Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

UNICEF Apresiasi Dukungan Pengentasan Stunting di Aceh

Admin1 by Admin1
03/12/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Tim dari UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait dukungannya dalam membantu organisasi internasional itu mengurangi kasus stunting di Aceh. Apresiasi disampaikan dalam kunjungan perwakilan UNICEF Jakarta dan Aceh ke Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (2/12/2021).

Tim dari UNICEF yang beraudiensi dengan Gubernur itu terdiri dari UNICEF Nutrition Chief, Jee Hyun Rah, Chief Social Policy, Yoshimi Nishino, Chief Palaning, Sular Rapold, Chief Field Amolema Office Aceh, Andi Yoga, Chief of Operation, Marcella Chiristina, Social Policy Officer, Harry, Partnership Specialist, Jennifer, Health Specialist Boby Marwah, serta sejumlah petinggi UNICEF lainnya.

Sementara Gubernur Aceh dalam kesempatan itu didampingi Kepala Bappeda T. Ahmad Dadek dan Staf Khusus Gubernur Iskandar. “Maksud kedatangan kami adalah untuk menyampaikan update dari program kerjasama UNICEF dengan Pemerintah Aceh terkait pengentasan stunting. Kami juga datang untuk berterimakasih dan mengapresiasi atas komitmen yang kuat dari Pemerintah Aceh yakni Gubernur dan jajarannya dan juga kabupaten kota untuk pengentasan stunting di Aceh,” ujar Chief Field Amolema Office Aceh, Andi Yoga, di ruang tengah Meuligoe sejenak usai sesi pertemuan dengan Gubernur Nova.

Andi menyebutkan, program kerja sama lima tahunan antara UNICEF dengan Pemerintah Aceh selama ini berjalan baik. Andi juga menyebutkan bahwa UNICEF akan terus mendukung Aceh dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak hingga berakhirnya program pada 2025 mendatang. “Program kerja sama lima tahunan ini sudah berjalan selama tiga tahun dan berjalan sangat baik. Kami juga sampaikan kepada Bapak Gubernur bahwa UNICEF masih terus mendukung Aceh dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak sampai tahun 2025,” kata Andi.

Lebih lanjut, kata Andi, dukungan pemerintah Aceh selama ini sangat penting dalam menyukseskan program kerja UNICEF di Aceh. Di antara dukungan yang dimaksud yakni dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan atau regulasi dalam membantu mengkoordinasikan lintas sektor supaya program penurunan stunting terintegrasi. “Dukungan Pemerintah Aceh selama ini sangat luar biasa. Terutama dalam mengeluarkan berbagai kebijakan dalam membantu mengkoordinasikan lintas sektor supaya program penurunan stunting ini terintegrasi,” kata Andi.

Sementara itu Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini antara Pemerintah Aceh dengan UNICEF.
Terkait pengentasan stunting di Aceh, kata Nova, selama ini memang dilakukan pihaknya sebagai ikhtiar untuk melahirkan generasi unggul sebagai penerus bangsa di masa mendatang.

Program penanganan kasus stunting, kata Nova, selama ini juga sangat dibantu oleh Tim Penggerak PKK Aceh yang diketuai Dyah Erti Idawati.

Selain itu Nova juga menyampaikan harapannya agar kerja sama yang baik yang sedang berlangsung antara Pemerintah Aceh dengan UNICEF dapat terus berlanjut.

“Saya salut terhadap UNICEF. Saya percaya apa yang sedang dilakukan dan akan dilakukan UNICEF adalah hal terbaik untuk Aceh,” ujar Nova dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu.

Untuk diketahui, Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Previous Post

Ini Kata Kapolda Jelang Milad 4 Desember di Aceh

Next Post

Gubernur: Petani Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi

Next Post

Gubernur: Petani Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

UNESA Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Aceh lewat Art Therapy

UNESA Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Aceh lewat Art Therapy

16/04/2026
Dua Rumah di Bambel Aceh Tenggara Dilalap Sijago Merah

Dua Rumah di Bambel Aceh Tenggara Dilalap Sijago Merah

16/04/2026
Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

16/04/2026
Pemkab Aceh Timur Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN

Pemkab Aceh Timur Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN

16/04/2026
YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

16/04/2026

Terpopuler

Abi Roni Ikut Retreat Nasional di Magelang, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Abi Roni Ikut Retreat Nasional di Magelang, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

15/04/2026

UNICEF Apresiasi Dukungan Pengentasan Stunting di Aceh

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Rangkaian HUT Abdya ke-24, Pemkab Adakan Lomba Dalil Khairat

Plt Kadisdikbud: Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com