Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Food & Travel

Pulo Aceh Perlu Segera Disolek

Admin1 by Admin1
15/06/2020
in Food & Travel
0
Pulo Aceh Perlu Segera Disolek

Pulo Aceh adalah daerah yang berada dipaling akhir batas wilayah provinsi Aceh serta Indonesia paling barat, wilayah ini terbagi menjadi dua pulau yaitu Pulo Nasi dan Pulo Breuh. Kedua pulau ini lebih dikenal dengan Pulo Aceh yang juga merupakan salah satu Kecamatan di kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Pulo Aceh berada sangat strategis dan tidak jauh dari kota Banda Aceh yang merupakan Ibukota Provinsi Aceh, menjadikan pulau ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu objek wisata unggulan di provinsi Aceh. Karena pulo Aceh memiliki air laut yang jernih berwarna hijau kebiruan, pasir pantai yang putih bersih dan dikelilingi perbukitan hijau yang mempesona.

Pulo Aceh ibarat gadis perawan yang cantik dan belum pernah dilihat. Keindahan pesona dan keindahan Pulo Aceh yang belum terjamah akan menggoda traveler yang menyukai keindahan alam yang masih asli dan belum terjamah. Hanya saja, keindahan Pulo Aceh ini belum dikembangkan dan dikelola secara maksimal.
Pemandangan seperti ini tidak akan dijumpai di tempat-tempat lain di Indonesia. Pemandangan pasir putih berkilau dan batu karang yang bertebaran serta pohon kelapa dan cemara laut yang mengelilingi pantai.

Pulo Aceh yang merupakan satu kecamatan bersama beberapa pulau kecil lain seperti Pulo Nasi, Pulo Teunom, Pulo Jroeng, Pulo Teungkurak, Pulo Bunta, Pulo Tuan Diapit, Pulo U, Pulo Sidom, Pulo Geupon, dan Pulo Lhee Blah. Tetapi pulau yang ada penduduknya hanyalah Pulo Breuh dan Pulo Nasi.

Pulo Aceh terbagi tiga kemukiman yaitu Mukim Pulo Breuh Utara, Mukim Pulo Breuh Selatan, dan Mukim Pulo Nasi. Penduduk Kecamatan Pulo Aceh yaitu berjumlah 4.385 jiwa atau sekitar 1.344 Kepala Keluarga (KK), dengan mata pencarian sebagai nelayan dan petani.

Berbagai potensi yang ada di Pulo Aceh belum bisa di mamfaatkan dengan baik, disebabkan belum terbangunnya sinergisitas pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah karena tidak timbal balik sesuai yang direncanakan. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah baik oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Aceh dan BPKS belum terkoordinasi, sehingga banyak program yang tumpang tindih sampai akhirnya program yang sudah di buat menjadi terbengkalai, yaitu Pelabuhan Perikanan, Gedung Serba Guna, Mes BPKS, Cotega Pemkab Abes dan berbagai fasilitas lain saat ini belum digunakan semestinya.

Begitu juga berbagai masalah pelayanan publik menjadi terkendala yang sangat besar di Pulo Aceh, diantaranya adalah fasilitas kesehatan, pendidikan, trasportasi, dan waduk. Ini adalah bagian dari kebutuhan dasar masyarakat namun belum tertangani dengan baik. Malah sering sekali sarat masalah. Selain sarana, juga masalah adalah pelayanan akibat tidak disiplin para pegawai baik dibidang pendidikan dan kesehatan, kadang kala bolos kerja. Ini sering menjadi sarat masalah yang tak kunjung selesai.

Begitu juga dengan masalah ekonomi, perputaran ekonomi di Pulo Aceh lambat, bukan karena tidak ada pelayanan Bank, namun sektor rill belum tersentuk dan berkembang. Dua hal yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Aceh Besar di Pulo Aceh yaitu Sektor Parawisata dan Perikanan. Bila sektor ini benar-benar dikembangkan tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Pulo Aceh, tidak hanya masyarakat di sana saja, tapi juga masyarakat kota Banda Aceh. Maka dalam pencapaian dua program besar tersebut seharusnya Pemkab Aceh Besar harus ada blue print pengembangan kawasan Pulo Aceh berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat, BPKS pemerintah Aceh, dan pemerintah Kota Banda Aceh.

Sudah saatnya penyelesaian masalah dan pembangunan Pulo Aceh dilakukan terintegrasi, sinergi untuk mempercepat pembangunan baik sektor parawisata dan perikanan, selain program-proram lain yang tak kalah penting.

Sudah seharusnya diakhiri program-program popularitas, artinya bila ada masalah baru diselesaikan dan direspon cepat, seharusnya ada blue printa atau rancangan program dengan target yang jelas, dan bisa menguntungkan daerah serta masyarakat.

Maka kami sarankan pemerintah kabupaten Aceh Besar dan DPRK menjadi garda terdepan untuk melakukan koordinasi dan membangun komunikasi, dengan BPKS, Pemko Banda Aceh dan Pemerintah Aceh.

Begitu Besar Potensi Pulo Aceh, namun pemerintah Aceh Besar, belum fokus dalam pembangunan kawasan tersebut, sepertinya tak konsisten dengan janji, dan tak punya konsep dalan pengembangan Pembangunan Pulo Aceh..

Penulis adalah Usman Lamreung, Pengamat Pembangun dan Kebijakan Publik Aceh

Previous Post

Optimalisasi Zakat Produktif di Aceh: Solutif Bagi Umat?

Next Post

Teuntra Rusia Turut Komentari Pernyataan Yunan Nasution Soal Amat Lembeng

Next Post
Teuntra Rusia Turut Komentari Pernyataan Yunan Nasution Soal Amat Lembeng

Teuntra Rusia Turut Komentari Pernyataan Yunan Nasution Soal Amat Lembeng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

06/09/2026
Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

06/09/2026
Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

06/09/2026
Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

HT Ibrahim: Dari Kompetisi Gampong, Kita Harapkan Lahir Bintang Sepak Bola Aceh

06/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Pulo Aceh Perlu Segera Disolek

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com