PEUREULAK–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, pemerintah harus mendorong industri produktif untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan membuka akses lapangan kerja, sehingga bisa menekan angka pengangguran.
Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Diskusi (FGD) berthema “Aspek Pertumbuhan Ekonomi Aceh” yang digelar Moeda Seudang Aceh Timur dalam rangka Reses 1 anggota DPRA tahun 2021, Senin (5/4/2021) siang, di Perfec Coffe Idi Rayeuk. Turut hadir pemateri lainnya Ketua PWI Aceh Timur Musyawir, dan M Oriza, Kabag Ekonomi Sekdakab Aceh Timur.
“Industri produktif ini penting untuk dipikirkan sebagai langkah strategis dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hasil produksi sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, yang merupakan sektor andalan Aceh Timur bisa diolah di daerah penghasil, tidak dibawa keluar Aceh,” ujar Al-Farlaky.
Politisi muda ini mencontohkan, betapa banyak hasil pertanian seperti padi, jagung, sagu, dan juga hasil perkebunan berupa CPO sawit dibawa ke Medan, kemudian diolah sebagai barang jadi. “Hasil olahannya kemudian dijual lagi ke Aceh dengan harga yang ekonomis. Sebab apa ?, karena tidak ada pabrik di daerah kita, ” sebutnya lagi.
Karena itu, sambung Al-Farlaky, jika pabrik sudah di ada, bahan baku ada, tentu tenaga kerja bisa diserap, nilai jual hasil alam juga kompetitif di pasaran. “Kita akan maju. Ini yang harus menjadi pendorong. Saya kita kita harus siapkan Exist Strategi berakhir dana otsus di 2027 mendatang,” pungkasnya. []











