Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Program Aceh Caroeng, Pue Nyan?

Admin1 by Admin1
11/04/2021
in Opini
0

Penulis adalah Viky Nur Hakim, Ketua Umum BEM FKIP USK.

Janji kampanye Irwandi-Nova, khususnya Program Aceh Caroeng kembali jadi sorotan publik, kini Aceh Caroeng dipertanyakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala(BEM FKIP USK)

Janji yang pernah disampaikan oleh pasangan Irwandi-Nova pada masa kampanye masih jauh dari harapan. Proses implementasi di lapangan sama sekali tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Aceh secara menyeluruh.

Program Aceh Caroeng, Pue nyan? Jika program tersebut berfokus pada peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia, diantaranya dengan meningkatkan bantuan beasiswa anak yatim dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, Kenapa Pilkada, fee proyek dan baut kapal yang sering pak Nova uruskan. Jangan bercanda lah pak, bukan hanya infrastruktur saja fukusnya, Akal generasi Aceh juga harus di desain. Kata ketua BEM FKIP USK, Vicky Nur Hakim. Melalui pesan WhatsApp.

Lanjut Vicky, Masyarakat semua tau, bahwa Pendidikan Aceh saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Masih banyak masalah pada kualitas mutu pendidikan di sekolah. Belum lagi pendidikan yang salah urus. Sekarang pendidikan Aceh tempati posisi terendah di tingkat nasional melalui hasil evaluasi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2020 dari lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Viky menambahkan, dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, Pemerintah Aceh dituntut menggunakan anggaran pendidikan Aceh yang mencapai 3,5 triliun untuk memaksimalkan mutu pendidikan di Aceh melalui program Aceh Caroeng itu. Hal ini penting dilakukan agar pengelolaan keuangan daerah terlaksana secara akuntabel.

Patut dipertanyakan, banyak hal yang tidak tepat dalam realisasinya, untuk apa sebenarnya dan apa manfaat program Aceh Caroeng?. Seperti yang di alami oleh warga Aceh utara, mereka diminta untuk pelihara ayam. Dalam kegiatan ini, murid diberikan telur dan susu untuk makan dan minum bersama.

Saya rasa ini buka ranah mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan sosialisasi gemar minum susu dan makan telur tetapi menyehatkan anak bangsa.

Ada faktor lain yang perlu diperhatikan yaitu dalam ranah meningkatkan mutu intelektualitas peserta didik dan penyaluran beasiswa yang merata bagi mereka yang membutuhkan.
Saya rasa itu lebih tepat sebagai wujud memcerdaskan anak bangsa sebagaimana visi misi Gubernur Aceh dalam program ” Aceh Caroeng”.

Selaras dengan hal itu, Baru baru ini Universitas Syiah Kuala berhasil menjadi pergururuan tinggi terbaik di Sumatera. Harapannya dengan pencapaian tersebut, USK harus mampu menjadi garda terdepan dalam memcerdaskan dan membangun karakter generasi Aceh.

Nah, USK kini telah jadi Perguruan Tinggi terbaik di Sumatera. Pemerintah Aceh kalau tidak paham tentang cara urus pendidikan, jangan malu justru harus bekerjasama dengan kampus dan civitas akademis lainnya dalam melahirkan “new product” pada realisasi Aceh Caroeng. Kalau tidak, mau dibawa kemana pendidikan Aceh melalui program Aceh Caroeng itu? Tutup Vicky.

 

Previous Post

SMAN 1 Peukan Bada Berikan Penghargaan Bagi Siswa Lulus SNMPTN 2021  

Next Post

Lagi, 34 Nelayan Aceh Ditangkap Otoritas Thailand

Next Post
Lagi, 34 Nelayan Aceh Ditangkap Otoritas Thailand

Lagi, 34 Nelayan Aceh Ditangkap Otoritas Thailand

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Dorong Penguatan Konservasi Berbasis Adat untuk Menjaga Hutan dan Keseimbangan Alam Aceh

Lembaga Wali Nanggroe Dorong Penguatan Konservasi Berbasis Adat untuk Menjaga Hutan dan Keseimbangan Alam Aceh

23/09/2026
DPRK Pidie Jaya Rindu Wakil Bupati Hadir di Paripurna: Semoga Bupati Bisa Gandeng Tangan

DPRK Pidie Jaya Rindu Wakil Bupati Hadir di Paripurna: Semoga Bupati Bisa Gandeng Tangan

23/09/2026
Peukan Bada Jadi Tempat Pembibitan Tanaman Mangrove

Peukan Bada Jadi Tempat Pembibitan Tanaman Mangrove

23/09/2026
DPD RI Aceh Dorong Gen-Z Perkuat Kompetensi Hadapi Tantangan Dunia Kerja

DPD RI Aceh Dorong Gen-Z Perkuat Kompetensi Hadapi Tantangan Dunia Kerja

23/09/2026
Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

23/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

[Opini] Program Aceh Caroeng, Pue Nyan?

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Anggota DPRK Abdya Kasyful Wara Bantu Perlengkapan Olahraga untuk PGL VC

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com