BLANGKEJEREN – Kabupaten Gayo Lues yang masuk ke peta wilayah ALA sudah mulai bergerak membentuk organisasi kalangan pemuda di Gayo Lues dan akan terus menyuarakan dan memperjuangkan terbentuknya Provinsi baru di wilayah Aceh.
Untuk menanggapi wacana pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) di Aceh, para pemuda di Gayo Lues mendirikan organisasi yang bernama Barisan Pemuda Pejuang ALA (Bappala).
Terbentuknya organisasi Bappala, yang dipimpin oleh Hendra Jhon merupakan sebagai salah satu wujud dukungan penuh elemen pemuda Gayo Lues akan terbentuknya Provinsi ALA di wilayah dataran tinggi.
” Hendra jhon berterimakasih kepada rekan atau pengurus yang telah mempecayakan dia sebagai Ketua Umum BAPPALA di Kabupaten Gayo Lues. Dia berharap kepada seluruh pemuda kabupaten Gayo Lues atau yang sudah bergabung di Bappala. Gelora ALA ini yang kembali dikumandangkan tersebut merupakan gerakan yang lahir atas kepentingan bersama, dan tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik lain di luar cita-cita ALA,” tegas Hendra, Sabtu (26/09/2020).
Labih lanjut, kata Hendra, perjuangan ALA hari ini benar-benar murni lahir dari keinginan untuk menjadikan daerah wilayah tengah ini berdiri di bawah kaki sendiri, agar ke depannya berjalannya pembangunan lebih merata diwilayah negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.
Ditempat yang sama Ricky Udaraya selaku Ketua Harian BAPPALA berharap ke pejuang-pejuang lama yang sempat terputus di tengah jalan, kembali fokus kembali memberikan dukungan kepada generasi muda, dan memberikan bimbingan, agar cita-cita ALA bisa lebih cepat terwujud sebagaimana yang kita idamkan.
“Gerakan kali ini harus dibuat murni sesuai cita-cita, agar kepercayaan masyarakat terhadap perjuangan ALA kembali pulih. Sudah saatnya kita untuk menyingkirkan segala keinginan untuk memanfaatkan keadaan untuk kepentingan pribadi, perjungan ini harus iklas demi sebuah Provinsi ALA,” tutupnya.
Reporter: Hamsani










