Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Tak Tahan Kudeta Militer, Ribuan Warga Myanmar Pilih Kabur

Admin1 by Admin1
17/03/2021
in Internasional
0
Tak Tahan Kudeta Militer, Ribuan Warga Myanmar Pilih Kabur

Gelombang demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar. (Foto: AFP/STR)

Jakarta – Ribuan warga Myanmar memilih untuk kabur setelah ketegangan antara massa anti-kudeta militer dengan pasukan keamanan terus memakan korban jiwa.

Warga distrik Hlaing Tharyar mengatakan keputusan mereka untuk kabur karena pemberlakuan darurat militer di daerahnya menyusul demo yang menewaskan lebih dari 40 orang pada akhir pekan lalu.

“Di sini seperti zona perang, mereka menembak di mana-mana. Sebagian besar orang terlalu takut untuk keluar rumah,” kata seorang warga kepada Reuters.

Hlaing Tharyar merupakan kota di pinggiran Yangon yang menjadi rumah bagi migran dan pekerja.

Frontier Myanmar melaporkan ribuan orang pada Selasa (16/3) memilih kabur membawa barang-barang mereka menggunakan sepeda motor dan tentara. Junta pada akhir pekan mulai memberlakukan Hlaing Tharyar dan lima kota kecil lainnya di Yangon di bawah status darurat militer.

Pemberlakuan status darurat di Hlaing Tharyar mempersulit petugas medis memberikan perawatan bagi korban yang terluka saat aksi demonstrasi.

Dua dokter dari luar Hlang Tharyar mengatakan tidak bisa masuk daerah tersebut untuk merawat orang yang terluka karena tentara masih menutup aksi masuk ke daerah tersebut.

“Kami diberi tahu kemungkinan puluhan lainnya tewas di #HlaingTharYar hari ini. Kendaraan darurat tidak dapat mengakses daerah itu karena ditutup,”kata kepala kelompok Forty Righst Matthew Smith.

Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan selama terjadi kudeta hingga saat ini lebih dari 180 orang tewas tertembak pasukan keamanan Myanmar.

Myanmar sebelumnya juga pernah dipimpin militer, setelah mereka melakukan kudeta tahun 1962. Akibat kudeta itu, Myanmar menjadi salah satu negara termiskin di Asia, padahal negara itu pernah menjadi lumbung beras utama Asia.

Perekonomian berkembang kembali setelah militer menarik diri dari politik satu dekade lalu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

CCIA: Kreatifitas Warga Abdya Harus Dilindungi

Next Post

Studi: 1 dari 5 Nakes Depresi Selama Pandemi

Next Post
Studi: 1 dari 5 Nakes Depresi Selama Pandemi

Studi: 1 dari 5 Nakes Depresi Selama Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kejari Aceh Timur Tuntut Direktur BUMD 7,5 Tahun Terkait Korupsi Sawit

Kejari Aceh Timur Tuntut Direktur BUMD 7,5 Tahun Terkait Korupsi Sawit

19/06/2026
Pemko Banda Aceh Gerak Cepat Beri Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran

Pemko Banda Aceh Gerak Cepat Beri Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran

19/06/2026
Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

19/06/2026
Pria di Aceh Jaya Serahkan Diri Usai Bacok Penderes Getah hingga Tewas

Pria di Aceh Jaya Serahkan Diri Usai Bacok Penderes Getah hingga Tewas

19/06/2026
65 Guru MIN Wilayah Barsela Ikuti Bimtek Koding dan AI

65 Guru MIN Wilayah Barsela Ikuti Bimtek Koding dan AI

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Tak Tahan Kudeta Militer, Ribuan Warga Myanmar Pilih Kabur

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com