Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Dewan Kita dan Sabu

redaksi by redaksi
13/04/2022
in Saleuem
0
Dewan Kita dan Sabu

KASUS tertangkapnya DS bersama sabu 20 kilogram di Rest Area Tol Palembang, Sumsel, Rabu 30 Maret lalu, kini menjadi pembicaraan heboh di Aceh. Pasalnya, ia merupakan mantan anggota DPR Aceh periode 2014-2019 lalu. Tentu jabatan yang pernah dijabat tersebut bukanlah jabatan ‘cilet-cilet’ semata.

Pertanyaan nya, mengapa sosok DS yang pernah memiliki jabatan penting di Aceh akhirnya harus terjebak sebagai ‘pengedar’ barang haram? Begitu beratkah kondisi ekonominya pasca tak lagi menjadi dewan sehingga terpaksa menjadi kurir sabu? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi pembicaraan serius di Warkop Warkop Aceh.

Sebelumnya, setahun lalu, anggota DPRK Bireuen berinisial US juga ditangkap BNN atas penyeludupan sabu.

Dewan yang nyambil sebagai pengedar sabu atau sebaliknya, pengedar sabu yang nyambil sebagai dewan.

Dua kasus ini menjadi benang merah yang menarik untuk dikupas. Karena wali rakyat adalah gambaran karakter masyarakat itu sendiri.

Pertama, pola pikir kita selaku masyarakat bahwa para wakil rakyat memiliki banyak uang adalah persepsi keliru. Kita selaku rakyat meminta banyak hal yang kadang-kadang membebankan para wakil rakyat kita. Sementara di sisi lain, wakil rakyat juga bertekad memenuhi apapun keinginan masyarakat demi harapan dipilih kembali.

Mendorong wakil rakyat untuk melakukan keputusan-keputusan yang salah demi menyenangkan para pendukung.

Termasuk diam-diam ‘nyambil’ sebagai pengedar sabu demi memiliki uang banyak dan memenuhi hasrat pendukung.

Terkadang memang tak mengedar sabu tapi juga diam diam menilep uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri dan para pendukung. Akhirnya berurusan dengan polisi dan jaksa. Ini persoalan serius.

Kedua, politik uang yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kita pada setiap Pileg dan Pilkada merupakan hal yang sangat serius dan merusak demokrasi.

Imbasnya, hanya yang memiliki banyak uang akhirnya yang terpilih menjadi anggota dewan untuk setiap tingkatan. Walaupun sosok yang terpilih tersebut adalah pengedar sabu. Contoh kasus seperti DS dan US misalnya.

Karena uang ditetapkan sebagai standar utama yang jadi patokan di Pileg dan Pilkada di Aceh, maka beberapa wakil rakyat yang terpilih adalah pengedar sabu. Mereka mewakili ulama dan masyarakat kita di Aceh yang menerapkan syariat Islam. Inilah fakta dibalik mencuatnya kasus DS dan US di Aceh.

Sementara di sisi lain, santri santri terbaik yang muncul dari pesantren dan terjun ke politik, ternyata tak dipilih oleh masyarakat dan kaum dayah itu sendiri. Alasannya, mereka tak memiliki uang dan tak mungkin menang.

Politik dianggap kotor. Orang-orang baik dianggap tak layak terjun ke politik.

Selama persepsi ini terus berkembang, maka kasus seperti DS dan US akan terus ditemukan di Aceh. Karena wakil rakyat adalah cerminan dari kita sendiri.

Previous Post

Wakapolda Aceh Terima Kunjungan Tim Supervisi Mabes Polri

Next Post

Menjamurnya Koperasi Ilegal di Abdya Menambah Persoalan di Tengah Masyarakat

Next Post
Menjamurnya Koperasi Ilegal di Abdya Menambah Persoalan di Tengah Masyarakat

Menjamurnya Koperasi Ilegal di Abdya Menambah Persoalan di Tengah Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Sibral Malasyi Dorong PB 2M Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Pidie Jaya

Bupati Sibral Malasyi Dorong PB 2M Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Pidie Jaya

18/10/2026
Mahasiswa UTU Dilatih Pendidikan Dasar Penanggulangan Kebencanaan di Abdya

Mahasiswa UTU Dilatih Pendidikan Dasar Penanggulangan Kebencanaan di Abdya

18/10/2026
Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

18/10/2026
Warga Banda Aceh Diminta Waspadai Potensi Sebaran Asap

Pemko Siagakan Puskesmas 24 Jam dan Terapkan Pembelajaran Daring

18/10/2026
Kecelakaan di Jalan Rusak Pucuk Lembang, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Kecelakaan di Jalan Rusak Pucuk Lembang, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

18/10/2026

Terpopuler

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

17/10/2026

Dewan Kita dan Sabu

Video Tgk Wan Klibeut Berhadapan dengan TNI, Soroti Qanun Bendera Aceh

IMM Abdya dan Aliansi Masyarakat Tolak CA Kecam Kebijakan “Pinjam Manajemen” Kejari Abdya Untuk PT CA

Aliansi Masyarakat Abdya Tolak PT CA, Layangkan Surat Pernyataan Sikap dan Tuntutan ke Menteri ATR/BPN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com