Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Gubernur Minta Hapkido Aceh Susun Program Kerja Terbaik

Admin1 by Admin1
07/02/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta pengurus daerah (Pengda) Hapkido Aceh yang baru untuk menyusun program kerja terbaik, sebagai upaya meletakkan fondasi yang kokoh bagi Hapkido di Aceh.

“Saya optimis akan banyak yang menyukai olahraga Hapkido, seperti antusiasme masyarakat terhadap karate, silat, jujitsu atau olahraga bela diri lainnya. Namun semua itu sangat tergantung dengan kinerja Pengda Hapkido Aceh dalam mengembangkan dan mempromosikan Hapkido. Jika sukses, tentu olahraga ini makin membumi di Aceh.”

Hal itu dikatakan Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadispora Aceh, Dedy Yuswadi AP, pada acara pengukuhan pengurus baru sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengda Hapkido Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Sabtu (06/02/2021) pagi.

Nova mengakui jika bisa jadi saat ini belum banyak warga Aceh yang mengenal secara baik Hapkido, karena baru masuk ke Indonesia, setelah sebelumnya Taekwondo dan Yong Moo Do yang juga dari Korea Selatan. Hapkido masuk ke Indonesia tahun 2013, namun olahraga itu telah hadir secara merata di seluruh propinsi di Indonesia. Bahkan atlet Hapkido Indonesia sempat meraih juara umum di Korea dan Singapura, dimana termasuk atlet Hapkido Aceh di dalamnya.

Kata Gubernur, olahraga ini mengembangkan spirit kebersamaan, disiplin diri dan kecepatan. “Saya sangat bangga sebab olahraga Hapkido mulai berkembang di daerah kita Aceh. Hal itu sejurus dengan komitmen Pemerintah Aceh untuk memajukan olahraga di Aceh, dalam kaitan visi-misi Aceh Teuga,”kata Gubernur.

Dalam kaitan prestasi, Nova juga optimis nantinya akan lebih banyak lahir atlet atlet Hapkido Aceh yang akan mampu mengukir prestasi di level nasional maupun internasional.

Khusus menghadapi PON 2021 di Papua diharapkan atlet Hapkido Aceh bisa berpartisipasi dalam event eksebisi, namun pada PON 2024 akan mampu menjadi ruan rumah serta menjadi tuan rumah.  aat PON 2024 di Aceh.

“Pemerintah Aceh siap mendukung atlet atlet Hapkido Aceh untuk tampil di level nasional. Yang penting sistem pembinaannya harus tepat, terarah dan efektif.”

Pada bagian akhir sambutannya, Gubernur Nova berharap Rakerda Hapkido Aceh itu dapat berjalan sesuai harapan, sehingga pengurus mampu menyusun dan merancang program secara terarah dan terukur.

Lebih dari itu kehadiran Hapkido di Aceh akan lebih melecut semangat warga Aceh untuk menekuni olahraga bela diri dan membangun citra positif generasi muda aceh, terutama untuk menjadi sosok yang berprestasi.

“Selamat melaksanakan Rakerda, mudah mudahan akan menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga beladiri atau olahraga umum lainnya di Aceh,” pungkas Nova.

Pengda Hapkido Aceh yang baru itu diketahui oleh Amal Hasan SE MSi, serta sekretaris, Said Ali Rafsanjani SE serta didukung perangkat pengurus harian lainnya, termasuk seksi seksi. Amal Hasan terpilih secara aklamasi dalam pemilihan yang berlangsung demokratis Desember 2020 lalu. Menggantikan Irwan Johan sebagai ketua perdana Hapkido Aceh.

Pengurus baru itu dikukuhkan oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Hapkido Indonesia (PBHI) , Widi Nugroho Sahid, dan ikut dihadiri oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Pengcab Hapkido se Aceh serta para pegiat olahraga lainnya.[]

Previous Post

Demokrat Aceh Tengah Siap Pertahankan AHY Sampai Titik Penghabisan

Next Post

Sekda Aceh Desak Nakes Jalani Vaksin Covid-19

Next Post

Sekda Aceh Desak Nakes Jalani Vaksin Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

03/07/2026
Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

03/07/2026
Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

03/07/2026
IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

03/07/2026
Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz  Dunia

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz Dunia

03/07/2026

Terpopuler

Gubernur Minta Hapkido Aceh Susun Program Kerja Terbaik

07/02/2021

Warga Minta Jalan Lintas Desa Abdya Segera di Hotmix, PUPR: Tahun ini Dikerjakan

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com