Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Soal Usul Pembatalan Proyek Multiyears, KNPI Siap Bela Kepentingan Rakyat

Atjeh Watch by Atjeh Watch
22/07/2020
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Aceh menyatakan sikapnya bahwa soal usulan pembatalan proyek multiyears tahun 2020-2022 senilai Rp 2,7 triliun, baik Pemerintah Aceh yang terdiri dari Eksekutif dan Legislatif harus mengutamakan pembangunan untuk rakyat dari pada kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

“Kami para anak muda yang berhimpun dalam KNPI siap membela pembangunan yang diperuntukkan demi kepentingan rakyat Aceh,” tegas Wahyu Saputra, Ketua DPD KNPI Aceh, kepada para wartawan di Kopi Mooda, Kawasan Jambo Tape, Banda Aceh, Rabu (22/7/2020) sore.

Dalam konferensi Pers tersebut, ikut hadir Sekretaris KNPI Aceh Zulfan Effendi, Bendahara KNPI Aceh Hasnanda Putra, sejumlah pengurus KNPI Aceh dan para pimpinan OKP yang berhimpun di KNPI.

Dijelaskan Wahyu, sekarang ini sedang terjadi pro dan kontra antara Eksekutif dan Legislatif terkait proyek multiyears pembangunan 12 ruas jalan yang akan segera terwujud di Bumi Serambi Mekkah ini.

Untuk itu, Ia meminta para pihak yang terlibat dalam proyek multiyears tersebut, Pemerintah dalam hal ini Plt Gubernur Aceh dan Dinas terkait maupun pihak legislatif (DPRA) yang memiliki kewenangan dalam penganggaran, pengawasan dan legislatif harus bersama sama mencari solusi bagaimana supaya proyek multiyears tersebut dapat terwujud dan dilaksanakan segera.

“Ketika proyek dan pembangunan nyaris tidak ada di Aceh, kita kompak bersama sama berupaya untuk mencari cara agar terwujud sebuah pembangunan untuk Aceh, namun ketika sudah di depan mata, seolah kita bertengkar dan berselisih faham dan melupakan kepentingan rakyat, ada apa dengan para pihak ini,” tanya Wahyu Saputra.

Menurutnya, jika ada komunikasi yang tersumbat, semua bisa dibicarakan dengan itikad yang baik dan sebenarnya paling penting proyek untuk Aceh jangan sampai dialihkan ke daerah lain. Kedua pihak yang berbeda pandangan, kiranya dapat segera duduk bersama mencari solusinya.

“Kita iri dengan daerah lain, dimana eksekutif dan legislatif nya mesra sekali dalam mewujudkan berbagai program untuk rakyat. Beda dengan Aceh selalu berbeda pandangan dalam mewujudkan impian rakyat, ingat wahai Plt Gubernur dan para anggota Dewan, anda dipilih oleh rakyat, ketika anda meninggalkan jabatan, tinggalkanlah maha karya yang monumental untuk rakyat, sehingga dapat di kenang,” terang Wahyu.

Di hadapan wartawan media cetak dan elektronik, Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra dan para sejumlah Ketua OKP mengajak semua elemen masyarakat untuk memantau dan menilai, apakah Eksekutif dan Legislatif Aceh ada niat untuk mewujudkan proyek multiyears tersebut.

“Harapan kita agar semua pihak tidak mengedepankan ego masing-masing, tapi berilah yang terbaik untuk rakyat, daerah lain sudah cukup maju, kita kapan, sekaranglah kesempatan terbaik membangun, mari bersatu untuk Aceh,” pungkas Wahyu Saputra.

Previous Post

Uang Hasil Penipuan Oknum Karyawan BRI Blangpidie Nyaris 10 Miliar

Next Post

Lagi, Deportasi 3 Nelayan Aceh di India Tunggu Jadwal Penerbangan

Next Post

Lagi, Deportasi 3 Nelayan Aceh di India Tunggu Jadwal Penerbangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com