Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pengrajin Tahu di Aceh Kurangi Produksi Hingga 50 Persen

Admin1 by Admin1
22/02/2022
in Ekonomi
0
Pengrajin Tahu di Aceh Kurangi Produksi Hingga 50 Persen

BANDA ACEH — Kalangan produsen tahu di Aceh mengaku mengurangi produksi hingga 50 persen karena mahalnya harga kedelai yang merupakan bahan baku makanan tradisional tersebut. Sekretaris Asosiasi Tahu Tempe Aceh, Mulizar, mengatakan selain harga mahal, kedelai juga sulit didapat, sehingga produksi terpaksa dikurangi.

“Kalau dulu, kami bisa menghabiskan hingga 600 kilogram kedelai untuk produksi sehari. Kini berkurang hingga 300 kilogram. Pengurangan hingga 50 persen ini karena kedelai sulit didapat,” kata Mulizar, Senin (21/2/2022).

Mulizar mengatakan harga kedelai sekarang ini mencapai Rp 11.500 per kilogram. Harga tersebut tidak pernah lagi turun sejak setahun terakhir. Harga terus melonjak naik yang dulunya sempat berada di kisaran Rp 10 ribuan.

Selain karena kedelai, pengurangan produksi juga disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat terhadap tahu. Kondisi ini tambah parah dengan langka dan mahalnya minyak goreng di pasaran.

“Kalau produksi banyak, nanti tahun tidak ada yang beli. Kalangan produsen harus bisa menyiasatinya dengan memproduksi tahu secukupnya,” kata Mulizar menyebutkan.

Menyangkut dengan harga tahu, ia mengatakan kalangan pengrajin juga tidak bisa begitu saja menaikkannya. Apalagi kondisi daya beli masyarakat yang melemah.

“Kalau harga dinaikkan, tidak ada yang beli,” kata dia.

Terkait dengan kondisi tersebut, Mulizar mengatakan sejumlah usaha tahu di Banda Aceh dan Aceh Besar ada yang sudah menghentikan produksinya. Namun, ada juga yang bertahan dengan kondisi seadanya.

“Seperti saya, usaha tahu saya masih bertahan karena peduli nasib pekerja. Kalau usaha tutup dan produksi dihentikan, mereka tentu kehilangan pekerjaan. Tapi, kalau kondisi seperti ini berlangsung lama, bukan tidak mungkin, produksi tahu terhenti,” kata Mulizar.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

Satgas Covid-19 Diminta Perketat Pelaksanaan Prokes di Banda Aceh

Next Post

Kebakaran Hanguskan 9 Rumah di Aceh Tengah

Next Post
10 Korban Tewas Diduga Tertidur saat Kebakaran di Matraman

Kebakaran Hanguskan 9 Rumah di Aceh Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

06/07/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Minta Masa Taaruf Siswa Jadi Titik Awal Membangun Generasi Unggul

Kakanwil Kemenag Aceh Minta Masa Taaruf Siswa Jadi Titik Awal Membangun Generasi Unggul

06/07/2026
Pemkab Aceh Timur Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Lokasi Sumur Minyak Tradisional Darul Ihsan

Pemkab Aceh Timur Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Lokasi Sumur Minyak Tradisional Darul Ihsan

06/07/2026
Apel Perdana, Plt. Direktur RSIA Pemerintah Aceh Instruksikan Prioritas Pelayanan di IGD

Apel Perdana, Plt. Direktur RSIA Pemerintah Aceh Instruksikan Prioritas Pelayanan di IGD

06/07/2026
Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

Bupati Angkat Bicara Soal Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak

06/07/2026

Terpopuler

Pengrajin Tahu di Aceh Kurangi Produksi Hingga 50 Persen

Pengrajin Tahu di Aceh Kurangi Produksi Hingga 50 Persen

22/02/2022

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

Kerja Keras Bupati Dr. Safaruddin Lobi Pusat, Petani Abdya Senyum Bahagia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com