Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

redaksi by redaksi
17/04/2026
in Kesehatan
0
Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

Pertemuan Penguatan Peran Media dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi di Aceh yang digelar di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat (17/4).

BANDA ACEH – Cakupan imunisasi di Aceh masih menjadi perhatian serius. Bahkan sekitar 281 ribu anak di provinsi ini tercatat belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali atau masuk dalam kategori zero dose. Itu artinya, dua dari tiga bayi di Aceh dilaporkan belum menerima imunisasi dasar sama sekali. Zero dose merupakan indikator global untuk menilai akses imunisasi, yang diukur dari jumlah bayi di bawah usia satu tahun yang belum mendapatkan imunisasi DPT-1.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Kabid P2P Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, saat memaparkan materi terkait Update Perkembangan Imunisasi di Aceh pada pertemuan bertajuk Penguatan Peran Media dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi di Aceh yang digelar di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat (17/4).

Dalam forum tersebut, Kabid P2P Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, menyoroti ada sejumlah faktor disebut menjadi penyebab rendahnya cakupan imunisasi di Aceh. Ketakutan terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga masih tinggi di masyarakat.

“Kekhawatiran terhadap efek samping setelah imunisasi seperti demam ringan kerap membuat orang tua enggan membawa anaknya untuk diimunisasi”, sebut dr. Iman.

Padahal Demam itu hal biasa setelah imunisasi, sebagai tanda respon tubuh terhadap imunisasi, dan tak perlu ditakuti, jelas dr. Iman.

Tidak hanya itu, faktor sosial juga turut berperan, mulai dari kurangnya dukungan keluarga, keharusan memperoleh izin dari suami, hingga rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya imunisasi juga menjadi faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi di Aceh.

Dalam diskusi juga terungkap bahwa komitmen pemerintah daerah, termasuk dalam hal dukungan anggaran, sangat menentukan keberhasilan program imunisasi di lapangan.

Iman juga menyebutkan jika saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Aceh meliputi koordinasi lintas sektor dan lintas program, penguatan satuan tugas imunisasi, serta terus meneruskan melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi melalui berbagai momentum, termasuk event Pekan Imunisasi Dunia.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga kesehatan juga terus dilakukan melalui pelatihan dan pembelajaran di tempat kerja (on the job training).

Iman juga menjelaskan salah satu contoh praktik baik dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi, salah satunya datang dari Kota Lhokseumawe yang menerapkan kebijakan kewajiban sertifikat imunisasi bagi anak sekolah. Kebijakan tersebut terbukti mampu mendorong peningkatan cakupan imunisasi secara signifikan di daerah tersebut.

Pemateri lain dalam pertemuan tersebut, adalah dokter spesialis anak, dr. Aslinar, Sp.A, M.Biomed, dalam paparannya menegaskan bahwa imunisasi sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Aslinar menyebut jika rendahnya cakupan imunisasi dapat membuka peluang terjadinya wabah penyakit menular.

Ia mencontohkan penyakit campak yang sangat mudah menular, di mana satu penderita dapat menginfeksi 12 hingga 18 orang lainnya.

“Padahal, lebih dari 20 jenis penyakit berbahaya dapat dicegah melalui imunisasi yang hingga kini masih menjadi metode pencegahan paling efektif dan efisien dari segi biaya,” tegas Aslinar.

Dalam diskusi terungkap, saat ini berbagai strategi terus diupayakan, salah satunya melalui program imunisasi kejar atau catch-up immunization. Pendekatan ini dilakukan dengan menjangkau anak-anak usia 3 hingga 5 tahun yang belum mendapatkan imunisasi, baik melalui kunjungan langsung ke rumah maupun dengan meningkatkan upaya skrining status imunisasi di posyandu.

Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya peran media dalam membangun pemahaman dan kepercayaan publik terhadap imunisasi.

“Media diharapkan dapat menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan menenangkan, sehingga mampu mengurangi keraguan masyarakat terhadap imunisasi. Media harus berperan untuk mendorong masyarakat untuk mau datang ke Pelayanan Kesehatan membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi,” harap dokter spesialis Anak yang juga pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia Wilayah Aceh itu.

Imunisasi itu ikhtiar orang tua dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular berbahaya yang berpotensi menyebabkan kecacatan hingga kematian.

 

Previous Post

Ketua FJA Minta Legislatif Sisihkan Pokir Bangun Rumah untuk Dhuafa di Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

17/04/2026
Ketua FJA Minta Legislatif Sisihkan Pokir Bangun Rumah untuk Dhuafa di Abdya

Ketua FJA Minta Legislatif Sisihkan Pokir Bangun Rumah untuk Dhuafa di Abdya

17/04/2026
Angin Puting Beliung Landa Tiga Desa di Aceh Tenggara

Angin Puting Beliung Landa Tiga Desa di Aceh Tenggara

17/04/2026
Satu Unit Rumah di Ulee Kareng Terbakar

Satu Unit Rumah di Ulee Kareng Terbakar

17/04/2026
Seorang Oknum Pria di Nagan Ditahan Polisi Atas Dugaan Kasus Asusila

Seorang Oknum Pria di Nagan Ditahan Polisi Atas Dugaan Kasus Asusila

17/04/2026

Terpopuler

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

YARA: Dugaan Penganiayaan Wabup Pijay Alarm Krisis Moral Pejabat

16/04/2026

ABG di Aceh Diperiksa Polisi Usai Live Pamer ‘Aset Pribadi’ di Tiktok

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

Omen, Dua dari Tiga Bayi di Aceh Belum Diimunisasi

Asa Janda Miskin di Gubuk Plastik, Uluran Tangan Dermawan hingga Perhatian Pemerintah Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com