Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Akses Taliban ke Dana Bantuan IMF untuk Afghanistan Diblokir

Admin1 by Admin1
19/08/2021
in Internasional
0
Taliban Mengamuk, AS Kerahkan 3.000 Tentara untuk Evakuasi Staf Kedutaan

Para milisi bersenjata kelompok Taliban menduduki Ghazni, Afghanistan. Foto/REUTERS/Mustafa Andalib

Jakarta – Organisasi Dana Moneter Internasional (IMF) memutuskan untuk mematikan akses Afghanistan ke dana bantuan khusus. Nilainya kurang lebih USD 440 juta. Dikutip dari kantor berita Reuters, IMF mengambil keputusan tersebut karena belum jelasnya status pemerintahan Afghanistan usai diambil alih Taliban.

Langkah IMF menyusul langkah serupa dari Federal Reserve Amerika (The Fed). Diberitakan kemarin, Amerika meminta The Fed dan bank-bank yang memegang aset Afghanistan untuk membekukannya. Sebab, mereka tidak ingin Taliban sampai mendapat akses ke aset tersebut dan menyalahgunakannya. Taliban sendiri disebut memiliki aset senilai USD 10 miliar di luar negeri.

“Saat ini masih ada ketidakjelasan di komunitas internasional perihal status pemerintahan di Afghanistan. Konsekuensinya, negara terkait tidak bisa mengakses hak penarikan (dana bantuan) khusus atau dana IMF lainnya,” ujar keterangan pers IMF, Rabu, 18 Agustus 2021.

IMF memastikan bahwa kebijakan itu bisa diubah misalkan ada kesepakatan di komunitas internasional. Mereka berkata, segala keputusan bergantung pada keputusan komunitas.

Secara terpisah, seorang pejabat Kementerian Keuangan Amerika menyampaikan bahwa sudah ada desakan dari parlemen untuk melobi IMF soal dana Afghanistan. Tujuan utamanya, dikutip dari Reuters, memastikan IMF tidak memberikan hak penarikan (dana bantuan) khusus ke Afghanistan atau Taliban.

Selama ini, pemberian dana bantuan IMF untuk negara konflik atau negara pasca-kudeta bergantung pada keputusan anggota-anggotanya. Sebagai contoh, pada tahun 2019, IMF menahan akses Venezuela ke dana bantuan khusus karena 50 anggotanya tidak mengakui pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Kasus yang lebih baru adalah soal Myanmar. IMF tidak memberikan dana ke Negeri Seribu Pagoda tersebut pasca-kudeta 1 Februari 2021. Sebab, anggota IMF tidak mengakui pemerintahan Junta Myanmar.

Soal status Afghanistan di bawah Taliban, belum ada perkembangan lebih lanjut dari komunitas internasional. Amerika, sebagai negara yang paling sering berurusan dengan Taliban, menyatakan bakal mengakui pemerintahan baru Afghanistan selama ada demokrasi dan HAM dihormati.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Jokowi Minta BIN Teruskan Vaksinasi Covid-19 Door to Door

Next Post

KPK Periksa 2 Konsultan Korporasi Penyuap Pejabat Ditjen Pajak

Next Post
KPK Periksa 2 Konsultan Korporasi Penyuap Pejabat Ditjen Pajak

KPK Periksa 2 Konsultan Korporasi Penyuap Pejabat Ditjen Pajak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 28

28/10/2026
Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

27/10/2026
Bunda PAUD Nagan Raya Audiensi dengan Kemendikdasmen, Perkuat Akses dan Kualitas Layanan PAUD

Bunda PAUD Nagan Raya Audiensi dengan Kemendikdasmen, Perkuat Akses dan Kualitas Layanan PAUD

27/10/2026
Blok Andaman Disorot, Pakar: Jangan Abaikan Kewenangan Aceh!

Blok Andaman Disorot, Pakar: Jangan Abaikan Kewenangan Aceh!

27/10/2026
Dekan FKIP USK Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Siswa untuk Masa Depan Aceh

Dekan FKIP USK Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Siswa untuk Masa Depan Aceh

27/10/2026

Terpopuler

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

24/10/2026

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

659 Atlet Panahan Berkompetisi, Irwansyah Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Lewat Olahraga

Begini Kata Karo Hukum Soal Bendera Bulan Bintang yang Tak Pernah Berkibar di Kantor Gubernur Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com