Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Dalam Pelukan Tsunami (Bagian 2)

Admin1 by Admin1
26/12/2019
in Feature
0

BARU 15 meter saya berlari. Gelombang kedua datang. Namun kali ini tak hitam pekat. Hanya air kecoklatan.

Air itu bergerak dengan cepat. Saya hanya pasrah pada saat itu. Menyambut gelombang dan kemudian tenggelam di dalamnya.

Beberapa kali saya mencoba berenang. Namun arusnya sangat kuat. Lidah saya keluh dipenuhi pasir dan air.

Namun tiba-tiba ujung baju saya menyentuh sesuatu. Kemudian badan saya tertahan di sana. Saya mencoba berpegangan pada benda tadi. Belakangan saya ketahui benda tersebut adalah beton lantai rumah warga yang belum selesai. Ujung baju saya tersangkut besi bangunan tadi.

Saya berpegangan hingga akhirnya merayap ke atas atap bangunan tadi. Saya berdiam di sana hingga air gelombang kedua surut.

Merasa sudah aman, saya kembali turun dari atap bangunan tadi. Kemudian berlarian ke rumah adik Bapak guna melihat kakek.

Rumah adik Bapak berbentuk rumah panggung khas Aceh. Saat itu rumah panggung tersebut mulai bergeser 4 meter dari lokasinya semula.

Adik Bapak (kami orang Aceh menyebutnya Cut Lot-red), ternyata masih di rumah. Demikian juga dengan kakek. Kakek lumpuh akibat jatuh dari sepeda sekitar tahun 2003. Namun kakek bertahan dari hantaman tsunami.

Lantai rumah panggung itu setinggi pria dewasa dari permukaan tanah. Kakek dan Cut Lot, bertahan di atas tempat tidur. Tingginya hanya selutut pria dewasa dari lantai.

“Cut Lot, pondosi rumah sudah bergeser. Bahkan ada yang hampir patah. Kalau dihantam tsunami lagi akan rubuh,” ujar saya.

Cut Lot mengiyakan. Saya memanggul kakek untuk membawa ke rumah. Ini karena lokasi rumah kami lebih tinggi dan aman dari hantaman tsunami.

Namun belum sekitar 14 meter bergerak. Gelombang tsunami ketiga kembali datang.

Cut Lot dengan cepat meloncat ke atap rumah orang. Sedangkan saya lari sekencangnya ke rumah panggung milik tetangga lainnya guna menyelamatkan kakek. Saya tidak tahu entah kekuatan dari mana saat itu sehingga mampu memanggul kakek yang beratnya hampir 90 kilo. Saya sendiri beratnya 45 kilo. Saat itu masih sangat kurus.

Tangga rumah panggung kami naiki dengan cepat. Di atas, beberapa pemuda menolong saya untuk memapah kakek agar duduk dengan sempurna. Rumah panggung tadi sangat padat. Ada yang hanya mengenakan pakaian dalam. Di sana kami melihat gelombang tsunami ketiga dan ke empat datang. Gampong kami laksana lautan saat itu.

Beberapa pria terlihat di atas puncuk pohon kelapa. Di bawahnya ada mayat.

Beberapa rumah bermaterial semen mulai rubuh. Jeritan anak kecil menyertai pemandangan tadi. Terdengar juga ocehan beberapa nama warga yang diketahui sudah meninggal.

Kami baru turun dari rumah panggung tadi usai memastikan gelombang tsunami tidak ada lagi. Saya tetap memangkul kakek. Saya takut meminta tolong sama orang lain. Ini karena wajah mereka terlihat redup dan bertingkah seperti orang yang tidak lagi bersemangat hidup. Mereka mengira saat itu telah kiamat.

Saya memanggul kakek hingga ke rumah kami. Di sana, beberapa warga dan Bapak membawanya dengan becak ke atas bukit Desa Neuheun.

Semua keluarga inti saya selamat. Namun perumahan dan penduduk Desa Lamnga hilang separuh.

Sedangkan Desa Gampong Baro lebih parah lagi. Dari ribuan penduduk Gampong Baro. Hanya belasan orang yang selamat.

Di atas bukit, penduduk yang selamat dari Desa Lamnga dan Gampong Baro membentuk posko bersama.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pengurus desa meminta pria dewasa dan pemuda kembali ke kampung. Kami dibentuk tiga kelompok, satu kelompok mencari mayat, satu kelompok menggali kuburan massal, serta satu lagi bertugas salat mayat.

Saya masuk dalam kelompok mencari mayat.[]

Bersambung..

Tags: 15 tahun tsunami acehacehtsunami aceh
Previous Post

Ikut HKSN di Desa Terpencil Pidie, Apa Karya: Hana Tom Lom Gubernur Jak Keuno

Next Post

Juanda Djamal: Irigasi yang Rusak di Aceh Besar Perlu Diperbaiki

Next Post

Juanda Djamal: Irigasi yang Rusak di Aceh Besar Perlu Diperbaiki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

“Hapus Pokir Bersifat Kuota, Kembalikan APBA dan APBK ke Jalur yang Benar”

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

07/08/2026
DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

07/08/2026
YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

07/08/2026
Tuanku Muhammad Minta Pemko Bertindak Cepat, Taman Meuraxa Tak Boleh Jadi Korban Pencurian Berulang

Tuanku Muhammad Minta Pemko Bertindak Cepat, Taman Meuraxa Tak Boleh Jadi Korban Pencurian Berulang

07/08/2026
Penyaluran Dana Desa di Aceh Sudah Capai Rp1,45 Triliun

Penyaluran Dana Desa di Aceh Sudah Capai Rp1,45 Triliun

07/08/2026

Terpopuler

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Dalam Pelukan Tsunami (Bagian 2)

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com