Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Ekstrimis Yahudi Menyamar Jadi Muslim Agar Bisa Masuk Kompleks Masjid Al Aqsa

Admin1 by Admin1
16/12/2021
in Internasional
0

Jakarta – Sebuah kelompok ekstremis Yahudi di Israel mengajarkan anggotanya untuk menyamar sebagai Muslim agar bisa memasuki Bukit Bait Suci di Kota Tua Yerusalem. Di sana mereka diam-diam membacakan doa-doa Yahudi sambil berpura-pura melakukan ibadah secaraa Islam.

Dilansir dari Times of Israel, kelompok sayap kanan Returning to the Mount, yang mengadvokasi kedaulatan Yahudi di Temple Mount, telah memicu kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan. Tindakan ini dikhawatirkan dapat memicu kekerasan di situs suci titik nyala.

Kelompok ekstrimis Yahudi itu mengajarkan para pengikutnya untuk mengenakan pakaian tradisional Muslim, membawa sajadah, tasbih Misbaha, dan buku-buku berbahasa Arab tentang Al-Qur’an. Hal ini untuk membuat penyamaran lebih meyakinkan.

Selain itu para anggota terkadang mewarnai rambut dan janggut lebih gelap. Hal ini untuk membuat mereka terlihat lebih seperti orang Arab.

“Kami tidak siap menerima sanksi untuk orang Yahudi yang ada di Temple Mount,” ujar Raphael Morris, kepala kelompok Returning to the Mount, kepada Channel 13.

Morris mencatat bahwa orang-orang Yahudi hanya diizinkan masuk ke kompleks pada jam-jam tertentu. Mereka harus ditemani oleh polisi dan tidak boleh berdoa. Sebaliknya umat Islam dapat memasuki kompleks kapan pun mereka mau dan bebas untuk berdoa. Kelompok tersebut tampil seperti orang Arab agar tidak menimbulkan kecurigaan polisi, Muslim, atau Wakaf.

Yisrael, seorang instruktur, juga mengajarkan anggota kelompok melakukan gerakan doa Muslim sambil membaca liturgi Yahudi. “Paling buruk mereka menangkap Anda,” kata salah satu anggota, yang menggunakan nama samaran Baruch.

Dia membantah gerakannya adalah gerakan bawah tanah. Dia bersikeras bertindak secara terbuka dan bahwa tindakannya legal.

“Demi kuil saya siap membayar dengan nyawa saya,” ujar salah satu anggota kelompok tentang sikapnya itu.

Seorang petugas keamanan mengatakan bahwa tindakan menyamar menjadi muslim ini mengganggu stabilitas Temple Mount. Mereka yang terlibat akan dibawa ke pengadilan.

Pada 2015, Returning to the Mount menawarkan untuk membayar orang Yahudi US$ 500 masing-masing untuk berdoa di Temple Mount.

Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif, adalah situs paling suci bagi orang Yahudi dan tempat suci ketiga dalam Islam. Ini adalah pusat emosional dari konflik Israel-Palestina. Ketegangan di Temple Mount memicu perang Gaza selama 11 hari pada Mei awal tahun ini.

Menurut pemahaman yang dicapai setelah Israel merebut Kota Tua dan Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari 1967, orang-orang Yahudi diizinkan untuk berkunjung tetapi tidak untuk berdoa di sana. Israel menjaga keamanan di situs tersebut, namun kegiatan keamanan di sana dikelola oleh Wakaf Muslim.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Putin – Xi Sindir AS: Berkedok Demokrasi dan HAM Campuri Urusan Rusia dan Cina

Next Post

IMF: Utang Global Rekor USD 226 T Akibat Pandemi, Mencolok di Negara Maju

Next Post
Dolar AS Naik Dipicu Kekhawatiran Inflasi setelah Melonjaknya Harga Minyak

IMF: Utang Global Rekor USD 226 T Akibat Pandemi, Mencolok di Negara Maju

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

SOPAN Dukung Pasantren Ramadhan yang Digelar Pemerintah Alue Manggota

SOPAN Dukung Pasantren Ramadhan yang Digelar Pemerintah Alue Manggota

06/03/2026
Penyerahan Sembako dan Tausyiah Iringi Buka Puasa di SMAN 9 Banda Aceh

Penyerahan Sembako dan Tausyiah Iringi Buka Puasa di SMAN 9 Banda Aceh

06/03/2026
Zelensky Beri Tips ke Arab Cs Cara Lawan Drone Iran: Kami Pengalaman

Zelensky Beri Tips ke Arab Cs Cara Lawan Drone Iran: Kami Pengalaman

06/03/2026
Usai Dipersenjatai AS, Pasukan Kurdi Kini Mulai Operasi di Iran

Usai Dipersenjatai AS, Pasukan Kurdi Kini Mulai Operasi di Iran

06/03/2026
Kapolres Pidie Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

Kapolres Pidie Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

05/03/2026

Terpopuler

Satu Ruko di Abdya Dilalap Sijago Merah, Diduga Tempat Packing Menu MBG

Satu Ruko di Abdya Dilalap Sijago Merah, Diduga Tempat Packing Menu MBG

04/03/2026

Perkuat Sinergi Pengusaha dan Pemerintah, HIPMI Abdya Buka Puasa Bersama Bupati dan Forkopimkab

Santri Gayo Lues Bentuk Wadah Bernama Istagal

Distribusi Bantuan Kemensos RI di Pidie Jaya Diduga Tak Tepat Sasaran

Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com