Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Selamatkan Darussalam dari Iblis Berdasi

Admin1 by Admin1
21/08/2020
in Kolom
0
Selamatkan Darussalam dari Iblis Berdasi

Sampai hari ini tidak ada satupun wakil rakyat, pemimpin kota dan daerah yang membela nyata Darussalam. Jika hanya dengan seekor kejahilan rektor mereka takluk, jangan harap mereka bisa berbuat banyak untuk hal lain demi kepentingan rakyat.

Membela Darussalam dari tangan jahil dan kesewenang-wenangan elit kampus Darussalam adalah membela jeritan hening orang tua sesepuh Darussalam, mereka tak mampu lagi bersuara, tenaga pun hanya tersisa untuk berdoa.

Tapi kini, jangankan pemimpin yang dipilih rakyat hingga hidup mapan dari pajak rakyat, para pemuda, dosen dan elit kampus Darussalam, masih bertenaga dan punya kuasa membela kini tak berdaya. Mereka diam seribu bahasa melihat kezaliman di depan mata. Jalan umum ditutup, mempersulit umat beribadat dan silaturrahim di Masjid Fathun Mubin yang legendaris, menjadi tempat hajat hidup orang banyak ini.

Seumur hidup saya tinggal di kawasan ini, masa-masa kecil saya habiskan di Masjid ini sehingga punya ikatan emosional yang kuat dengan Masjid ini, jalan ini juga setiap hari saya lalui sehari-hari sejak puluhan tahun lalu.

Masjid ini dulu termasuk Masjid yang pertama di kawasan Darussalam, dulu diselenggarakan Jum’at, shafnya sampai ke jalan, air sumurnya dianggap “keramat” tidak pernah kering dan sangat bersih sehingga menjadi tumpuan warga, dan sampai sekarang masih jadi tempat singgah utama para mahasiswa khususnya warga dan pedagang sekitar, dan mahasiswa pasca sarjana.

Ciri berkahnya Masjid ini. Tapi sekarang umat dihalang-halangi dan dipersulit aksesnya oleh Iblis berdasi dengan membangun pagar tembok di jalan umum depan Masjid ini.

Pernah saat Masjid ini mau dibongkar oleh rektor Unsyiah, ramai-ramai tokoh sesepuh Darussalam mendatangi kantor rektor tanpa protokoler dan meminta jangan dibongkar karena nilai sejarah dan manfaat Masjid ini sangat besar. Akhirnya Masjid ini selamat dari pembongkaran berkat perjuangan orang-orang tua sepuh bukan oleh dosen-dosen muda yang nyalinya seupil itu.

Sekarang para sesepuh sudah renta dan suaranya disepelekan oleh tuan Rektor. Bahkan kepala desa pun dihina oleh tuan rektor. Hebatnya para pemuda kampus, dosen masih punya tenaga dan menetap di kampus ini diam seribu bahasa orang tua kita dihina, harga dirinya diinjak-injak. Nafsi-nafsi katanya.

Mungkin karena mereka tidak punya rasa memiliki dan tidak pernah shalat disini, tidak punya naluri mencintai Masjid. Inilah wajah topeng-topeng intelektual masa kini. Perkataan tak sesuai aksi.

Hanya melawan pagar dua ratus senti saja tak berdaya, sembunyi dibelakang meja apalagi menghadapi penjajah sesungguhnya, mungkin merrka memilih kabur atau lebih baik dikubur saja.

Menyelamatkan Darussalam dari kerakusan segelintir oknum akademisi jauh lebih penting dari pada tujuan meraih akreditasi. Karena keberkahan dan terpeliharanya silaturrahim lebih berharga dibanding prestasi semu.

Semoga cepat atau lambat pagar keangkuhan ini akan roboh sebagai simbol bahwa masih ada jiwa-jiwa yang merdeka di kalangan civitas kampus Darussalam.

Penulis adalah warga Kopelma Darussalam. Nama dan alamat ada di redaksi. Tulisan ini murni opini penulis.

Previous Post

Wali Kota Lakukan Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru SDTQ Nurun Nabi

Next Post

Kematian Akibat Covid-19 di Amerika Latin Capai 250.000 Lebih

Next Post

Kematian Akibat Covid-19 di Amerika Latin Capai 250.000 Lebih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

20/09/2026
13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

20/09/2026
Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

20/09/2026
Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

20/09/2026
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Selamatkan Darussalam dari Iblis Berdasi

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com