JANTHO – Barisan Muda Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh mengadakan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika “BM IKAN goes to school” di Kampus Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (MA RIAB), Sabtu 8 Januari 2022.
Kegiatan ini dibuka dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Ketua DPP IKAN Syahrul Maulidin, SE, M.Si .
Ia menyampaikan tujuan diadakannya sosialisasi ini karena mengingat banyaknya pelecehan seksual yang dilatarbelakangi oleh kejahatan narkotika.
“Ternyata banyak anak di Aceh yang di bawah umur delapan belas sudah menjadi pembunuh, karena setelah diselidiki mereka terjerumus kejahatan narkoba dan juga disebabkan oleh pacaran,” katanya.
Wakil Ketua III BM IKAN Aceh Taufiq Cholis, dalam materinya, menyampaikan hasil survei BNN dan Psikotes Universitas Indonesia (UI) 2021 bahwa lebih dari 3,3 juta (1,77%) penduduk Indonesia adalah pengguna narkoba yang mencakup 59% pekerja dan lebih dari 24% remaja dengan pengguna terbanyak adalah laki laki 72% dan wanita 28%.
Sementara di Aceh, 83.632 (2,80%) orang adalah pengguna narkoba yang menduduki peringkat ke-20 se Indonesia. Kebanyakan jenis narkoba yang digunakan ialah ganja dan sabu. Adapun penggunayang direhabilitasi oleh BNN Aceh 2014 – 2018 adalah sebanyak 1.350 orang.
Taufiq Cholis menyebutkan efek berbahaya dari narkotika diantaranya dapat menyebabkan halusinasi, stimulan, dan juga depresi. Ia juga menghimbau agar terus waspada dan menjaga diri agar terhindar dari bahaya narkoba.
Acara ini diakhiri dengan yel – yel anti narkoba dan foto bersama. Hadir juga dalam acara ini, pimpinan MAS RIAB.Selain Wakil Ketua III DPP IKAN Aceh, hadir juga Ketua IKAN dari Aceh Barat. []







