Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Apel Siaga Upaya Memperkuat Koordinasi

Admin1 by Admin1
30/01/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Penanggulangan bencana harus melibatkan semua pihak dan unsur. Oleh karena itu, koordinasi antar lembaga harus terus ditingkatkan dan diperkuat agar upaya penanggulangan bencana berjalan maksimal.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M Jafar, saat membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada Apel Siaga Gabungan dan Gelar Peralatan Penanggulangan bencana, di Lapangan Blang Padang, Kamis (30/1/2020).

“Upaya penanggulangan bencana harus melibatkan seluruh elemen. Karena itu, koordinasi antar lembaga mesti kita tingkatkan, sehingga misi penanggulangan bencana dapat berjalan dengan baik. Apel siaga yang kita gelar hari ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat koordinasi untuk bidang penanggulangan bencana di Aceh,” ujar M Jafar.

Selain itu, sambung Jafar, apel siaga juga menjadi wahana untuk menyegarkan pengetahuan tentang kebencanaan dan mempertajam pemetaan tehadap kawasan bencana, sehingga setiap individu menjadikan isu ini sebagai pengarusutamaan dalam setiap gerak pembangunan di Aceh.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Aceh dikategorikan sebagai wilayah rawan bencana. Peristiwa tsunami 15 tahun silam menjadi bukti besarnya ancaman bencana di Aceh. Bahkan setiap tahun, berbagai bencana silih berganti terjadi di Bumi Serambi Mekah.

Untuk diketahui bersama, sepanjang tahun 2019, Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat, setidaknya ada 797 kejadian bencana melanda daerah. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibanding tahun 2018.

Jenis bencana yang paling sering adalah kebakaran pemukiman, banjir genangan, banjir luapan, tanah longsor, banjir bandang dan serangan angin puting beliung. Bahkan, meski dalam skala kecil gempa juga kerap terjadi. Total kerugian akibat bencana sepanjang tahun 2019 mencapai 168 miliar, dan mengakibatkan 6 orang korban meninggal dunia, serta lebih dari 11 ribu keluarga harus mengungsi.

“Tim kita sudah bekerja maksimal untuk mengurangi dampak bencana. Meski demikian, pekerjaan kita masih panjang. Kita tidak tahu bencana apa lagi yang akan mengancam di depan. Yang terpenting, kita harus terus berdo’a agar Aceh terhindar dari bencana,” imbau M Jafar.

Selain itu, Jafar juga mengingatkan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan terus mensosialisasikan upaya mitigasi bencana. “Seluruh tim dan relawan harus senantiasa siaga. Tidak boleh lalai, apalagi mengabaikan sistem koordinasi yang telah dibangun. Upaya untuk melatih diri terus dilakukan agar tim siap bekerja cepat dalam situasi darurat.”

Jafar menambahkan, meski Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, khususnya Pasal 223 mengamanatkan agar Pemerintah Daerah wajib melakukan langkah preventif dalam setiap penanggulangan bencana. Namun tanpa dukungan relawan dan masyarakat, tanggung jawab itu tidak mungkin dapat dijalankan dengan baik.

Pada apel siaga ini, juga diselenggarakan gelar peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki berbagai instansi dan lembaga terkait. Tujuan gelar peralatan ini, bukan hanya untuk mengecek fungsi dan kinerja alat, tetapi juga untuk membangun semangat dalam bekerjasama.

“Mudah-mudahan kegiatan hari ini semakin memperkuat komitmen kita untuk berbuat yang terbaik guna melindungi masyarakat dari segala ancaman bencana. Terimakasih atas partisipasi semua pihak pada kegiatan ini,” pungkas M Jafar. []

Tags: aceh
Previous Post

Sinergi Lintas Sektoral Kunci Sukses Pelaksanaan Program Dekranasda

Next Post

FDP Gelar Expedisi Dakwah di Pulau Banyak

Next Post

FDP Gelar Expedisi Dakwah di Pulau Banyak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026
Bupati Syech Muharram Dorong Hilirisasi Peternakan dan Serapan Tenaga Kerja

Bupati Syech Muharram Dorong Hilirisasi Peternakan dan Serapan Tenaga Kerja

11/04/2026
Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

11/04/2026
USK dan UN Women Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan Gender dan Perubahan Iklim di Aceh

USK dan UN Women Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan Gender dan Perubahan Iklim di Aceh

11/04/2026

Terpopuler

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

09/04/2026

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com