Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

 “OKP Jangan Mati Suri Karena Dana Hibah”

Admin1 by Admin1
17/01/2021
in Lintas Timur
0

BANDA ACEH – Cairnya dana hibah sebanyak Rp9,5 Miliar lebih yang diterima oleh sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Aceh patut dipertanyakan bagaimana posisi integritas pemuda dan realisasi anggaran selanjutnya. Dana hibah tersebut mulai heboh dibincangkan di akhir tahun 2020.

Hal ini terus menjadi wacana kontraproduktif  bagi kalangan aktivis di Aceh hingga hari ini. Saat dana hibah tersebut cair kemudian dilanjutkan dengan berbagai dinamika internal ogranisasi, hingga mencuatnya narasi strategi pelumpuhan gerakan militan organisasi dengan kurang kritisnya  ketua umum organisasi dalam mempertanyakan kelayakan dana tersebut untuk diterima oleh OKP di tengah himpitan ekonomi yang masih melanda masyarakat Aceh.

Merespons peristiwa itu penulis buku Agama dan Politik atau akrab disebut dengan Agapolisme, Zulfata menyatakan bahwa Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menggulir bola panas kepada OKP yang dominannya dijabat oleh mahasiswa.

“Pada posisi ini tibalah saatnya mahasiswa mesti mampu menjawab di mana posisi pragmatisme dan integritasnya,” ujar dia.

Menurutnya, terlepas dari legalitas bolehnya OKP menerima dana hibah bukan berarti kucuran dana hibah tersebut tidak boleh disorot oleh publik.

“Dana hibah tersebut seyogianya untuk mendongkrak perekonomian atau bagian dari jaring pengaman masyarakat yang terjepit karena covid-19, dan OKP sejatinya bukan bagian dari terjepit karena covid-19,” ujar Zulfata.

Zulfata melanjutkan bahwa pada peristiwa ini OKP jangan mati suri karena dana hibah, mereka harus mampu memberikan alasan yang terukur dan bukti empiris terkait hendak ke mana anggaran itu dibawa atau mereka salurkan seutuhnya pada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan pertolongan, sebab OKP masih memiliki tenaga lebih untuk mandiri dan berdikari.

“Jika OKP salah arah atau keliru urus soal dana tersebut, maka hal ini menjadi pertanda bawah di Aceh akan mengalami kematian dini civil society Aceh.”

Atas fenomena penganggaran yang unik ini, Zulfata mengajak para aktivis di Aceh senantiasa selalu mengedepankan kehendak akal nurani.

“Jangan mudah terbahwa nafsu birahi atau lumpuh nalar kritisnya karena “peng grik”. Generasi muda Aceh hari ini harus sadar bahwa mereka adalah pemangku kekuasaan bangsa di masa depan, harapan ada pada mereka. Untuk itu, jangan sempat citra generasi Muda Aceh ternodai karena dapat dibungkam atau digagal fokuskan gerakannya dengan yang namanya uang atau dana hibah,” katanya.[]

 

Previous Post

Aceh dan Sumut Diguncang 31 Kali Gempa dalam Sepekan Terakhir

Next Post

IKAT Salurkan Ribuan Alquran Wakaf di Pedalaman Aceh

Next Post
IKAT Salurkan Ribuan Alquran Wakaf di Pedalaman Aceh

IKAT Salurkan Ribuan Alquran Wakaf di Pedalaman Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

11/06/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

11/06/2026
Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

11/06/2026
Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

11/06/2026
Atap Sebuah Ruko di Kuta Cot Glie Rusak Diterjang Angin Kencang

Atap Sebuah Ruko di Kuta Cot Glie Rusak Diterjang Angin Kencang

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com