Penulis adalah Novida Irma Sahara. Mail novidairmasahara@gmail.com.
IBU hamil merupakan kelompok sasaran yang harus mendapatkan perhatian khusus, karena ibu hamil sangat rentan dengan masalah gizi. Salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil adalah anemia. Anemia merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memberikan dampak berbahaya bagi ibu hamil. Hal ini dapat menimbulkan gejala seperti mata dan bibir terlihat pucat disertai dengan Lelah, Letih, Lesu, Lemah dan Lunglai (5L).
Ciri-ciri lainnya adalah kelopak mata, lidah dan bibir tampak pucat, mata berkunang-kunang dan merasa pusing.
Salah satu indikator keberhasilan pembangunan dalam bidang kesehatan bisa dilihat dari tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. Salah satu yang menjadi penyebab dari kematian ibu pada masa kehamilan yaitu anemia dalam kehamilan. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah kurangnya asupan zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil setiap harinya. Oleh sebab itu tablet Fe perlu diberikan kepada ibu hamil sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi. Pemberian tablet Fe diangggap cara yang efisien untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil di Indonesia. Pemberian tablet Fe sudah rutin diberikan pada ibu hamil di Puskesmas dan Posyandu, namun kenyataan yang terjadi sampai sejauh ini hasil yang dicapai belum maksimal. Hal ini terbukti dari angka prevalensi anemia pada ibu hamil yang masih tinggi, baik ditingkat nasional maupun di tingkat provinsi.
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018 lebih dari 40% ibu hamil yang ada di dunia mengalami anemia. Sebanyak 35%-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% di negara industri mengalami anemia. Di Asia kasus anemia pada ibu hamil masih tinggi yaitu sekitar 60%. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 ibu hamil yang mengalami anemia meningkat yaitu sebesar 48,9% sedangkan pada tahun 2013 sebesar 37,1%.
Anemia dalam kehamilan dapat membahayakan ibu dan janin. Salah satu risiko anemia pada ibu hamil adalah kematian. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2018 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia sebanyak 210/100.000 Kelahira Hidup (KH) dimana sekitar 295.000 ibu meninggal akibat komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Hampir 94% dari angka kematian ibu terjadi di negara berkembang dan 40% kematian ibu berkaitan dengan anemia selama kehamilan. Indonesia sampai saat ini masih belum mampu mengatasi AKI. AKI di Indonesia berdasarkan data Survei Penduduk Antara Sensus (SUPAS) tahun 2015 sebanyak 305/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam penurunan AKI pada tahun 2030 sebesar 70/100.000 kelahiran hidup yang merupakan salah satu indikator dalam pembangunan kesehatan.
Kematian ibu dalam kehamilan dapat disebabkan oleh penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab tidak langsung adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada kehamilan dan anemia yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain defisiensi zat besi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 terdapat sekitar 61,9% ibu mengkonsumsi zat besi selama kehamilan namun hanya 38,1% yang mendapatkan tablet besi lebih dari 90 butir. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 88 tahun 2014 tentang standar tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil yang menyatakan ibu hamil dengan anemia akan meningkatkan resiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, lahir sebelum waktunya, perdarahan sebelum, sesudah dan pada saat persalinan yang dapat menyebabkan kematian, sedangkan pada janin dalam kandungan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta anak menjadi kurang cerdas.
Zat besi (Fe) merupakan tablet tambah darah yang sangat berguna untuk menanggulangi anemia. Zat besi adalah salah satu komponen yang sangat penting di dalam tubuh. Pemberian tablet besi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya perdarahan saat persalinan, menurunkan angka kematian ibu, meningkatkan asupan nutrisi bagi janin sehingga tidak terjadinya stunting. Penanggulangan masalah anemia pada ibu hamil ini masih terfokus pada pemberian tablet zat besi atau yang di kenal masyarakat dengan pembertian Tablet Tambah Darah (TTD). Ibu mendapatkan 90 butir tablet Fe selama proses kehamilan.
Apa Manfaat Tablet Fe?
Zat besi (Fe) berperan sebagai sebuah komponen yang membentuk mioglobin, yakni protein yang mendistribusikan oksigen menuju otot, membentuk enzim, dan kolagen. Selain itu, zat besi juga berperan bagi ketahanan tubuh. Tablet zat besi (Fe) penting untuk ibu hamil karena memiliki beberapa fungsi yaitu, menambah asupan nutrisi pada janin, mencegah anemia defisiensi zat besi, mencegah pendarahan saat masa persalinan, menurunkan risiko kematian pada ibu karena pendarahan pada saat persalinan.
Ibu hamil juga harus mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi tinggi, seperti biji-bijian, daging merah, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan hati. Tablet Fe sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual. Agar penyerapannya lebih baik, sebaiknya tablet Fe dikonsumsi bersama makanan yang mengandung vitamin C. Tablet Fe tidak dianjurkan untuk diminum bersama dengan susu, teh, kopi, dan obat sakit maag. Apabila setelah minum tablet Fe BAB menjadi hitam, ibu hamil tidak perlu khawatir, hal ini sama sekali tidak membahayakan, namun tetap konsultasikan dengan dokter bila Ibu merasa perlu menambah atau menghentikan pemakaiannya.[]











