italia Nemu Tiket Lotre Rp20 M yang Terbuang

Tukang Sampah di Italia Nemu Tiket Lotre Rp20 M yang Terbuang

06/08/2026
Digaji Berbulan-bulan, 10 Staf Kantor Polisi India Ternyata Fiktif

Digaji Berbulan-bulan, 10 Staf Kantor Polisi India Ternyata Fiktif

06/08/2026
ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

05/08/2026
PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

05/08/2026

Terpopuler

Seragam Harapan Mertua

Seragam Harapan Mertua

12/11/2019

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com