Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kisah Ahli Kubur Dapat Kiriman Ibunya yang Masih Hidup

Atjeh Watch by Atjeh Watch
30/04/2020
in Khazanah
0

Dikisahkan dalam kitab An-Nawadir karya Syekh Syihabuddin bin Salamah al-Qalyubi bahwa pada malam Jumat Shalih al-Mursi pergi ke Masjid Jami’ untuk melaksanakan shalat Subuh. Di tengah perjalanan ia melewati maqbarah (pekuburan) dan berdiri sejenak sampai fajar datang. Saat fajar datang, ia pun melaksanakan shalat seperti biasanya, namun usai melaksanakan shalat ia merasakan kantuk yang luar biasa hingga akhirnya tertidur.

Saat tertidur, Shalih melihat para penghuni kubur dalam maqbarah yang ia lewati tadi berhamburan keluar dengan berpakaian putih, mereka duduk bergerombol saling bercerita. Namun, dalam mimpinya itu Shalih menyaksikan ada satu pemuda yang berpakaian lusuh yang duduk sendirian dan terlihat sedih.

Tidak lama kemudian Shalih Al-Mursi menyaksikan sekelompok orang yang bergerombol itu mendapatkan piring yang ditutupi sapu tangan, setiap orang mendapatkan jatah satu piring. Pada saat yang sama, pemuda yang terlihat bersedih tadi tidak mendapatkan apa-apa lalu ia pun pergi dan masuk ke dalam kuburannya.

Shalih Al-Mursi bergegas memburu pemuda tadi untuk menanyakan sesuatu yang menimpanya.

“Wahai Hamba Allah, aku melihatmu sangat bersedih, sebenarnya apa yang yang terjadi padamu?” tanya Shalih kepada pemuda itu.

“Wahai Shalih, apakah tadi kamu melihat piring-piring yang dibagikan?” jawab pemuda itu yang diiyakan oleh Shalih.

Pemuda tadi menceritakan bahwa piring-piring tersebut merupakan piring kiriman dari orang yang hidup untuk orang yang sudah wafat. Dikatakannya, setiap orang hidup yang bersedekah dan berdoa ditujukan untuk orang yang sudah wafat, maka doa dan sedekah itu akan disampaikan kepada ahli kubur setiap hari Jumat dalam bentuk piring.

“Aku adalah orang asing yang berasal dari negara Hindi dan berniat akan melaksanakan ibadah haji bersama ibuku, namun sayangnya ketika baru sampai Bashrah aku meninggal dan dikuburkan di sini,”imbuhnya.

Pemuda itu menceritakan bahwa beberapa waktu setelah ia wafat, ibunya menikah lagi dan sibuk dengan suami barunya hingga melupakan sang pemuda yang tiada lain adalah anak kandungnya sendiri.

“Ibuku tidak pernah berdoa dan bersedekah untukku seakan dia tidak punya anak, sungguh dunia telah membuatnya lalai,” keluhnya.

“Di mana alamat rumah ibumu?” tanya Shalih yang langsung dijawab pemuda itu dengan sebuah alamat lengkap.

Shalih al-Musri kemudian terbangun dan langsung berangkat menuju alamat yang disampaikan oleh pemuda yang ada dalam mimpinya itu. Saat sampai di rumah ibunya, Shalih al-Musri membuka dialog dengan sebuah pertanyaan.

“Apakah kamu punya seorang anak?”

“Tidak,” jawab perempuan yang menjadi ibu pemuda itu.

Tidak lama kemudian Shalih mengulangi pertanyaan serupa.

“Apakah kamu punya seorang anak?”

Sebelum menjawab pertanyaan, perempuan itu menghela napas yang cukup panjang.

“Iya, saya punya anak tapi dia sudah meninggal semasa muda.”

Ibu itu kemudian menangis sampai air matanya bercucuran setelah mendengarkan cerita Shalih al-Musri yang bermimpi bertemu dengan anak dari ibu itu.

“Anak itu adalah darah dagingku, perutku menjadi tempatnya dulu, ASI dariku menjadi makanan dan minumannya, dan pangkuanku menjadi tempat duduknya,” kata sang ibu sambil menangis.

Tidak lama kemudian ibu itu memberikan 1.000 dirham dan meminta Shalih al-Musri agar disedekahkan untuk anaknya.

“Demi Allah setelah ini aku tidak akan melupakannya dan akan selalu bersedakah dan berdoa untuknya di sisa umurku,” kata sang ibu.

Shalih al-Musri kemudian pamit dan melaksanakan amanat ibu dari pemuda itu; bersedekah 1.000 dirham untuk anaknya.

Pada hari Jumat berikutnya, seperti biasa Shalih berangkat menuju masjid jami’ untuk melaksanakan shalat subuh. Kejadian sebelumnya ternyata terulang kembali, Shalih tertidur usai melaksanakan shalat.

Saat tertidur, Shalih kembali melihat para ahli kubur berhamburan keluar dan bertemu lagi dengan pemuda yang sebelumnya lusuh dan bersedih, namun kali ini pemuda tersebut berpakaian putih dan terlihat sangat bahagia.

“Wahai Shalih, semoga Allah membalas kebaikanmu, sesungguhnya hadiah sedekah 1.000 dirham telah sampai kepadaku,” ujarnya.

Sumber: islam.nu.or.id

Tags: Kisah ahli kubur
Previous Post

Langgar Karantina, Pria Singapura Didenda 1.000 Dolar AS

Next Post

Tangis dan Pesan Nek Syarifah Saat Dikunjungi Alfarlaky

Next Post

Tangis dan Pesan Nek Syarifah Saat Dikunjungi Alfarlaky

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, Piala Bupati Pidie 2026 Digelar 14–27 November, 23 Kecamatan Berebut Prestasi Sepakbola

Nyan, Piala Bupati Pidie 2026 Digelar 14–27 November, 23 Kecamatan Berebut Prestasi Sepakbola

08/10/2026
STAIN Meulaboh Lepas 96 Lulusan Sarjana dan 2 Lulusan Program Magister Perdana

STAIN Meulaboh Lepas 96 Lulusan Sarjana dan 2 Lulusan Program Magister Perdana

08/10/2026
Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas

Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas

08/10/2026
TP-PKK Nagan Raya Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal melalui Lomba Kreasi Menu B2SA

TP-PKK Nagan Raya Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal melalui Lomba Kreasi Menu B2SA

08/10/2026
Plt Sekda Abdya Buka Laser Cup I di Lhung Asan, 30 Klub Tarkam Ambil Bagian

Plt Sekda Abdya Buka Laser Cup I di Lhung Asan, 30 Klub Tarkam Ambil Bagian

08/10/2026

Terpopuler

Kisah Ahli Kubur Dapat Kiriman Ibunya yang Masih Hidup

30/04/2020

Membanggakan! Bupati Abdya Raih Penghargaan Nasional di Mata Lokal Fest 2025

Turnamen Voli Semi Open FAVO di Abdya Terancam Batal, Rekomendasi PBVSI Aceh Tak Kunjung Terbit

Lansia Terlantar di Jembatan Babahrot Abdya, Puskesmas Kewalahan Dinsos Diminta Bertindak Cepat

PORA XV di Aceh Jaya Digeser ke 2027

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com