Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini} Larangan Makan Minum Berdiri, Ditinjau dari Perspektif Islam dan Aspek Kesehatan

Admin1 by Admin1
07/05/2021
in Opini
0

Penulis adalah dr. Safrida Hanum.

Hidup dalam masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama setahun lebih ini mengharuskan kita untuk pintar dalam menjaga kondisi tubuh tetap prima. Tubuh yang sehat baik fisik dan mental sangat diperlukan dalam rangka mencegah tertularnya virus corona.

Mengingat serangan second wave Covid-19 yang lebih dahsyat yang terjadi sekarang ini maka menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang mutlak yang tidak dapat ditawar lagi. Terlebih dalam menjalani ibadah puasa yang sudah memasuki penghujung Ramadhan ini tentunya diperlukan kesehatan tubuh yang fit dalam menjalankan semua ibadah di bulan Ramadhan baik yang wajib maupun yang sunat. Bila kita menilik kepada ajaran Islam begitu banyak amalan sunnah dalam Islam yang sangat berkaitan erat dengan kesehatan manusia.

Ajaran Islam berdasar kepada dua tuntunan yaitu Al-Quran dan Hadist. Islam merupakan agama yang sangat komprehensif. Islam mengatur segala aktivitas umat manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Semua aturan ini tentunya demi kebaikan mnausia itu sendiri. Salah satu dari sekian banyak aturan dan tuntunan adalah larangan makan dan minum sambil berdiri. Larangan ini tentunya bukan hanya sebatas tata karma dan etika kesopanan belaka. Namun, dibalik dari larangan ini pasti terkandung manfaat yang sangat besar bagi kesehatan manusia.

Namun alangkah disayangkan, banyak dari umat Islam dewasa ini sering melupakan tentang anjuran makan minum sambil duduk. Banyak kita jumpai orang-orang makan dan minum sambul berdiri dengan alasan lebih praktis. Anak-anak sekolah dan remaja pada umumnya sering melakukan aktivitas makan dan minum sambil berdiri diselingi senda gurau bersama teman-temannya. Di perkotaan juga sering kita jumpai budaya standing party yaitu makan dan minum sambil berdiri pada acara jamuan pernikahan yang diselenggarakan di gedung-gedung. Makan dan minum sambil berdiri dewasa ini dilihat sebagai suatu hal yang lumrah dan wajar. Realita ini sungguh sangat mengkhawatirkan karena sudah sangat jauh menyimpang dari tuntunan agama Islam.

Rasulullah sangat melarang umatnya untuk makan dan minum dalam keadaan berdiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas ra. dari Nabi shallallaahualaihi wa sallam: Bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata : Kami bertanya : Bagaimana dengan makan (sambil berdiri) ?. Beliau menjawab : “Hal itu lebih buruk dan menjijikkan” (HR. Muslim).

Dalam hadits lain disebutkan : Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “ Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan” ( HR.Muslim). Dari kedua hadist tersebut dapatlah kita mengambil hikmah bahwasanya makan minum sambul berdiri bukanlah suatu kebiasaan yang baik. Rasulullah adalah contoh teladan yang sempurna bagi seluruh umat Islam. Semua perilaku dan perkataan Rasulullah SAW menjadi tolak ukur yang harus kita taati dan ikuti.

Larangan makan dan minum sambil berdiri tentu menpunyai manfaat yang sangat besar bagi kesehatan kita semua. Dalam sebuah jurnal dikatakan bahwa makan dan minum sambil berdiri akan mengakibatkan terjadi gangguan pada beberapa organ tubuh. Pada tubuh manusia terdapat jaringan penyaring atau filter yang disebut sfringer, yang merupakan struktur muskuler yang bisa membuka dan menutup tergantung posisi tubuh. Sfringer akan membuka bila dalam posisi duduk dan akan menutup dalam posisi berdiri. Bila minum dalam keadaan berdiri maka sfringer akan tertututup dan air akan langsung masuk ke kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu. Sehingga akan mengakibatkan terjadinya endapan di ureter dari zat-zat limbah yang terkandung di dalam air. Hal ini dikhawatirkan bisa memicu terjadinya penyakit batu ginjal bila kebiasaan minum sambil berdiri sering dilakukan.

Makan dalam posisi berdiri akan mengakibatkan terjadi gangguan proses pencernaan dan penyerapan makanan karena pada saat berdiri tubuh tidak dalam keadaan relaksasi. Hal ini berhubungan dengan keadaan sistem saraf manusia yang tidak mengalami ketenangan atau relaksasi bila dalam posisi berdiri. Sehingga hal ini akan mempengaruhi terhadap proses pencernaan makanan serta proses penyerapan zat gizi makanan ke dalam tubuh.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam keadaan duduk akan membuat makanan dan minuman tersebut mengalir melalui dinding lambung secara perlahan dan lembut. Berbeda halnya bila makanan dan minuman yang masuk saat berdiri akan jatuh secara tiba-tiba ke dalam lambung dan membuat benturan-benturan di dinding lambung. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya radang di lambung. Lebih lanjut lagi bisa mengakibatkan penyakit GERD atau yang sering disebut penyakit asam lambung.

Ajaran untuk makan dan minum dalam keadaan duduk dalam Islam ternyata bukan hanya berdasarkan etika atau sopan santun belaka. Namun tuntunan dan ajaran Rasulullah SAW ini sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Para ahli sudah banyak membuktikan betapa ajaran dan tuntunan dalam Islam selalu membawa kebaikan dan manfaat yang besar bagi umat manusia. Bahkan banyak dari kalangan non muslim yang ikut mempraktekkan ajaran-ajaran Islam ini dalam kehidupan mereka sehari-hari karena telah terbukti secara ilmiah bermanfaat bagi kesehatan.

Makan dan minum dianjurkan sambil duduk karena lebih sehat, lebih aman serta lebih memuaskan. Rasulullah SAW menganjurkan kita.umat Islam untuk makan dan minum tidak dalam posisi berdiri.

Makan dan minum sambil berdiri memang tidak haram. Namun, menjadikan makan minum sambil berdiri sebagai suatu kebiasaan atau kebudayaan bukanlah hal yang bijaksana mengingat efek buruk makan dan minum sambil berdiri terhadap kesehatan bisa memicu risiko timbulnya berbagai macam penyakit. Semoga kita umat Islam bisa menuruti semua sunnah Rasulullah SAW dan mempraktekkannya dalam keseharian kita karena selain mendapat pahala juga mendatangkan kebaikan terhadap diri kita sendiri.

Previous Post

6.785 Orang Warga Aceh Daftar Beasiswa BPSDM

Next Post

Mudik Dilarang, Insentif bagi 15 Ribu Sopir Aceh Didorong

Next Post

Mudik Dilarang, Insentif bagi 15 Ribu Sopir Aceh Didorong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Geumpang Jadi Komoditas Unggulan Daerah

Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Geumpang Jadi Komoditas Unggulan Daerah

14/06/2026
Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

14/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Petugas Masih Berupaya Padamkan Karhutla di Nagan Raya

14/06/2026
PPIH Maksimalkan Layanan Debarkasi Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh

PPIH Maksimalkan Layanan Debarkasi Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh

14/06/2026
ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

14/06/2026

Terpopuler

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

12/06/2026

[Opini} Larangan Makan Minum Berdiri, Ditinjau dari Perspektif Islam dan Aspek Kesehatan

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Polhukab IPELMASRA Tolak Tambang Beutong Ateuh

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com