MEUREUDU – Di Tengah Pandemi Covid-19, hampir semuanya menginginkan bantuan tak terkecuali mahasiswa juga sangat ingin sentuhan dari pemerintah.
Tapi anehnya Pemkab Pidie Jaya di tahun panceklik ini malah memangkas dan tidak menggangarkan beasiswa untuk putra-Putri Pidie Jaya yang lagi menuntut ilmu di berbagai kampus.
Hal Tersebut dikatakan Refan Nurreza Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) Sigli Selasa 13 Oktober 2020.
“Kami mahasiswa sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang tidak peduli terhadap nasib mahasiwa di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Padahal seharusnya saat kondisi pandemi seperti inilah Pemkab harus peka terhadap Mahasiswa yang juga terimbas covid-19, bukan malah meniadakan anggaran atau memangkasnya,” ujar Refan dengan nada kecewa.
“Padahal pada tahun-tahun sebelumnya Pemkab Pidie Jaya menyalurkan beasiswa atau Bansos dengan anggaran 800 juta hingga 1 miliar untuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi (S1), tesis (S2), dan distertasi (S3) tapi kenapa tahun ini malah ditiadakan. Aneh dan sangat kita sayangkan sikap Pemerintah daerah yang tidak peka dan tidak pro terhadap mahasiswa,” ujar Refan.
Sementara Kepala Bagian (Kabag) Keistimewaan dan kesejahteraan Setdakab Pidie Jaya Banta Baihaqi membenarkan untuk anggaran beasiswa tahun ini 100 persen ditiadakan untuk penanganan covid-19
“Diusulkan sabanyak Rp1 miliar lebih pada tahun anggaran 2020 tapi dipangkas 100% hingga nihil untuk tahun ini bantuan beasiswa dari Pemkab, mungkin tahun depan insya Allah akan ada Lagi,” kata Banta. [ ]










