Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (9)

Admin1 by Admin1
04/02/2020
in Cerbung
0

Penulis Musa AM

RISKA semakin sering mengirim pesan singkat usai pertemuan di Lapangan Tugu. Namun Ibnu tetap mencoba untuk berpikir positif. Ia menduga jika si gadis Jawa itu sedang mencari teman baru selama di Aceh.

Riska mengirim pesan di pagi hari, siang hingga saat malam tiba. Sedangkan Ibnu mencoba menanggapi sebiasa mungkin.

Perempuan cantik itu juga mulai sering terlihat di depan RKU 3 yang menjadi ‘markas’ mahasiswa jurusan Sejarah selama ini. Keberadaan Riska di sana, turut menjadi pembahasan serius kop mahasiswa ‘cap sikureung’ itu.

Kepada Ibnu, Riska beralasan kebetulan lewat, ketemu teman hingga diajak kawan ke kantin FKIP karena makanannya enak. Kebetulan pula, saat Riska terlihat di FKIP, ada Ibnu di sana. Namun Ibnu sendiri tetap mencoba berpikir positif. Ia tidak mau ke pikiran macam-macam.

“Tak mungkin ia menyukaiku. Ia terlalu cantik untukku yang bukan siapa siapa. Wanita cantik sepertinya pasti banyak disukai lelaki,” pikir Ibnu.

“Lagian, kalau gadis itu suka pun, dia pasti mundur jika mengetahui latar belakangku.  Aku adalah lelaki sebatang karang. Orangtua mana yang mau menikahi anaknya dengan lelaki miskin seperti diriku,” gumam Ibnu lagi.

“Bang Ibnu, kenapa orang Aceh sangat benci dengan orang Jawa,” tanya Riska saat mereka bertemu di kantin FKIP. Kepada Ibnu, Riska mengaku sedang menunggu seorang teman yang kebetulan kuliah di FKIP.

Riska ke kantin, dan ternyata ada Ibnu di sana yang menikmati segelas kopi sambil baca buku. Ia kemudian duduk di depan pemuda itu. Bau mawar seolah sedang mekar di sekeliling kantin. Beberapa pengunjung menoleh ke arah gadis itu.

Ekpresi wajah Riska kali ini terlihat kaku. Aura-nya sedikit berbeda. Wajahnya terlihat serius.

Ibnu mencoba tersenyum. Ia tak ingin gadis muda itu masuk dalam persoalan konflik yang baru saja reda di Aceh.

“Siapa bilang,” jawab Ibnu dengan memasang mimik wajah serius.

Riska menarik nafas panjang. “Riska sudah setahun lebih di Aceh. Banyak orang ramah kepada Riska saat awal ketemu. Kemudian justru menghindar saat tahu kalau Riska berasal dari Jawa,” katanya kemudian. Pertanyaan itu cukup menohok.

Ibnu mencoba santai. Ia tahu jika Riska adalah gadis cerdas. Menghadapi pertanyaan dari gadis seperti Riska, maka butuh jawaban yang tepat dan masuk akal.

“Mungkin karena konflik di masa lalu. Sebenarnya, orang Aceh tak membenci orang Jawa. Mereka hanya kecewa dengan janji-janji pemerintah pusat yang berada di tanah Jawa,” kata Ibnu sambil mencari kata kata yang tepat untuk diungkapkan.

Jawaban Ibnu ini membuat wajah Riska kembali tersenyum.

“Syukurlah kalau begitu,” ujar sang gadis sambil mencoba memberi senyum termanisnya untuk lawan bicara di depan. Ibnu hampir terbuai dengan senyuman itu. Dia cepat cepat beralih pandang kembali ke buku.

“Riska tidak apa apa kok dibenci oleh seluruh warga Aceh, asal bukan Bang Ibnu,” katanya tiba-tiba sambil menatap Ibnu dengan penuh kelembutan.

Kalimat itu membuat Ibnu tersentak. Bukunya hampir jatuh dari tangan. Ia hampir salah tingkah. Namun Ibnu mencoba bersikap biasa walaupun jantungnya berdetak kencang. “Mungkin Riska sedang mengodaku untuk candaan biasa,” pikirnya saat itu.

“Ris, jangan bercanda seperti itu. Kamu bisa membuat para lelaki salah tingkah kalau mendengarkannya,” ujar Ibnu.

Tapi Riska tetap menatapnya dengan penuh kelembutan.

“Jadi Bang Ibnu bukan laki-laki?” balas Riska lagi dengan mimic serius. Tapi pertanyaan kali ini justru membuat alis Ibnu berkerut.

“Maksudnya?”

Riska tersenyum mendengar respon Ibnu. Gadis itu memamerkan deretan gigi putih bersihnya yang menawan.

“Tadi Abang bilang, kalau aku buat lelaki salah tingkah kalau mendengarkan… Bang Ibnu justru cuek aja kah, berarti…” ujar Riska penuh makna. Kini giliran Ibnu yang tertawa lepas.

“Oh, tidak-tidak. Aku lelaki normal kok,” ujarnya sambil tersenyum. Si gadis terlihat cukup nyaman dengan tawanya.

[Bersambung]

 

 

Tags: wasiet
Previous Post

Ketua Aceh Cat Lovers Tepis Kabar Virus Corona Dibawa Oleh Kucing

Next Post

Terima Gaji Ganda, PNS Aceh Didakwa Korupsi

Next Post
Gagalnya Revolusi Mental Ala Jokowi

Terima Gaji Ganda, PNS Aceh Didakwa Korupsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Videotron Baru di Blangpidie, Diskominsa Abdya Targetkan Dongkrak PAD

Videotron Baru di Blangpidie, Diskominsa Abdya Targetkan Dongkrak PAD

22/10/2026
Optimalisasi Sampah Jadi Sumber Ekonomi Baru, DLH Abdya Siapkan Mesin Cacah Sampah

Optimalisasi Sampah Jadi Sumber Ekonomi Baru, DLH Abdya Siapkan Mesin Cacah Sampah

22/10/2026
Nagan Raya Gelar Diklatsar TAGANA Pertama di Tingkat Kabupaten/Kota se-Aceh

Nagan Raya Gelar Diklatsar TAGANA Pertama di Tingkat Kabupaten/Kota se-Aceh

22/10/2026
Wabup Raja Sayang Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026

Wabup Raja Sayang Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026

22/10/2026
Lewat Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi Daerah

Lewat Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi Daerah

22/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

PB 2M Cup-II Masuki Delapan Besar, Semifinal Sabtu dan Final Minggu

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

PWPM Aceh Akan Laksanakan Rapimwil dan BAM 23 Oktober, Zul Hafiyan Ajak Semua PDPM Ikut Serta Menyukseskan

1,04 Kg Sabu dan 15 Perkara Inkracht: Potret Keras Peredaran Narkotika di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com