Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Imam Besar Istiqlal: Jadi Muslim Terbaik Tak Mesti Seperti Arab

Admin1 by Admin1
01/01/2020
in Nasional
0

Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar tidak mempermasalahkan penggunaan cadar, dan celana cingkrang di kalangan umat muslim. Sepanjang dilakukan dengan penuh kesadaran hal tersebut merupakan hak asasi seseorang untuk menggunakan simbol-simbol tertentu.

“Yang salah kalau orang yang pakai cadar dan celana cingkrang itu mengharamkan, menajiskan kelompok yang tidak pakai cadar dan celana cingkrang. Sepanjang tidak saling menyalahkan, monggo,” kata dia kepada Tim Blak-blakan detik.com di masjid Baitut Tholibin Kemendikbud, Selasa (31/12/2019).

Hanya saja bila dikaitkan dengan kearifan lokal serta memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam dalam memahami substansi Al-Quran dan Hadits, akan memahami bahwa hal semacam itu adalah cuma atribut Arab. Nasaruddin yang pernah menetap di Timur Tengah berpendapat penggunaan cadar bagi wanita maupun sorban untuk pria merupakan bagian dari hak kultural (culture right) masyarakat di Timur Tengah. Sebab di sana memiliki cuaca lebih panas daripada di tanah air. Sebaliknya saat tinggal di Kanada pada 1993-1994, Nasaruddin melihat banyak perempuan di negara itu juga mengenakan pakaian serba tertutup di saat musim dingin yang ekstrem padahal mereka bukan muslimah.

“Kalau pakai cadar itu wajib, mengapa Rasulullah mengatakan tidak sah haji-nya orang yang pakai cadar. Maka tidak ada satupun orang di Padang Arafah pakai cadar. Harus buka cadar semuanya, karena kalau tidak itu batal haji-nya,” ujar Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah itu.

Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran itu juga menegaskan Islam merupakan agama yang terbuka dan memandang kearifan lokal juga bisa menjadi sumber hukum. Tiap orang, kata dia, akan semakin memiliki diri sendiri jika memahami substansi agama dan mengakui adanya hak kultural dari tiap individu. “Tidak perlu menjadi orang Arab untuk menjadi the best moslem,” tegas Nasaruddin.

Dalam berdakwah, ia melanjutkan, Nabi Muhammad SAW pun tidak melakukan semuanya dari awal. Sebab Nabi diutus untuk menyempurnakan, bukan memulai dari nol. “Jadi apa yang sudah eksis di masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran islam, go ahead,” ujarnya.

Karena itu tidak perlu mengidentifikasikan diri dengan negeri tertentu untuk menjadi seorang muslim. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad menggunakan tiga jari untuk makan karena makanan pokoknya adalah roti, sementara masyarakat Indonesia yang mengonsumsi nasi menggunakan lima jari.

“Kalau kita makan tiga jari kapan kenyangnya kan. Jadi tidak semua perkataan, perbuatan nabi harus diikuti. Jadi kapasitas nabi sebagai makhluk pribadi yang makannya tiga jari juga tidak harus ditiru oleh orang Jepang yang menggunakan sumpit,”ujarnya.

Pada bagian lain, Nasaruddin bicara soal optimismenya terhadap umat muslim Indonesia yang semakin cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian dan tindakan intoleransi. Ia berharap para cerdik-pandai dari masyarakat muslim mainstream aktif dalam melakukan kontra narasi terhadap ujaran kebencian di berbagai media.

Simak selengkapnya dalam Blak-blakan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar “Jadi Muslim Terbaik Tak Mesti Seperti Arab” di detik.com, rabu (1/1/2020).

Sumber: detik.com

Tags: imam istiglalislammuslim
Previous Post

Nahdhatul Ulama Kota Banda Aceh Dukung Surat Edaran Plt Gubernur

Next Post

Biar Kuota Nggak Jebol, Subsidi BBM Buat Nelayan Mau Dicabut?

Next Post
Sudah 20 Hari Tak Pulang, Tiga Nelayan Aceh Diduga Nyasar ke Negara Lain

Biar Kuota Nggak Jebol, Subsidi BBM Buat Nelayan Mau Dicabut?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

12/06/2026
‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

12/06/2026
Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh,  T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh, T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

12/06/2026
Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

12/06/2026
Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

12/06/2026

Terpopuler

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Imam Besar Istiqlal: Jadi Muslim Terbaik Tak Mesti Seperti Arab

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com