Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kunjungi Kerabat Cut Nyak Dhien, Ridwan Kamil: Jabar-Aceh Punya Ikatan Erat

Admin1 by Admin1
28/12/2021
in Nanggroe
0
Kunjungi Kerabat Cut Nyak Dhien, Ridwan Kamil: Jabar-Aceh Punya Ikatan Erat

Ridwan Kamil saat kunjungan ke Aceh Besar. Foto: Agung/SINDOnews

JANTHO – Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjumpai kerabat ahli waris Cut Nyak Dhien, di Museum Rumah Cut Nyak Dhien, Desa Lampisang, Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, disambut langsung oleh keturunan Pahlawan Nasional dari Tanah Rencong itu. Dalam kesempatan tersebut, Kang Emil memberikan bantuan sebagai rasa persaudaraan daerah.

“Saya menjumpai kerabat ahli waris dari Cut Nyak Dhien kemudian menitipkan bantuan sebagai rasa persaudaraan,” ujar Kang Emil, Selasa (28/12/2021).

Kang Emil pun menuturkan, masyarakat Jabar memiliki ikatan erat dengan masyarakat Aceh dari berbagai multidimensi, terlebih makam Cut Nyak Dhien pun berada di Kabupaten Sumedang.

Menurut Kang Emil, semasa hidupnya, Cut Nyak Dhien tak hanya berjuang bagi Aceh, tetapi juga Jabar. Kecintaan masyarakat Jabar kepada sosok Cut Nyak Dhien terwujud dalam empat nama terhormat.

 “Beliau punya empat nama di masyarakat Jabar. Ibu Nyak Dhien, Ibu Ratu sebagai penghormatan tertinggi, Ibu Suci karena rajin dan teladan mengajarkan agama, dan Ibu Prabu,” tutur Kang Emil.

Sebelum melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Kang Emil juga menyempatkan berziarah ke makam Cut Nyak Dhien di Sumedang. Kondisi makam tersebut menurutnya terpelihara dengan baik sampai sekarang.

“Minggu lalu, saya berziarah ke makam Cut Nyak Dhien di Sumedang yang kami muliakan, kami pelihara, selalu direnovasi, sehingga tempat itu menjadi tempat terhormat di masyarakat Jabar,” kata Kang Emil.

Dalam pertemuan dengan kerabat ahli waris Cut Nyak Dhien, Kang Emil mengundang mereka untuk mengunjungi makam Cut Nyak Dhien di Sumedang.

“Sebagian dari mereka belum pernah juga mengunjungi makam Cut Nyak Dhien. Jadi, mungkin tahun 2022 kita undang ke Sumedang,” katanya.

Sehari sebelum berkunjung ke Museum Rumah Cut Nyak Dhien, Kang Emil juga menyempatkan diri berziarah ke kuburan massal korban tsunami Aceh di Ule Lheue, Banda Aceh.

Ziarah tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan 17 tahun Tsunami Aceh di mana Kang Emil diundang oleh masyarakat Aceh untuk hadir pada momen rutin tersebut.

Ridwan Kamil tiba disambut Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama jajaran Forkopimda, dan langsung melakukan doa bersama serta tabur bunga.

 “Saya tentu mengikuti tradisinya, dimulai dengan berdoa di pemakaman massal dimana peristiwanya sangat luar biasa. Tentulah tidak bisa semuanya satu-satu dimakamkan dengan syariat yang memadai, tapi apapun itu dalam kedaruratan tentu dilaksanakan seperti yang kita lihat sekarang,” tuturnya.

Kang Emil pun mendoakan masyarakat Aceh agar selalu diberikan masa depan yang lebih baik. Kang Emil meyakini, ada hikmah dalam peristiwa pilu 17 tahun silam yang merenggut nyawa ratusan ribu warga Aceh itu.

“Jadikan momen peringatan Tsunami Aceh ini sebagai hikmah bahwa Allah memberikan takdir tentu ada maksud agar kita bisa lebih baik,” tukas Kang Emil.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

RI Diminta Selamatkan 120 Pengungsi Rohingya Terombang-ambing di Laut Aceh

Next Post

BNN Gerebek Pesta Narkoba PNS di Jantho

Next Post

BNN Gerebek Pesta Narkoba PNS di Jantho

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rafly Kande: Kekuatan Seni Lahir dari Ketulusan, Bukan Kepentingan

Rafly Kande: Kekuatan Seni Lahir dari Ketulusan, Bukan Kepentingan

22/06/2026
Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

22/06/2026
Darwati Dorong Percepatan Penerbangan Umrah Langsung dan Penurunan Harga Avtur di Aceh

Darwati Dorong Percepatan Penerbangan Umrah Langsung dan Penurunan Harga Avtur di Aceh

22/06/2026
Seorang Jemaah Haji Asal Aceh Timur Meninggal di Pesawat Jelang Mendarat di Bandara SIM

Seorang Jemaah Haji Asal Aceh Timur Meninggal di Pesawat Jelang Mendarat di Bandara SIM

22/06/2026
Satu Unit Rumah di Gampong Baru Langsa Lama Terbakar

Satu Unit Rumah di Gampong Baru Langsa Lama Terbakar

22/06/2026

Terpopuler

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026

Konspirasi Jahat Pelaku Penambangan, Rakyat Aceh Diajak Boikot Izin Aktivitas Tambang Ilegal Beutong Ateuh Dan Pidie

Rafly: Rakyat Memilih Mualem, Bukan Lingkaran Kekuasaan

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com