Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Dalam Kajian, Peta Jalan Pendidikan Masih Tanpa Kata ‘Agama’

Admin1 by Admin1
16/04/2021
in Nasional
0
Pemkab Pidie Jaya Aktifkan Kembali Sekolah Mulai 2 Juni

Ilustrasi anak sekolah (Foto: Atjehwatch/ Acun)

Jakarta – Meski sempat menuai protes dari berbagai pihak, Visi Pendidikan pada Peta Jalan Pendidikan 2035 yang masih dalam kajian belum juga mengakomodasi kata ‘agama’.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Jumeri, dalam acara yang disiarkan di Youtube Kemendikbud RI, Kamis (15/4), mengatakan visi tersebut masih dalam kajian.

Ia kemudian memaparkan isi Visi Pendidikan yang diwacanakan dalam arah jalan pendidikan ke depan. Isi visi tersebut berbeda dari Visi Pendidikan yang sebelumnya dimuat dalam draf Peta Jalan Pendidikan. Namun, tetap belum ada kata ‘agama’ di dalamnya.

“Mewujudukan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong dan berkebhinekaan global,” bunyi Visi Pendidikan Indonesia dalam paparan Jumeri.

“Iya [visi itu ada dalam Peta Jalan Pendidikan]. Peta Jalan [Pendidikan] masih dalam proses pengkajian,” jelas Jumeri, ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Untuk diketahui, Visi Pendidikan pada Peta Jalan Pendidikan 2035 sempat menuai kritik dan polemik karena tidak memuat kata ‘agama’.

Visi Pendidikan pada draf Peta Jalan Pendidikan sebelumnya berbunyi ‘Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila’.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai keberadaan kata ‘agama’ penting dimuat dalam Visi Pendidikan karena merupakan salah satu unsur utama kehidupan kebangsaan.

Menanggapi ini, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pihaknya akan memasukkan frasa ‘agama’ dalam Visi Pendidikan. Ia sendiri mengaku bingung kenapa tidak adanya ‘agama’ menjadi perdebatan di kalangan publik.

Mantan bos Go-jek itu menekankan Peta Jalan Pendidikan juga memuat Profil Pelajar Pancasila yang dijadikan acuan pembentukan karakter siswa. Profil itu menyebut karakter pelajar yang ‘beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia’.

“Kalau ada aspirasi dari masyarakat kata ‘agama’ itu penting dalam frasa itu, ya kita silahkan masuk dalam peta jalan. Enggak masalah. Enggak perlu panik, enggak perlu menciptakan polemik, kita terbuka,” tuturnya, Rabu (10/3).

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

PM Australia Tahan Tangis Kenang Tentara Gugur di Afghanistan

Next Post

Ketua Yayasan Ibnu Sina Ehsan Cendekia Buka Resmi Kegiatan Daurah Qur’an Ramadhan

Next Post
Ketua Yayasan Ibnu Sina Ehsan Cendekia Buka Resmi Kegiatan Daurah Qur’an Ramadhan

Ketua Yayasan Ibnu Sina Ehsan Cendekia Buka Resmi Kegiatan Daurah Qur'an Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Gayo Lues

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Gayo Lues

30/06/2026
Dosen Psikologi Unimal Fasilitasi Support Group bagi Korban Kekerasan di Aceh Utara

Dosen Psikologi Unimal Fasilitasi Support Group bagi Korban Kekerasan di Aceh Utara

30/06/2026
Ruhama Tanjong Terima Kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh

Ruhama Tanjong Terima Kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh

30/06/2026
Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

30/06/2026
Jerman Diguncang Penembakan Massal, 5 Orang Tewas

Jerman Diguncang Penembakan Massal, 5 Orang Tewas

30/06/2026

Terpopuler

Pemkab Pidie Jaya Aktifkan Kembali Sekolah Mulai 2 Juni

Dalam Kajian, Peta Jalan Pendidikan Masih Tanpa Kata ‘Agama’

16/04/2021

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

Meurah Dua FC Melaju Ke Final Piala Kapolres Pijay, Usai Singkirkan Bandar Baru FC

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com