LHOKSEUMAWE – Rumah Sakit Cut Mutia, Kota Lhokseumawe, dinilai masih terdapat sejumlah kekurangan sebagai rumah sakit rujukan pasien yang terkena wabah virus Corona.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, kepada wartawan, Selasa 17 Maret 2020. Informasi ini merupakan hasil sidak Komisi V DPR Aceh di lapangan beberapa waktu lalu.
“Ada banyak kekurangan yang meski segera dipenuhi oleh Pemerintah Aceh. Ini penting agar petugas medis terlindung selama menjaga pasien. Dan pasien pun bisa sembuh,” kata Iskandar.
Salah satunya, kata Iskandar, saat sidak terungkap bahwa RS Cut Mutia ternyata tak memiliki baju pelindung serta fasilitas yang lengkap bagi perawat dalam menangani pasien yang terpapar virus Corona.
“Seperti helm, masker dan sebagainya. Jika nantinya pasien terpapar virus Corona masuk, ini tentu sangat membahayakan para perawat dan petugas medis di sana. Kabarnya, mereka sudah menyurati Pemerintah Aceh dan kami harap ini segera direspon,” ujar politisi muda Partai Aceh ini.
“Demikian juga soal fasilitas yang belum memadai. Kita harap ini segera dilengkapi.”
Ruang perawatan yang disediakan untuk calon pasien terpapar virus Corona, kata Iskandar, juga belum memenuhi standar.
“Harusnya jalur masuk dan keluar untuk penanganan pasien itu berbeda. Namun di RS Cut Mutia, jalur masuk dan keluar masih sama. Ini juga persoalan serius,” kata Iskandar lagi. []











