Oleh Shafwan. Penulis Kabid Pariwisata dan Kebudayaan HMI Cabang Sigli. Mail shafwan.syam@gmail.com
Kabupaten Pidie sebagai salah satu kabupaten di Aceh dengan luas wilayah 3.086,90 Km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 435.492 Jiwa (Data BPS Pidie 2021). Kabupaten Pidie terdiri atas 23 Kecamatan, 94 Kemukiman, 732 Gampong.
Melihat data tersebut tentunya Pidie memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan dari berbagai sektor.
Contohnya sektor pariwisata, melihat wilayah Pidie yang meliputi hamparan pengunungan dan garis pantai yang panjang, tentunya Pidie memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata cagar alam, wisata bahari, wisata kuliner dan wisata religi.
Bagi pecinta alam bisa mendaki gunung Peut Sagoe. Gunung berapi yang berdiri kokoh dengan ketinggian 2.785 mdpl di kecamatan Geumpang, atau sekedar berkemah sambil menikmati Sabana indah di Glee Taleuk di kecamatan Tiro. Kemudian ada juga Lingkok Kuwieng dengan panorama alam indah, Lingkok Kuwieng ini merupakan sebuah ngarai dengan aliran air berwarna hijau jernih serta terdapat tebing batuan.
Dengan garis pantai sepanjang 122 KM, kabupaten Pidie pastinya memiliki banyak spot pantai yang bagus untuk yang hanya sekedar menikmati waktu santai disore hari ataupun bagi yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga.
Mulai dari pantai Pelangi dikota Sigli, pantai mantak tari, pantai pasie ie leubeue dan pantai diwilayah Laweung. Khusus untuk wilayah Laweung kita dapat menikmati kuliner khas Laweung yaitu Mie Ungkot suree. Dan juga bagi yang ingin berpergian ke Banda Aceh dapat melalui jalan laweung-krueng raya, disana kita akan dimanjakan dengan pemandangan laut selat Malaka.
Kemudian bagi para pecinta kuliner ada satu destinasi kuliner yang ramai dikunjungi, terutama pada pagi hari. Satu di antaranya adalah Pasar Keude Ie Leubeu. Pasar ini adalah pasar pagi dengan jajanan kuliner seperti bu gurih (nasi gurih/nasi lemak), putu, adee ie leubeu, dan berbagai jenis kue basah lainnya, puncak keramaian pasar setiap pagi sekitar pukul 07.00 sampai 09.00 pagi.
Tidak hanya jajanan kuliner, pasar ini juga terkenal dengan ikan segarnya dengan harga lumayan terjangkau. Berkunjung ke sini tamsilannya bagaikan sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlewati. Artinya, sambil berburu ikan segar, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas Keude Ie Leube.
Tidak hanya berburu wisata kuliner dan ikan segar, saat berkunjung ke Keude Ie Leube pun Anda dapat berwisata religi dengan berziarah ke makam seorang ulama dan aulia Allah yang populer dengan nama Teungku Chik Di Pasi. Nama lengkapnya, Abdussamad bin Harun. Teungku Chik di Pasi sebenarnya bukan penduduk Kembang Tanjong. Beliau berdomisili di Gampong Waidoe, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, 11 kilometer lebih dari Ie Leubeu.
Berkunjung ke kediaman ulama merupakan salah tradisi yang berkembang dalam masyarakat Aceh, terutama untuk menjalin silaturahmi dan meminta pendapat atau bertanya tentang persoalan agama. Dulu, semasa hidup Tgk Abdussamad bin Harun, semua warga di kawasan Simpang Tiga menghendaki agar Teungku Chik di Pasi ketika meninggal dikebumikan di Simpang Tiga. Keinginan masyarakat ini bahkan menjadi sumber perdebatan, mengingat kampungnya di Waidoe.
Akhirnya, Teungku Chik di Pasi memberikan solusi: beliau lemparkan tongkat, di mana pun tongkat itu jatuh di situlah beliau minta dikebumikan. Seizin Allah, tongkat itu jatuh di pinggir pantai Gampong Pasi Ie Leubeu. Di situlah akhirnya ulama berkarisma ini dimakamkan. Kisah di atas menjadi salah satu daya tarik Keude Ie Leubeu hingga kini.
Ayo berwisata dengan tetap mentaati protokol kesehatan dan keselamatan dalam berkendaraan.
![[Opini] Memaksimalkan Potensi Pariwisata Pidie](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2022/03/WhatsApp-Image-2022-03-27-at-18.56.01-750x375.jpeg)









