Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Dualisme Dalam Tubuh Demokrat dan Keberlangsungan Demokrasi

Admin1 by Admin1
21/04/2021
in Opini
0

Penulis adalah Tia Nanda, mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Perpecahan dalam tubuh partai politik baru-baru ini dialami oleh partai demokrat, dalam KLB yang diselenggarakan oleh Sebagian kader di Deli Serdang yang menutuskan Moeldoeko sebagai ketua umum Partai Demokrat. Penyelenggaraan KLB tersebut yang dianggap tidak lazim dengan berbagai alasan. SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat juga menyatakan, terdapat ketentuan aturan yang dilanggar KLB Deli Serdang. Pertama,secara proporsi politik KLB “cacat hukum” tidak diusulkan oleh sejumlah DPD maupun DPC Partai Demokrat pada saat pelaksanannya. Sesuai peraturan AD/ART Partai Demokrat Pasal 81 Ayat 4 disebutkan bahwa DPD yang mengusulkan minimal 2/3 dari total 34 DPD.

Namun pada saat Kongres dilakukan, tidak satupun perwakilan DPD yang mengusulkan. Kedua, DPC berhak mengusulkan KLB dengan ketentuan 1/2 dari 514. Namun, pada kenyataannya hanya 34 DPC yang mengusulkan, dan artinya hanya tujuh persen keterwakilan suara DPC. Secara aturan, dalam melaksanakan KLB suara DPC wajib memenuhi syarat hingga lima puluh persen. Dan sesuai dengan perwakilan suara DPC, 34 suara dianggap hanya tujuh persen dan dianggap nol.

KLB serta perpecahan dalam partai politik di Indonesia tidak hanya terjadi baru-baru ini pada partai demokrat, bahkan beberapa partai besar diindonesia juga kerap mengalaminya. Jadi dalam tulisan ini timbul pertanyaan, Mengapa partai politik di Indonesia ini kerap terpecah belah dan bagaimana dampaknya untuk keberlangsungan demokrasi?.

Dalam demokrasi, Charles Costello mengatakan jika Demokrasi bisa menjadi salah satu sistem bagi sosial dan politik, akan digunakan untuk membatasi kekuasaan pemerintah juga untuk melindungi hak rakyatnya. jadi demokrasi sebagai kontrol agar politik dan tatanannya tetap terjaga semana mestinya.

Dari problematika partai demokrat tersebut, sangat jelas terlihat adanya upaya yang sistematis dan massif yang berasal dari eksternal partai untuk melemahkan partai demokrat yang merupakan partai oposisi yang sudah jelas berada diluar pemerintahan. Pola elit politik yang membelah partai seperti ini adalah sesuatu yang sangat mengancam masa depan demokrasi dan keberlangsungannya. Melemahnya oposisi sudah pasti turut melemahkan sistem demokrasi kita yang memang dari awal sudah tidak baik-baik saja.
Dalam kasus KLB illegal Partai Demokrat ini, tidak ada yang diuntungkan oleh melemahnya oposisi seperti Partai Demokrat kecuali rezim yang berkuasa, apalagi jika bercampur dengan kepentingan pribadi tokoh non partai untuk mencari kendaraan politik dalam kontestasi politik pada tahun 2024 mendatang. Karna jika memang tidak ada kepentingan apapun, yang bersangktan harus menyatakan keberatan jika namanya terus dibawa bawa dalam masalah tersebut. []

Previous Post

IKAT Aceh Kembali Gelar Bimbingan Belajar untuk Calon Mahasiswa Timur Tengah

Next Post

100 Orang Masyarakat Jeumpa Terima BLT DD Tahun 2021 Tahap Pertama

Next Post
100 Orang Masyarakat Jeumpa Terima BLT DD Tahun 2021 Tahap Pertama

100 Orang Masyarakat Jeumpa Terima BLT DD Tahun 2021 Tahap Pertama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Presiden Negara Afrika Ini Pecat 19 Ribu PNS karena Kasus Ijazah Palsu

Presiden Negara Afrika Ini Pecat 19 Ribu PNS karena Kasus Ijazah Palsu

11/10/2026
Ledakan Guncang Bandara Arab Saudi Lagi, Penerbangan Terganggu

Ledakan Guncang Bandara Arab Saudi Lagi, Penerbangan Terganggu

11/10/2026
Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

Rawat Warisan Sejarah Aceh, SKI FAH UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh dan Disdikbud Gelar Meuseuraya di Aceh Besar

10/10/2026
Dua Remaja Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Aceh Selatan

Dua Remaja Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Aceh Selatan

10/10/2026
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, UIN Ar-Raniry Hadirkan Pakar dari Aceh hingga Jerman

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, UIN Ar-Raniry Hadirkan Pakar dari Aceh hingga Jerman

10/10/2026

Terpopuler

[Opini] Dualisme Dalam Tubuh Demokrat dan Keberlangsungan Demokrasi

21/04/2021

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas

Persada Abdya U-17 Lolos ke Putaran Nasional Soeratin Akan Segera Berlaga di IKN, Berikut Jadwalnya

Dinsos Abdya Pulangkan Lansia Terlantar Asal Nias ke Sumut

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com