Banda Aceh – Ketua Komisi V DPR Aceh, M. Rizal Falevi Kirani, mengaku geram dengan statemen Jubir Covid 19, yang mengaku bahwa Pemerintah Aceh telah mencari tanah sebagai tempat pemakaman umum untuk bakal calon pasien positif yang akan meninggal.
Statemen ini dimuat oleh salah satu media local di Aceh. Statemen tersebut dinilai membunuh keoptimisan warga Aceh agar mampu selamat dari wabah Corona.
“Meunyoe preh ureung mate, hana payah na pemerintah sare (Kalau menunggu orang mati, tidak perlu pemerintah),” kata Falevi.
“Ini harusnya tak keluar dari Jubir Pemerintah Aceh. Ini pernyataan yang sangat tidak pantas,” ujar Falevi.
Harusnya, kata Falevi, Pemerintah Aceh melakukan upaya-upaya yang menjadi tanggungjawab seorang pemimpin di Aceh dalam menghadapi wabah.
“Duduk dulu dengan DPR Aceh dan lembaga vertical lainnya. Bahas tahapan yang akan ditempuh. Tutup semua jalur masuk dan keluar. Perbanyak APD bagi medis, obat-obatan. Salurkan sembako bagi pekerja lepas,” kata Falevi.
“Tapi yang dilakukan selama ini cuma surat menyurat. Tapi diajak duduk dengan DPR tidak mau, kemudian tiba tiba Jubirnya ngomong soal kematian dan Pemerintah Aceh cari tanah kuburan. Ini tidak waras,” ujar Falevi.
Falevi meminta eksekutif untuk memikirkan hati para warga yang berstatus ODP dan PDP di Aceh saat ini.
“Berita itu membuat hati mereka hancur dan imun tubuh mereka turun. Semangat mereka berkurang. Bagaimana hati dari keluarga mereka?” ujar Falevi. []









