BANDA ACEH – Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengunjungi pasien anak yang mengalami nasib malang di RSUZA Banda Aceh.
Pasien anak tersebut bernama M. Azril, berumur 1,8 tahun, asal Gang Kartika, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa.
Bocah M Azril divonis menderita tumor getah bening atau dalam istilah medis disebut Non Hodgkin Lymphoma.
Kini pasien anak ini harus menjalani perawatan di ruang Arafah 1 Kamar 5 RSUZA. M. Azril merupakan anak dari pasangan Zul Nardi, 42 tahun, dan Nurhajiah 32 tahun.
Kedatangan Iskandar Al-Farlaky dan staf diterima oleh keluarga pasien serta didampingi Wadir Pelayanan RSUZA Banda Aceh dokter Endang serta staf.
Kepada Iskandar, Nurhajiah, ibu dari pasien, mengatakan jika M. Azril menderita sakit sejak 3 bulan lalu.
“Awalnya ada benjolan di bagian kepala serta sempat dirawat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa selama satu Minggu. Kemudian dirujuk ke RSUZA. Di sini (RSUZA-red) sudah hampir 10 hari,” kata Nurhajiah.
Nurhajiah berharap anaknya tersebut bisa segera sembuh dan menjalani hari-hari dengan ceria seperti anak lain pada umumnya.
“Kasihan anak saya masih kecil tapi menerima cobaan yang berat,” ujarnya sambil menitihkan air mata.
Menyangkut hal ini, Iskandar berharap pasien anak tersebut mendapat pelayanan prioritas di RSUZA.
“Apalagi pasien ini berasal dari keluarga kurang mampu,” kata politisi Partai Aceh yang dikenal vocal ini.
Mantan Ketua Banleg DPRA ini juga berharap kepada para dermawan, di manapun berada, untuk dapat membantu keluarga ini.
“Bagi yang ingin membantu, dapat menghubungi 085361577106 atas nama ayah/ibu pasien atau menghubungi Lena HP 085260162786 (staf Komisi V). bantuan akan diantar langsung ke keluarga pasien,” ujarnya.
Selain M Azril, Iskandar juga mengunjungi pasien lainnya, masing- masing atas nama Nurjannah, asal Ranto Peureulak, di ruang Arafah 3. Kemudian Hasanah asal Panton Rayeuk di Mina 2 kamar 5. Selanjutnya, Lindawati asal Cot Geulumpang di Mina 2, kamar 7.
Kepada semua pasien yang dikunjungi, Iskandar turut menyerahkan sumbangan kepada keluarga selama melakukan pendampingan di Banda Aceh.
“Kita berharap semua mendapat prioritas dalam penanganan dan dapat sembuh sehingga kembali beraktivitas sebagaimana mestinya,” ujar Iskandar. []








