SIGLI -Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli Provinsi Aceh meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mencopot jabatan Yaqut Cholil Choumas dari Menteri Agama.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Cabang, Mohan Dinata kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Jum’at, 25 Fabruari 2022
“lantaran Yaqut Cholil Choumas diduga telah membuat banyak kegaduhan terhadap ummat Islam, menurut Mohan, menteri satu ini banyak membuat gaduh, dari kemarin pernah mengeluarkan statement Kementerian Agama adalah Hadiah untuk NU, dan klarifikasi terus minta maaf. Se-enaknya saja buat gaduh terus minta maaf, setiap mau hari besar Islam ada saja peryataan yang membuat hati ummat Islam panas,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Sigli.
Lanjut Mohan, pernyataan Yaqut yang membandingkan gema Adzan dengan gonggongan anjing sangat menyakiti hati umat Islam juga, maka sudah sepatutnya Presiden mengevaluasi dan mencopotnya dari jabatan Menteri Agama
“Bukan tak beralasan, menurut analisa HMI cabang Sigli, Menteri Agama seharusnya menjadi patron keharmonisan umat beragama di indonesia, bukan malah menciptakan kegaduhan seperti ini, dan sasarannya terus-menerus ummat Islam,” ujar Mohan Dinata
Mohan menambahkan, sejak Yaqut dilantik sebagai Menteri Agama pada 24 Desember 2021 sampai saat ini, dia tidak mampu menjadi penyeimbang antar umat beragama. Terlebih lagi, saat mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam surat edaran nomor 05 tahun 2022.
“Pembantu Presiden dalam menjalankan sistem pemerintahan ini terus membuat manuver-manuver konyol yang berdampak terhadap perpecahan,” tegasnya.
Kepada Presiden Joko Widodo, dia menegaskan, jika menginginkan Indonesia ini damai dan maju, maka Yaqut Cholil Choumas harus digantikan sebagai Menteri Agama.
“Jangan sampai ada lagi kegaduhan di negeri ini terkait penistaan agama, apalagi yang mengatakan ini beragama islam, dikhawatirkan timbul konflik sesama agama, sebentar lagi akan datang bulan suci Ramadhan, saya yakin akan banyak polemik terjadi, apapun itu baik tentang Covid atau yang lain dan itu berpotensi menimbulkan perpecahan kembali, untuk semua jajaran pemerintahan harap tidak sembarangan mengeluarkan statement yang akan membuat perpecahan,” kata Mohan dengan nada tegas. [Mul]










