Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Usai Masa Pakai, Ilmuwan Pikirkan Strategi Daur Ulang Panel Surya

Admin1 by Admin1
18/07/2020
in Teknologi
0
Usai Masa Pakai, Ilmuwan Pikirkan Strategi Daur Ulang Panel Surya

PANEL surya yang kita ketahui sebagai sumber energi alternatif di masa depan ternyata tidak seterusnya dapat digunakan. Panel surya juga memiliki masa aktif untuk menyimpan cahaya matahari menjadi listrik sebelum masa waktunya berakhir.

Para peneliti di National Renewable Energy Laboratory (NREL), Amerika Serikat, telah melakukan kajian tentang manajemen akhir modul solar photovoltaic (PV). Modul PV adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan panel surya.

Modul PV terbuat dari bahan yang berharga, bernilai, kritis dan beracun, serta memiliki umur sekitar 30 tahun. Para peneliti sedang memikirkan bagaimana cara mengolah limbah PV.

Pengelolaan limbah PV menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti untuk dapat mengatasinya. Sejauh ini belum ada standar untuk cara mendaur ulang sesuatu yang berharga dan memitigasi yang beracun.

Banyak artikel yang mengulas tentang cara daur ulang PV tetapi belum ada kajian atau penelitian yang menjanjikan untuk daur ulang PV. Penilaian limbah PV secara global perlu dilakukan untuk melihat dampak dan upaya yang dapat dilakukan.

“PV adalah bagian utama dari transisi energi. Kita harus menjadi pelayan yang baik dari bahan-bahan ini dan mengembangkan ekonomi sirkular untuk modul PV,” kata Garvin Heath, ilmuwan senior di NREL, dikutip dari Techxplore.

Heath memprioritaskan penelitian dan pengembangan untuk daur ulang modul silikon photovoltaic yang mendukung ekonomi sirkular. Ia dibantu dengan beberapa rekannya seperti Timothy Silverman, Michael Kempe, Michael Deceglie, dan Teresa Barnes, termasuk Tim Remo dan Hao Cui. Tim ini juga berkolaborasi dengan para ahli dari luar, khususnya di bidang manufaktur tenaga surya.

“Ini memberikan sintesis yang ringkas dan mendalam tentang dimana kita harus dan tidak seharusnya mengarahkan fokus kita sebagai peneliti, investor, dan pembuat kebijakan,” kata Heath.

Para peneliti sedang berkonsentrasi pada daur ulang silikon kristal, bahan yang digunakan di lebih dari 90% sistem PV terpasang dalam bentuk yang sangat murni. Ini menyumbang sekitar setengah dari energi, jejak karbon, dan biaya untuk menghasilkan modul PV tetapi dengan masa aktif yang lebih pendek. Nilai silikon ditentukan oleh kemurniannya.

“Untuk modul PV, Anda dapat mengambil sel-sel silikon ini, menyegelnya dalam bungkus yang tahan cuaca, dimana mereka menyentuh bahan lain, dan menunggu 20 hingga 30 tahun,” kata Silverman, ahli perangkat keras PV.

Silverman juga masih memiliki pertanyaan bagaimana cara mendapatkan kembali energi dari modul PV dan investasi material yang aman bagi lingkungan. Ini dibutuhkan banyak investasi untuk membuat silikon murni.

Beberapa negara memiliki peraturan untuk daur ulang PV, tetapi negara lain baru mulai mempertimbangkan solusinya. Sampai saat ini, hanya satu fasilitas daur ulang silikon kristalin yang ada di dunia.

Berdasarkan temuan itu, mereka merekomendasikan penelitian dan pengembangan untuk mengurangi biaya daur ulang dan dampak terhadap lingkungan, temasuk memaksimalkan pemulihan material. Mereka menyarankan untuk fokus pada silikon bernilai tinggi atau bahan silikon utuh.

Heath menyoroti kebutuhan untuk penelitian dan pengembangan proses pemurnian silikon. Pemenuhan terhadap standar silikon memungkinkan dapat digunakan kembali.

Heath dan rekan-rekannya mencatat bahwa dampak lingkungan dan ekonomi dari praktik daur ulang harus dieksplorasi menggunakan analisis tekno-ekonomi dan penilaian siklus hidup. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemborosan dalam pembuatan panel surya dan menggunakan bahan lebih efektif agar menghasilkan listrik lebih efisien.

“Kami membutuhkan penelitian dan pengembangan karena akumulasi limbah akan menyelinap ke kami,” kata Silverman.

Ia menginginkan adanya proses yang tepat saat limbah PV sudah mulai menumpuk di beberapa tempat. Jika berhasil, temuan ini dapat berkontribusi di satu bagian dari putaran ekonomi PV.

Sumber: Sindonews

Tags: panel surya
Previous Post

Karim Benzema Diprediksi Memenangkan Ballon d’Or 2020

Next Post

Sukses Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Aminullah Didapuk Jadi Pembicara Utama Webinar Nasional IAI

Next Post
Sukses Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Aminullah Didapuk Jadi Pembicara Utama Webinar Nasional IAI

Sukses Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Aminullah Didapuk Jadi Pembicara Utama Webinar Nasional IAI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Posko Bencana Aceh Imbau Warga Terdampak Laporkan Kerusakan Rumah

BNPB Libatkan 220 Mahasiswa Verifikasi Data Kerusakan Rumah Akibat Banjir Aceh Timur

17/01/2026
Ditjen Dukcapil Gelar Layanan Adminduk Pascabencana di Aceh Utara

Ditjen Dukcapil Gelar Layanan Adminduk Pascabencana di Aceh Utara

17/01/2026
Inpres Diskresi Dinilai Diperlukan untuk Percepat Pemulihan Aceh

155 Ribu Jiwa di Aceh Masih Bertahan di Pengungsian

17/01/2026
Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana

Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana

17/01/2026
Krak, TNI AD Sebut Baut Hilang di Jembatan Bailey Aceh Sudah Terpasang Kembali

Pembangunan Jembatan di Aceh Timur dan Utara Sangat Mendesak

17/01/2026

Terpopuler

Kartu JKN Sebagai Syarat Buat SIM Dinilai Menyulitkan Masyarakat

“Pansel JPT Aceh Layak Dibubarkan”

16/01/2026

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

UIN Raden Fatah Salurkan Sumor Bor di Aceh

Usai Masa Pakai, Ilmuwan Pikirkan Strategi Daur Ulang Panel Surya

RSUD Aceh Tamiang Aktifkan ICU Mini untuk Layani Korban Bencana

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com