Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Seribuan Sapi di Tamiang Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku

Admin1 by Admin1
10/05/2022
in Lintas Timur
0
Seribuan Sapi di Tamiang Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku

Ilustrasi sapi terjangkit PMK (Foto: Dok Dinas Peternakan Sidoarjo)

Tamiang – Sebanyak 1.200 ekor sapi di Aceh Tamiang, Aceh dilaporkan terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). 10 ekor di antaranya ditemukan mati.

“Jumlah angka terinfeksi menurut data dari Dinas Peternakan Aceh Tamiang itu mencapai 1.200 ekor, dengan gejala luka di kaki, di mulut, dan di gusi,” kata Kepala Dinas Peternakan Aceh Rahmandi saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (10/5/2022).

Rahmandi mengatakan, hewan ternak yang terserang PMK diketahui baru terjadi di wilayah Aceh Tamiang. Pihaknya juga telah membawa sampel dari Aceh Timur ke laboratorium namun hingga kini belum keluar hasilnya.

“Sementara baru ada hasil laboratorium yang dapat kami jadikan dasar bahwa ini terkena wabah PMK itu baru Aceh Tamiang,” jelasnya.

Dia meminta masyarakat tidak panik karena penyakit tersebut tidak menular ke manusia. Menurutnya, penularannya terjadi antar hewan ternak seperti kambing ke sapi atau sapi ke kerbau.

“Kami sedang mensosialisasikan ke masyarakat agar jangan panik karena dari seribu yang terinfeksi cuma sepuluh yang mati. Tidak sampai satu persen. Itu pun anaknya, induk sapi tidak ada yang mati. Kematian rendah, cuma angka penularan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Aceh Tamiang juga disebut telah menyurati Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk menangani penyakit tersebut. Gubernur Nova kemudian menyurati menteri terkait untuk penanganan.

“Tindak lanjutnya menteri sudah memutuskan lalu lintas (hewan ternak) di Aceh Tamiang itu diisolir tidak boleh lagi keluar masuk. Nanti mungkin besok atau lusa pak Dirjen atau menteri akan turun ke Aceh Tamiang dalam rangka melihat apa kira-kira yang bisa dibantu untuk memulihkan perekonomian,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi tak main-main dalam memberantas PMK dari hewan ternak. Jokowi meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberlakukan lockdown zonasi untuk mencegah mutasi penyakit tersebut.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan soal lockdown zonasi. Menurutnya, lockdown zonasi dilakukan sesuai lokasi hewan tersebut terpapar PMK.

“Kita lihat seperti apa level penyakitan yang ada, kalau tingkat desa ya isolasi tingkat desa. Kalau level kecamatan ya lalukan lockdown tingkat kecamatan, karena mutasi melalui kontak langsung atau airborne kurang lebih bisa jatuh sampai 3 km jadi harus sisihkan ke sana,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo di Gedung Negara Grahadi Surabaya usai menghadiri rakor bersama Forkopimda Jatim, Senin (9/5/2022) malam seperti dilansir detikJatim.

Syahrul mengatakan, PMK pada hewan ternak tidak berbahaya ke manusia asal tidak langsung mengonsumsi. Ia mengimbau warga tidak panik.

“Tidak berbahaya ke manusia, tentu jangan dikonsumsi yang sakit ya. Ini bisa diatasi, jangan ada kepanikan-kepanikan, kita coba atasi bersama” imbuhnya.

Sumber: detik.com

Previous Post

Peringatan HUT Dua Dekade Abdya Berlangsung Khidmat

Next Post

Wisatawan Minta Pemerintah Perbaiki Jalan di Gunung Salak

Next Post
Wisatawan Minta Pemerintah Perbaiki Jalan di Gunung Salak

Wisatawan Minta Pemerintah Perbaiki Jalan di Gunung Salak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kasdam Iskandar Muda Kunker ke Kodim 0107/Aceh Selatan, Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Babinsa

Kasdam Iskandar Muda Kunker ke Kodim 0107/Aceh Selatan, Tekankan Profesionalisme dan Peran Strategis Babinsa

11/06/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

11/06/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

11/06/2026
Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

11/06/2026
Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com