Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Masyarakat Lhang Abdya Keluhkan Debu Akibat Aktivitas Truk Pengangkut Tanah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
14/06/2021
in Lintas Barat Selatan
0
Masyarakat Lhang Abdya Keluhkan Debu Akibat Aktivitas Truk Pengangkut Tanah

BLANGPIDIE – Masyarakat Gampong Lhang Kecamatan Setia Kabupaten Aceh Barat Daya keluhkan aktivitas Truk pengangkut tanah timbun ke lokasi pembangunan PT. Wings Food di wilayah Gampong tersebut.

Akibat aktivitas penimbunan itu menimbulkan debu atau polusi udara yang mengancam kenyamanan warga dan pengendara.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah Ibu-ibu warga Gampong Lhang dengan mendatangi lokasi pembangunan itu dan meminta pihak proyek untuk selalu membersihkan dengan menyiram badan jalan setiap harinya, agar debu dari aktivitas truk pengangkut material timbunan itu tidak membahayakan terutama bagi pengendara yang melitas, Minggu (13/06/2021).

“Kami sangat mendukung adanya pembangunan perusahaan di wilayah kami, namun kami sangat berharap kepada pihak perusahaan untuk selalu membersihkan badan jalan saat proses pengangkutan berlangsung,” ujar Kasmawati salah seorang dari sejumlah Ibu-ibu yang mendatangi lokasi proyek PT Wings Food itu.

Mewakili dari massa perempuan itu, Kasmawati mengakui, beberapa hari terakhir ini kawasan jalan Nasional lintasan Kecamatan Setia sangat pekat dengan debu apalagi saat siang hari. Dan menurutnya itu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat yang berada di pinggir jalan, apalagi para Ibu-ibu pedagang Gorengan dan Kios.

“Banyak dagangan kami yang kurang laku karena sudah bercampur debu dan sebagian kios ada yang tutup karena terganggu oleh polusi udara itu,” ungkapnya.

Kasmawati juga meminta pihak perusahaan agar menghentikan aktivitas truk pengangkut material tanah tersebut jika tidak mampu mengurangi polusi udara di wilayah yang terkontaminasi.

Menurut pantauan awak media, polusi udara dari debu atau butiran padat yang dihasilkan oleh aktivitas truk pengangkut tanah itu dapat menyebabkan kecelakaan dan kerugian bagi masyarakat. Hampir setiap rumah di tepi jalan Nasional Kecamatan Setia masuk debu, dikhawatirkan karena polusi itu masyarakat sekitar bisa terkena penyakit Inveksi Saluran Pernapasan (ISPA). Sebab jelas, debu itu datang dari proses pemecahan tanah urung bahan produksi material.

Reporter: Rusman

Previous Post

Azhari Cage: Belum Ada Penelitian Ilmiah Kalau Corona Keluar di Atas Pukul 22.00 WIB

Next Post

Naftali Bennett, PM Baru Israel yang Benci Palestina

Next Post
Naftali Bennett, PM Baru Israel yang Benci Palestina

Naftali Bennett, PM Baru Israel yang Benci Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua KIP Aceh: Usulan Aceh Singkil–Subulussalam Jadi Dapil Tersendiri Dimungkinkan Secara Hukum

Ketua KIP Aceh: Usulan Aceh Singkil–Subulussalam Jadi Dapil Tersendiri Dimungkinkan Secara Hukum

17/06/2026
Semangat 1 Muharram, Al Zahrah Canangkan Resolusi Baru Bagi Santri dan Pesantren

Semangat 1 Muharram, Al Zahrah Canangkan Resolusi Baru Bagi Santri dan Pesantren

17/06/2026
Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

17/06/2026
Evaluasi Besar-Besaran Sektor Kesehatan, Bupati Sarjani Kumpulkan Seluruh Pimpinan Faskes

Evaluasi Besar-Besaran Sektor Kesehatan, Bupati Sarjani Kumpulkan Seluruh Pimpinan Faskes

17/06/2026
Ari Palawi Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Ekosistem Seni di Aceh

Ari Palawi Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Ekosistem Seni di Aceh

17/06/2026

Terpopuler

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026

Masyarakat Lhang Abdya Keluhkan Debu Akibat Aktivitas Truk Pengangkut Tanah

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Besok, Ribuan Pelajar Ramaikan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com