Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Raja Arab Saudi Pecat Dua Anggota Kerajaan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/09/2020
in Internasional
0

RIYADH – Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi memecat dua anggota kerajaan. Kedua orang itu termasuk empat perwira militer yang sedang diinvestigasi dalam kasus korupsi di kementerian pertahanan.

Pemecatan ini disampaikan melalui dekret kerajaan dan disampaikan oleh media milik pemerintah pada Selasa (1/9). Dekret tersebut menyampaikan Pangeran Fahd bin Turki al-Saud tidak lagi menjabat sebagai Komandan Pasukan Gabungan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi.

Putranya Pangeran Abdulaziz bin Fahd juga dicopot dari jabatannya sebagai wakil gubernur wilayah al-Jouf. Dekret itu menyebutkan keputusan ini diambil berdasarkan surat perintah Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Putra Mahkota meminta komite anti-korupsi menyelidiki ‘transaksi keuangan mencurigakan di Kementerian Pertahanan’. Tidak lama setelah naik takta pada 2017 lalu, Pangeran Mohammed bin Salman menggelar kampanye anti-korupsi besar-besaran.

Sejumlah anggota kerajaan, menteri, dan pengusaha ditangkap di hotel Ritz-Carlton, Riyadh. Sebagian besar di antara mereka sudah dibebaskan setelah melakukan kesepakatan yang tak diungkapkan dengan pemerintah.

Pangeran muda itu menjadikan perang melawan korupsi sebagai pilar reformasi pemerintahannya. Kritikus menilai langkah itu hanya untuk menyingkirkan saingannya dalam perebutan takhta, menguasai aparatur keamanan negara, dan membungkam perbedaan pendapat.

Pihak berwenang Arab Saudi menutup kasus di Ritz-Carlton setelah 15 bulan. Namun mereka menegaskan pemerintah akan terus mengejar pegawai pemerintah yang melakukan korupsi.

Pada Maret lalu hampir 300 pejabat pemerintah ditangkap termasuk perwira militer dan polisi. Mereka dituduh terlibat penyuapan dan mengeksploitasi jabatan publik.

Surat kabar Arab News melaporkan sebelum menjadi komandan pasukan gabungan, Pangeran Fadh adalah mantan komandan Angkatan Darat, pasukan penerjun, dan pasukan khusus Arab Saudi. Ayahnya merupakan mantan wakil menteri pertahanan.

Dekret itu menyebut Pangeran Fahd akan digantikan oleh Letnan Jenderal Mutlaq bin Salem bin Mutlaq Al-Azima. Pasukan Gabungan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi mengintervensi Yaman pada tahun 2015 lalu. Mereka berperang melawan pasukan Houthi yang didukung oleh Iran. Pasukan Gabungan ingin mengembalikan pemerintahan yang digulingkan Houthi di ibu kota Sanaa.

Sumber: Republika
Tags: Raja Arab Saudi
Previous Post

Positif Covid-19 di Aceh 1.632, Isolasi Mandiri 868

Next Post

DPR Aceh: APBA 2021 Kemungkinan Dipergubkan

Next Post
Anggota DPRA Protes Masjid dan Meunasah tidak Bisa Diusulkan di APBA

DPR Aceh: APBA 2021 Kemungkinan Dipergubkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Tamiang Realisasikan TKD Tambahan Rp 36,8 Miliar untuk Tiga Prioritas Pemulihan Pascabanjir

Aceh Tamiang Realisasikan TKD Tambahan Rp 36,8 Miliar untuk Tiga Prioritas Pemulihan Pascabanjir

01/07/2026
Aisyiyah Kota Banda Aceh Gelar Pelatihan Literasi Keuangan Syariah bagi Pelaku UMKM

Aisyiyah Kota Banda Aceh Gelar Pelatihan Literasi Keuangan Syariah bagi Pelaku UMKM

01/07/2026
Siswi SMAN 1 Tapaktuan Lolos ke Provinsi Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

Siswi SMAN 1 Tapaktuan Lolos ke Provinsi Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

01/07/2026
Dua Layanan Transportasi Laut Pulau Simeulue Ditutup Sementara

Dua Layanan Transportasi Laut Pulau Simeulue Ditutup Sementara

01/07/2026
Stok Beras di Gudang Bulog Aceh Cukup untuk 13 Bulan

Stok Beras di Gudang Bulog Aceh Cukup untuk 13 Bulan

01/07/2026

Terpopuler

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

30/06/2026

Raja Arab Saudi Pecat Dua Anggota Kerajaan

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

PN Meureudu Berhasil Laksanakan Eksekusi Sukarela Ruko di Pidie Jaya

Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com