Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Kenapa Dayah yang Harus ‘Dikorbankan’

Admin1 by Admin1
03/05/2020
in Saleuem
0
Dayah Mini Banda Aceh tak Libur, tapi Terapkan Protokol

Pesantren Ramadhan. Pelajar mengikuti pesantren ramadhan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (1/7). Selain belajar membaca Alqur'an, dalam pesantren ramadhan juga untuk memperdalam ilmu agama Islam. Pesantren sendiri didakan mulai ba'da dhuhur hingga waktu berbuka. Republika/Wihdan

KEBIJAKAN Pemerintah Aceh yang memangkas Rp205 miliar anggaran, yang sebelumnya bakal diplotkan untuk dayah guna dialihkan ke penanganan Covid-19 di Aceh, menuai sorotan.

Sorotan ini dapat dilihat dari social media dan dunia maya. Mayoritas netizen mempertanyakan alasan Pemerintah Aceh yang dianggap keluar dari rel dan harapan masyarakat Aceh tersebut.

Pasalnya, kebijakan ini dinilai bertolak belakang dengan keistimewaan yang dimiliki Aceh saat ini, terutama dalam hal penerapan Syariat Islam.

Dayah yang sejatinya mendapat prioritas sebagai garda terdepan dalam membina generasi muda Aceh di bidang keagamaan justru menjadi nomor dua di mata pemerintah Aceh yang sedang berjalan.

Padahal, konon sejak dulu, dayah merupakan simbol utama dalam penguatan keislaman di Aceh. Dayah juga menjadi garda terdepan di Aceh dalam melawan pendudukan Belanda hingga Jepang di masa lalu.

Saat Covid-19 merebak di Aceh, banyak dayah di Aceh juga menuai dampak yang cukup parah. Pasalnya, mayoritas santri dayah datang dari keluarga menengah ke bawah. Demikian juga dengan guru-guru dayah yang rata-rata hidup sederhana.

Pemerintah Aceh harusnya membantu dayah menghadapi masa-masa krisis seperti sekarang. Namun kabar realokasi anggaran dayah Rp205 miliar ke penanganan Covid-19, justru membuat dayah kehilangan harapan untuk bangkit melewati masa-masa krisis seperti sekarang.

“Maka kami minta pada pemerintah Aceh untuk meninjau kembali kebijakan tersebut, apalagi Dinas Dayah salah satu bidang Kekhususan Aceh, tentunya dalam pelaksanaan program menjadi periotas. Kenapa tidak dipotong anggaran bidang yang lain, banyak pengadaan/jasa beli laptop, mobil dinas, perjalanan dinas, dan program multiyer lainya kan masih bisa, kenapa bidang pendidikan?” ujar Usman Lamreung, tokoh muda Aceh Besar, kepada atjehwatch, Sabtu malam.

“Jangan gara-gara  kebijakan refokusing  anggaran dayah jadi hot lagi dengan slogan  Aceh terbodoh di Indonesia karena dana pendidikan dayah di potong sepihak dengan alasan Covid-19 tanpa diputuskan bersama dengan DPRA,” ujar Usman lagi.

“Saat ini kami banyak sekali mendapatkan aduan dari para pimpinan Dayah di Aceh. Bahwa sudah terjadi pemotongan Anggaran Dayah tahun 2020 oleh Pemerintah Aceh guna memenuhi desakan SKB Menteri keuangan dan Menteri dalam Negeri untuk penanggulan Covid 19 yang diperkirakan mencapai 4 triliun,” kata Ketua Komisi VI DPR Aceh, Irawan Abdullah, Jumat 1 Mei 2020.

Anggota DPRA dari Fraksi PKS ini menjelaskan dirinya sudah meminta agar dana untuk dayah di Aceh tidak di pangkas dan tetap seperti sediakala kepada Pemerintah Aceh melalui Ketua DPRA.

Tgk Irawan Abdullah juga mengingatkan bahwa pandemi Covid 19 di Aceh berbeda dengan daerah lain. Sehingga jangan terkesan adanya pemaksaan pusat terhadap daerah, khususnya Aceh berkaitan dengan SKB tersebut.

“Hingga saat ini Pemerintah Aceh juga belum bisa menjelaskan penggunaan dana yang sudah dianggarkan sebesar Rp1,7 triliun secara terperinci. Maka bagaimana pula Pemerintah Aceh harus memenuhi permintaan pusat untuk menganggarkan dana lainnya sampai Rp 4 triliun,” kata Tgk Irawan Abdullah.

Melalui tulisan ini, kita berharap Pemerintah Aceh bisa meninjau ulang kebijakannya yang mengalihkan anggaran dayah ke penangan Covid-19. Ada banyak pos anggaran lainnya yang bisa dialihkan, terutama infrastruktur. Kenapa mesti dayah yang harus dikorbankan?

 

 

 

Tags: acehdayah
Previous Post

Rusia Catat Lonjakan Harian Nyaris 10 Ribu Positif Corona

Next Post

Semua Pasien Positif Corona di Aceh Dinyatakan Sembuh

Next Post
20 WNI di Singapura Sembuh dari Covid-19

Semua Pasien Positif Corona di Aceh Dinyatakan Sembuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

05/06/2026
18 Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara Terima Santunan Kematian

18 Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara Terima Santunan Kematian

05/06/2026
PN Banda Aceh Jatuhkan Pidana Pelayanan Masyarakat kepada Anak Pelaku Pencurian

PN Banda Aceh Jatuhkan Pidana Pelayanan Masyarakat kepada Anak Pelaku Pencurian

05/06/2026
Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Kodaeral 1 Bahas Langkah Strategis

Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Kodaeral 1 Bahas Langkah Strategis

05/06/2026
Akun TikTok Catut Nama Wali Kota Banda Aceh, Pemko Tegaskan Hoaks

Akun TikTok Catut Nama Wali Kota Banda Aceh, Pemko Tegaskan Hoaks

05/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

23 Tahun Wafat, Pengaruh Abu Muhammad Ali Alfalaki Tetap Hidup: Ribuan Jamaah Padati Haul di Teupin Raya

Kenapa Dayah yang Harus ‘Dikorbankan’

Krak, Prabowo Mau Sambungkan Rel KA dari Lampung Sampai Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com