Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Militer Myanmar Bebaskan 23.314 Narapidana

Admin1 by Admin1
13/02/2021
in Internasional
0

MYANMAR – Junta baru Myanmar yang berkuasa membebaskan 23.314 tahanan pada Jumat di tengah demonstrasi menolak kudeta militer masuk hari ketujuh. Namun tahanan politik seperti Aung San Suu Kyi dan pejabat lain tetap ditahan.

Jenderal Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan mengatakan pembebasan ini dalam rangka memperingati Hari Serikat. Namun tidak jelas tahanan dengan pelanggaran hukum apa yang dibebaskan.

“(Amnesti ini) Bagian dari upaya membangun negara demokratis dengan disiplin,” kata Min Aung Hlaing dikutip dari CNN, Sabtu, 13 Februari 2021.

Selain pembebasan, narapidana yang menjalani hukuman atas kejahatan yang dilakukan sebelum 31 Januari 2021, untuk pelanggaran apa pun juga akan dikurangi hukumannya, menurut pernyataan militer.

Sebelumnya, militer Myanmar mengkudeta pemerintahan sipil dengan menangkap dan menahan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi, dan pejabat penting lain pada 1 Februari. Militer berdalih pemilu 2020 yang memberi Suu Kyi dan partainya, NLD, kemenangan telak sarat akan kecurangan.

Menanggapi kudeta militer ini, ribuan warga Myanmar dari berbagai kalangan turun ke jalan untuk berunjuk rasa dan mendesak pembebasan Suu Kyi sejak Sabtu pekan lalu. Protes terjadi di kota-kota di seluruh negeri. Video dan siaran langsung yang diposting online menunjukkan beberapa kelompok berbaris di kota terbesar Yangon, termasuk pekerja medis dan penggemar sepak bola.

Demonstrasi besar juga terjadi di kedutaan besar Amerika Serikat, Cina, dan Inggris di Yangon.

Demonstrasi di Myanmar sejauh ini sebagian besar berlangsung damai. Namun polisi beberapa kali menggunakan meriam air untuk melawan pengunjuk rasa. Polisi juga menghadapi tuduhan bahwa mereka telah menggunakan peluru tajam.

Sumber: Tempo

Previous Post

Warga yang Terpapar Corona Meningkat di Banda Aceh

Next Post

Anies Baswedan Diprediksi Pilih Nyapres 2024 Ketimbang Ikut Pilgub Lagi

Next Post

Anies Baswedan Diprediksi Pilih Nyapres 2024 Ketimbang Ikut Pilgub Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DPRK Pidie Terima Laporan Pertanggungjawaban untuk APBK 2026

DPRK Pidie Terima Laporan Pertanggungjawaban untuk APBK 2026

24/07/2026
75 Penyuluh Agama Islam Aceh Ikuti Ukom Kenaikan Jenjang Jabatan

75 Penyuluh Agama Islam Aceh Ikuti Ukom Kenaikan Jenjang Jabatan

24/07/2026
Kejari Banda Aceh Eksekusi Rp2,56 Miliar dari Perkara Tipikor Wastafel

Kejari Banda Aceh Eksekusi Rp2,56 Miliar dari Perkara Tipikor Wastafel

24/07/2026
Pemkab Aceh Besar Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah

Pemkab Aceh Besar Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah

24/07/2026
BPBD Aceh Besar Edukasi 1.559 Pelajar Lewat MPLS

BPBD Aceh Besar Edukasi 1.559 Pelajar Lewat MPLS

24/07/2026

Terpopuler

Militer Myanmar Bebaskan 23.314 Narapidana

13/02/2021

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Ramlan, Pemilik Toko Emas Baru Serahkan Zakat Tijarah ke Baitul Mal Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com